Kamis, September 30, 2010

Akhir September

Tambahan : Gambar di sebelah ini sama sekali ga ada kaitannya dengan tulisanku di blog ini. Iseng aja download gambar Rossi dan kuletakkan di sini. Daripada sore2 bengong..? Apalagi diluar hujan deras banget.
(Diposting pk. 16.05 WIB)

-------- 00 --------
Diawali dengan keleletan laptop saat membuka YM, kemudian kulanjutkan men-scan virus agar semua berjalan lancar saat aku mengerjakan rutinitasku.
Hari ini tanggal terakhir di bulan September 2010. Itu berarti besok sudah memasuki bulan ke 10 atau bulan Oktober, itu berarti pula hal yang tidak mengenakkan akan segera kami lalui karena sesuatu hal yang harus kami tanggung bersama. Apa boleh buat..!?

==== Karena satu dan lain hal terpaksa tulisan pada paragraf tengah ini aku hapus setelah sempat tayang satu hari. Aku khawatir akan menimbulkan perpecahan yang berakhir saling mendiamkan satu sama lainnya. Karena tidak semua orang mampu mengakui kesalahan yang dibuatnya sendiri dan tidak semua orang mampu memaafkan dengan tulus. ====

Hmm....., pagi ini cerah. Tidak seperti biasanya mendung bergelanyut sejak matahari terbit. Cerah tapi bukan berarti siang nanti cerah juga. Bisa saja tiba-tiba awan hitam berjalan menutupi bumi Jogjakarta dan hujanpun turun dengan derasnya. Bencana dimana-mana. Alam sudah tidak bisa ditebak apa maunya, karena sudah tua atau karena ulah manusianya?

Koq tiba-tiba jadi blank gini? Kenapa...?? Pasti aku tidak konsentrasi atau tidak punya cerita lagi untuk ditulis.

Semriwing di telinga lagu Enya "Om Namo Bhagavate" dan "Anam Cara" menemani aku mengerjakan hitung-hitungan yang dari tadi salah melulu, entah kenapa??

Rabu, September 15, 2010

Selamat Lebaran

Assalamualaikum Wr, Wb. Selamat pagi....

Hari pertama masuk kerja masih terasa sepi walau pekerjaan tidak pernah sepi. Alhamdulillah

Dan buat semua saudara Muslim-ku,

Selamat Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Maafkan meski sudah terlambat 6 hari ucapan ini.

Sabtu, September 04, 2010

Cerita Semalam

Tiktok, tiktok,tiktok... suara detak jarum jam begitu jelas terdengar. Malam tadi aku agak susah tidur, pengaruh apa aku tidak tau. Niatan mau nonton kualifikasi Piala Eropa Jerman vs Belgia terlintas sebelum akhirnya aku tertidur sekitar jam 01.00 dini hari. Huffhh..! Aku kelewatan nonton. 1-0 untuk kemenangan Jerman dari berita tv.

Sebelum semua itu, kira2 jam 21.00 temanku dari seberang (dari Sumatera) nelpon. Ngobrolin hal lama yang bikin dia merasa gondok hingga hari kemarin. Apalagi soal teman kami yang pintar nan intelektual itu. Teman kami yang satu ini memang sukses dalam kariernya. Punya kedudukan bagus di perusahaan tempat dia bekerja, tapi sayang kepedean luar biasa hingga menimbulkan kesan sombong dan sering meremehkan teman yang tidak selevel dari segi pendidikan maupun pekerjaan. Koq aku tau? Dari cerita teman dan update status plus komennya di fesbuk. Hmm..., malas juga ngebahas lagi karena dulu (hampir 3 bulan yang lalu) sudah pernah dibahas & malah bikin hati masing2 kesal. Aku sudah membiarkan masalah itu, kuanggap sudah menguap ditiup angin. Ngeselin awalnya, tapi lama-lama aku bisa keluar dari belenggu kekesalan tsb. Temanku masih ngoceh dengan sesekali logat daerahnya keluar yang membuat aku tersenyum. Lucu cara berceritanya dan aku senang bisa sedikit-sedikit belajar bahasa sana. Cukup lama kami ngobrol sampai kupingku panas. Apa boleh buat terpaksa didengarkan saja, menghormati teman yang sudah menelpon.
Bla, bla, bla... akhirnya tidak terpecahkan lagi karena temanku masih menyimpan kesal, marah yang mendalam atas perlakuan teman kami itu :(

Lebaran tinggal 6 hari lagi. Masih sama seperti tahun-tahun lalu, agenda pertamaku pasti rencana mudik ke rumah ortu. Orang tuaku tinggal Bapak saja. Bila tidak dikunjungi kasihan beliau. Toh walaupun pada awal puasa lalu Bapak bilang kalo ga bisa pulang ga pa-pa karena bulan Juli lalu kami sudah kumpul semua anak, menantu dan cucu, tapi kami sebagai anak-anaknya ga tega membiarkan Bapak berlebaran sendiri. Jadi tetap diusahakan untuk mudik. Tradisi tahunan pada saat Lebaran.

Rabu, Agustus 18, 2010

Kemerdekaan Yang Terusik

Merdeka..!! Itulah semestinya yang terucap kemarin Selasa, 17 Agustus 2010. Hari kemerdekaan RI yang ke 65 tahun diisi oleh sebuah kejadian menyebalkan. Yah! Aku hampir saja tertipu oleh orang yang mengaku teman lamaku. Awalnya orang itu menelpon hp-ku. Aku ragu untuk mengangkat panggilan telp itu karena nomor asing. Tetapi entah kenapa kuangkat juga telepon itu. Dengan suara agak ketus kujawab : halo, dari siapa ini? Kemudian dia menjawab : halo? Masa' kamu lupa sama aku? Kutanya lagi siapa dia dan dia menjawab sebuah nama Kiki. Awalnya kukira Ricky, karena aku mempunyai teman yang bernama itu dan kebetulan sudah lama tidak kontak. Tapi dia bilang Kiki. Hmm..., apa Kiki teman SD-ku di Sulawesi dulu ya? Pikirku. Aku & teman-teman yang satu SD dengan Kiki memang mencari infonya kira-kira setahun yang lalu. Tanpa curiga lagi setelah aku mendengar nama tsb aku menerima telepon orang itu dengan senang, kemudian kami terlibat dalam obrolan santai. Bla, bla, bla.... akhirnya dia bicara tentang kegiatannya yang habis lelangan barang elektronik. Aku sempat tergoda dengan barang-barang lelangan yang dia sebutkan. Laptop dan HP dari merek-merek terkenal dengan harga sangat murah. Tanpa curiga aku menanyakan boleh tidak aku beli? Dia bilang boleh, nanti uangnya ditransfer setelah barang tiba ditangan. Oke, aku harus tanya adikku dulu yang faham masalah spesifikasi laptop. Kubilang begitu sama orang tsb.
Ehh..., ga disangka-sangka dia mulai mendesak dan terburu-buru menyuruhku sms-in nama & no. KTPku serta alamat untuk dibuatkan surat pengantarnya. Aku mulai curiga, kenapa dia suruh aku cepat-cepat kirim nama dll-nya itu? Kecurigaanku luluh karena dia bilang akan menyisihkan barang-barang yang kupesan tadi agar orang lain tidak mengambilnya. Dan kukirimlah sms yang beisi namaku, no. KTP serta alamatku. Sampai disitu, aku sedang menunggu informasi dari adikku tentang laptop yang kutanyakan tadi. Tiba-tiba teman gadunganku itu menelpon lagi mengatakan identitasku udah diketik dan dia minta voucher 3 lembar (katanya) untuk jasa temannya yang mengetikkan KTP-ku. Kecurigaanku semakin bertambah dan akupun tidak mau diperdaya lagi olehnya. Kukatakan pada orang itu barang datang dulu baru aku kasih persenan untuk temannya. Atau kalo kamu kelamaan nunggunya, kamu talangin dulu permintaan temanmu itu dengan uang kamu. Si-gadungan itu ga mau, tetep ngeyel agar aku memberikan voucher 300rb. Malah dia bilang, aku disuruh potong harga pesananku kalo nanti mau bayar. Hmm... semudah itukah? Tidak! Akhirnya kubatalkan semuanya dan kukatakan sama dia bahwa aku ragu kalo dia teman-ku.
Semoga saja informasi KTPku tidak disalah gunakan. Amien....
Hampir saja aku tertipu. Syukurlah akal sehatku jalan dan cepat-cepat menyadari dari perangkap penipuan itu. Kira-kira 2 jam setelah kejadian itu ada sms masuk dengan nomor asing meminta pulsa dengan alasan mau menghubungi keluarga temannya yang kecelakaan di hutan. Kuabaikan sms tsb dan dalam hati aku berkata kenapa ga minta pertolongan ama teman yang dia kenal atau saudaranya? Dasar penipu!!

Setelah kupikir-pikir sehari sebelum kejadian itu aku mendapat telepon dari orang asing dengan modus hampir sama, awalnya setelah aku tanyakan siapa ini? Dia pura-pura mengatakan : "masa' ga kenal sih?" Apa mereka dari komplotan yang sama yaa?
Huuh..! Jaman sudah merdeka masih aja otak-otak kriminal memanfaatkan kecanggihan dan kemudahan teknologi untuk hal-hal jahat seperti itu.
Merdeka dari penjajah bangsa asing bukan berarti merdeka dari "jajahan" bangsa sendiri. Terbukti masih banyak orang sebangsa yang tega menjajah saudara sebangsanya sendiri. Banyak contoh tetapi ga usah diuraikan di sini (capek ngetiknya-red!). Kenyamanan dalam menikmati layanan canggih teknologi masih terganggu oleh oknum-oknum penipu, ini salah satunya. Penjajah bangsa sendiri!

Lain hal...,
Beberapa waktu lalu hingga hari ini hak-ku dirampas oleh ulah orang sehingga aku dirugikan. Kewajiban sudah ditunaikan tetapi hak-ku terabaikan. Dan sangat menyakitkan ketika sesamaku tidak menyertakan aku dalam "kasak-kusuk" mendapatkan hak tersebut. Egois!
Aku berlari sendiri untuk mendapatkan semua hak-ku walaupun hingga hari ini belum kuperoleh. Apakah aku menyerah? Tidak! Aku menunda mendapatkan hak itu karena sesuatu dan lain hal. Rasa kemanusiaanku masih ada. Kutahan semuanya demi kedamaian.
Semoga penindasan hak model begini tidak terjadi lagi....

Kamis, Agustus 05, 2010

Pagi Yang Sepi

Masih awal bulan Agustus, hari ini aku berangkat kerja seperti biasanya. Tumben kantor masih sepi, kataku dalam hati ketika aku tiba di kantor. Baru aku duluan yang datang.
Hmm..., ngenet dulu ahh... daripada bengong ga ada juntrungannya. Cari informasi tentang kesemutan tangan kananku yang belum juga hilang. Padahal Senin lalu aku sudah periksa ke dokter saraf di RS Panti Rapih. Dari hasil pemeriksaan dokter hal yang kualami ini bukan CTS seperti yang kukhawatirkan. Alhamdulillah...
Dokter memberiku resep obat, sudah kuminum obatnya dan sampai hari ini belum ada hasilnya. Duh... aku harus ngapain lagi ya? Cek darah sudah, periksa ke dokter juga sudah. Perlukah aku ke dokter lain untuk memeriksakan lagi tanganku ini?

Jam sudah menunjukkan 08.02 menit, kantor sudah mulai rame karena teman-teman sudah berdatangan. Aktivitas segera dimulai dan hal yang kutunggu-tunggu adalah bulan Ramadhan yang tinggal satu minggu lagi (hmm.., ga ada hubungannya ya ama tulisanku ini?)
Bagiku, suasana Ramadhan selalu menjadi moment indah dalam hidupku. Suasananya yang lain dari bulan-bulan lainnya membuatku semangat menantinya dan menjalaninya.

Marhaban yaa Ramadhan . . .

Jumat, Juli 23, 2010

Cek Darah

Atas saran seorang teman, pagi-pagi aku sudah berada di laboratorium klinik Pramita untuk mengecek darah. Karena sudah 2 bulan ini tangan kananku sering kesemutan. Aku takut kenapa-kenapa dengan kesehatanku.
Jam masih menunjukkan pukul 07.00, lab. relatif sepi karena masih pagi. Wah... lab.nya bagus, nyaman, bersih, pelayanannya ga kalah dengan bank terkemuka, pikirku. Mulai deh norak-ku keluar. Hehehe.... Tapi ga malu-maluin koq! Maklum, aku hampir tidak pernah masuk lab. beginian karena aku sangat malas berurusan dengan lab-lab seperti ini apalagi rumah sakit (kecuali jenguk orang sakit). Bayanganku dulu masuk lab. itu menyeramkan, bau obat-obatan dan banyak dokter berkeliaran memakai jubah putih. Aku paling stres lihat jarum suntik. Parno banget! Setelah melamun sebentar aku langsung ditangani petugas (mungkin dia seorang dokter tapi tidak memakai baju putih) dan langsung mengambil darahku. Tentunya sebelum tindakan itu aku diharuskan berpuasa 10 - 12 jam terlebih dahulu. Btw, aku mau test kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida & asam urat. Dan hasilnya :
  • Kolesterol total : 197 ----> Optimal : kurang dari 200 mg/dL
  • Trigliserida : 68 -----> Normal : kurang dari 150 mg/dL
  • HDL Chol Direk : 66 -----> Optimal : 40 - 60 mg/dL
  • LDL Chol Direk : 120 ----> Optimal : kurang dari100mg/dL, Mendekati Opt: 100 - 129 mg/dL
  • Rasio HDL/LDL : 1,8 -----> Resiko rendah : kurang dari 3
  • Asam Urat : 4,7 -----> 2,6 - 6,0 mg/dL
Dari data diatas hasil test kolesterol, trigliserida dan asam uratku masih normal. Tapi aku harus waspada terhadap kolesterol total dan LDL-ku. Sebaiknya diturunkan lagi dan asam uratnya aku pengen lebih rendah dari hasil yang sudah kuperoleh itu. Nah, kalo HDL-ku tinggi melebihi batas 40 -60 mg/dL berbahaya tidak? Karena yang aku tahu bila HDL tinggi itu lebih baik. Koq aku lupa tanya ma dokter ya? Wah... malah cari info lagi nih?
Terus kenapa dengan kesemutan di tangan kananku masih ada? Apa ada saraf yang terjepit? Ini yang belum aku periksakan. Karena info dari dokter lab. kemungkinan ada saraf yang terjepit, tapi untuk mengetahuinya harus di foto rontgen dulu tulang leherku. Bulan depan saja jika kuobati dengan Neurobion 5000 dan asam mefenamat ga sembuh aku cek lagi ke lab.
Mudah-mudahan bukan penyakit yang serius apalagi gawat. Semoga!

Kamis, Juli 22, 2010

Ozil, Mueller, Rossi

Setelah Piala Dunia 2010 usai pada 11 Juli lalu, mendadak acara tv jadi terasa sepi. Padahal sebelum acara PD dimulai acara tv gitu-gitu aja. Lihat berita politik terlalu berat, karena yang ada cuma protes sana protes sini, nyindir sana nyindir sini. Huuh...!!
Mending nonton bola ya?
Jadi kangen nonton si Mesut Ozil dan Thomas Mueller main bola. Permainan mereka di Piala Dunia lalu sangat memikat. (Mentang-mentang nih pendukung timnas Jerman. hihihi...). Ya iyalah..., lain negara pada nurunin pemain kawakan, Jerman malah nurunin pemain-pemain mudanya. Umurnya masih 20, 21 tahun atau dibawah 25 tahun. Ada sih yang senior seperti Podolski, Klose. Yang aku salut dari timnas Jerman mereka tidak gentar melawan Inggris, Argentina yang notabene tim-tim itu banyak diunggulkan orang. Jerman tetap bermain menawan dan melibas Inggris 4-1, Argentina 4-0 (untuk kemenangan Jerman tentunya). Ahh... betul-betul membuat aku tersenyum melihat teman-temanku yang menyepelekan Jerman :D
Bener-bener bola itu bulat ya paul (si gurita) hehehe...
Kita tunggu Piala Eropa tahun 2012, semoga tidak kiamat. Dan semoga timnas Jerman berhasil lolos ke Piala Eropa. Amien.

Hmm..., hari Minggu lalu gelaran MotoGP di Sachsenring Circuit Jerman. Ehh... ada Rossi muncul dan ikut berlaga. Walaupun belum sembuh betul dari cedera (masih menggunakan tongkat bila jalan) tapi dia tetap ikut berpartisipasi dalam laga tersebut. Start diposisi 5 Rossi sempat tercecer diposisi 7 diawal race, tapi bukan Rossi namanya bila dia tidak bisa melewati lawan-lawan yang berada di depannya. Sempat berada di posisi 3 dan saling kejar dengan Stoner pada saat lap terakhir. Dan akhirnya Rossi finish di posisi 4 setelah Stoner melewatinya. Tidak terlalu jelek hasil Rossi dengan kondisi kesehatan yang belum sempurna setelah cedera bulan Juni lalu di Mugello. Setelah menjalani operasi dan di vonis dokter istirahat 3 bahkan 5 bulan tidak boleh ikut race dulu. Tetapi baru-baru ini sebelum MotoGP digelar di Jerman Minggu lalu, Rossi mendapat lampu hijau dari dokter untuk ikut race kembali.
Cepat sembuh Rossi. Sepi rasanya MotoGP tanpa ente .... :D
Eng ing eng.......

Senin, Juli 12, 2010

Si Paul Dan Kekalahan Tim Favoritku

Inilah si Paul gurita yang mendadak beken karena ramalannya yang tidak pernah meleset selama Piala Dunia 2010. Menebak 7 kali pertandingan Jerman dan 1 kali final Belanda vs Spanyol. Banyak yang senang atas tebakan si paul ini, tetapi tidak sedikit yang kesal atas ramalannya, tentu bagi mereka yang timnya kalah termasuk aku. Hehehe...
Biarlah..., bagaimanapun si paul adalah seekor gurita. Dia tidak tahu-menahu soal sepak bola. Yang dia tahu hanya mengambil makanan yang ada dalam kotak yang disodorkan dihadapannya, dan faktor kebetulan yang beruntun lah yang membuatnya menjadi selebriti piala dunia 2010.

Hmm..., tetap saja tim favoritku di piala dunia kali ini adalah JERMAN.



Setelah Jerman kalah dari Spanyol 0-1 dalam semifinal harapan satu-satunya tim jagoanku adalah Belanda.
Tanggal 11 Juli 2010 dini hari Jerman vs Uruguay untuk memperebutkan posisi ketiga. Lagi-lagi si paul gurita menebak, kali ini Jerman-lah yang jadi pemenangnya. Ternyata benar, Jerman menaklukkan Uruguay dengan score 3-2. Lumayan-lah untuk menghapus rasa sedihku. :D

Pada tanggal 12 Juli 2010 dini hari tadi giliran Belanda vs Spanyol (babak final). Sebelum pertandingan dimulai si paul menebak Spanyol yang menjadi juara kali ini. Dan.... benar-benar sialan si paul gurita itu! Tebakannya jitu! Belanda takluk atas Spanyol 0-1 berkat tendangan Iniesta pada menit ke 116 saat perpanjangan waktu.
Pertandingan dini hari tadi seru, keras dan kasar plus hujan kartu kuning. Belanda mendapat 7 kartu kuning dan 1 kartu merah sedangkan Spanyol 5 kartu kuning. Saling menyerang bikin mata tetap melotot. Tapi ada hal yang membuatku kecewa pada wasit Howard Webb yang memimpin pertandingan tersebut. Beberapa kali tim Spanyol melakukan pelanggaran tidak diganjar kartu kuning atau memberi tendangan bebas pada Belanda atas pelanggaran Spanyol. Pun ketika Iniesta melakukan pelanggaran keras kepada Mark Van Bommel, Iniesta tidak diusir keluar dari lapangan. Nampak sekali wasit agak berat sebelah. Seperti kata Robben, yang menjadi kekecewaan gelandang Bayern Muenchen itu, ketika dirinya berusaha dihentikan Carles Puyol pada menit ke-82. Saat itu, Robben sendirian mengejar umpan Robin van Persie. Robben tetap berhasil menguasai bola, meski Puyol berusaha menjatuhkan. Kendati begitu, peluang tersebut menjadi sia-sia setelah Casillas dengan sigap menangkap bola.
"Ketika aku memperoleh peluang kedua, wasit tak memberikanku tendangan bebas dan Puyol tidak diberikan kartu kuning kedua. Dia memberikan keuntungan bagi tim Spanyol tetapi saya coba bergerak cepat dan kiper terlalu dekat," ungkapnya. Wasit Howard Webb sering membuat keputusan yang merugikan tim Belanda. Seperti yang dikatakan Robben lagi, Webb belum layak memimpin laga penting seperti final Piala Dunia 2010.
Sayang memang Arjen Robben, Wesley Sneijder, Giovanni Van Bronckhost dan lainnya telah berusaha mati-matian menggiring bola ke gawang lawan tapi belum juga membuahkan gol untuk Belanda.
Dan akhirnya...., Spanyol-lah yang memenangkan pertandingan itu.
Hmm.... :(

Hasil pertandingan Sepak Bola Piala Dunia 2010, 11 Juni - 11 Juli 2010,
Juara 1 : Spanyol
Juara 2 : Belanda
Juara 3 : Jerman

Sampai jumpa pada Piala Dunia 2014 di Brazil

Rabu, Juli 07, 2010

Semifinal & Spirit of 42

Seperti yang sudah-sudah aku telat sampai kantor. Apalagi gara-garanya kalo bukan karena nonton sepak bola dini hari tadi. Sejak semalam mataku merem melek nungguin jam pertandingan tersebut. Ini kubela-belain karena yang maju tim Belanda vs Uruguay yang berakhir 3 - 2 untuk kemenangan Belanda. Satu tiket lagi yang mereka peroleh untuk melanjutkan ke babak final.
Dan dini hari nanti giliran Jerman vs Spanyol. Hmm... gelisah lagi menunggu laga tersebut. Harapanku tim jagoanku yang menang lagi. Amien....

Hari ini usiaku bertambah lagi. Alhamdulillah....
Pagi-pagi tadi usai nonton sepak bola ada temanku sms ngucapin ultah buatku. Aku balas dengan ucapan terima kasih. Dia balik sms lagi dan berkata ; mbak Lelly tahajjud ya..? Mungkin dia menanyakan itu karena aku cepat membalas sms-nya dan masih dini hari lagi. Oh my God, kalo saja dia tau aku bukannya tahajjud melainkan baru saja selesai nonton sepak bola, mungkin dia menyesal menanyakan hal itu padaku. Aku sengaja tidak menjawab sms-nya tersebut. Cukup aku mengoreksi diri untuk membenahi kealpaanku. Sejujurnya, aku memang sudah lama tidak tahajjud. Hanya ibadah-ibadah wajib saja yang aku masih jalankan hingga saat ini. Agak frustasi saja, dulu aku rajin tahajjud harapanku tidak/belum dikabulkan Tuhan. Itu yang membuatku malas ber-tahajjud. Rupanya aku tipe orang yang ga betah berlama-lama menunggu.
Tuhan ampuni aku ya...
Rupanya teman-teman dekatku yang lain masih ingat ultahku. Pagi ini beberapa sms kuterima dengan nada yang sama. Demikian juga di fesbuk, mereka mengucapakan selamat ulang tahun untukku.
Via telepon juga ada, dari bapakku, kakakku, adikku, iparku & keponakanku (ngabsen nih) plus dari teman jadul. Mereka menelponku. Terima kasih semuanya, semoga Tuhan selalu melimpahkan kesejahteraan, kebaikan, keselamatan dan kedamaian bagi kita semua. Amien...