Waduh gawat! Sri Mulyani bakal jadi Managing Director World Bank. Itu kabar yang aku baca di salah satu situs surat kabar di internet. Kabar itu membuat IHSG terpuruk hingga 3,47 % pada sesi penutupan pertama tadi. Rupiah pun terkoreksi..!
Kenapa aku curhat di blogku ini tentang dia? Begini, aku sebagai salah satu anak bawang yang mencoba peruntungan di investasi merasa ketar-ketir bila bursa saham Indonesia anjlok saat Sri Mulyani benar-benar hengkang dari Menkeu RI. Dibawah pengawasannya Indonesia lepas dari krisis keuangan dan krisis ekonomi global akhir 2008 lalu. Sri Mulyani juga dapat menekan laju inflasi tahun 2009 (kalo tidak salah) sekitar 2,7 %. Bursa saham Indonesia terbaik se-ASEAN di 2010 ini. Dan masih ada lainnya hasil kerja dia selama mengabdi di RI ini. Jadi itu alasanku kenapa aku curhat di sini.
Memang sih..., uang yang kuinvestasikan (bagi orang lain) dianggap sedikit tapi bagiku banyak. Tapi boleh donk..., aku yang bukan dari kalangan pebisnis mencoba berinvestasi? Lagi pula bunga bank saat ini sangat rendah, belum lagi dipotong biaya administrasi dan pajak! Bukannya serakah, tapi mencoba memutar uang untuk tambahan. Mau dagang aku ga bisa, jadi sah-sah saja kan bila aku ikut main (kecil-kecilan) di dalamnya walaupun sering deg-deg an. Apapun dan berapun yang kudapat, aku selalu mensyukurinya.
Hmm..., sedih ya? Bangga juga! Disatu sisi Indonesia hebat punya orang seperti Sri Mulyani (SM), disisi lain ada yang kurang setuju dia pergi dari pemerintahan RI. Bahkan ada yang menaruh "curiga" atas pemilihan SM menjadi salah satu orang penting di Bank Dunia itu. Biasalah, kasus Century yang belum tuntas. Presiden SBY menyetujui SM di Bank Dunia dibilang aneh! Yang ngomong aneh itu yang aneh! Nyinyir terusss...!! Iri hati atau sakit hati? Tetep selalu ada yang berkoar-koar bila ada orang yang lebih maju dari mereka. Orang kita senengnya begitu. Bertindak begini salah, bertindak begitu salah.
Ok, sukses untuk SM. Kalo bener-bener menerima penunjukan itu berarti SM berkantor di Washington. Keren-keren... Hebat! Ahh, kapan aku bisa jalan-jalan kesana ya?
Jayalah Indonesiaku!!
Adalah sebuah blog yang dimiliki oleh seorang wanita biasa. Memiliki motivasi nge-BLOG yang sederhana dan menyalurkan hobi melamun dengan menuangkan hasil lamunannya dalam bentuk tulisan. Lumayan, memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif... Hehehe...
Rabu, April 28, 2010
Rileks Sebentar...
Dibilang berat, ya itulah pekerjaan. Ga mau dikerjakan lantas siapa yang mau menyelesaikan? Ahh... daripada menimbang-nimbang lebih baik dikerjakan saat ini juga. Alhamdulillah.., sebagian dari itu sudah kulalui. Masih ada yang lain dan belum bisa dikatakan selesai. Tapi AKU harus BISA! Kudengungkan berkali-kali kata-kata itu untuk memacu semangatku. Tidak lupa aku memohon kepadaNya supaya aku diberi kelancaran, kemudahan dan juga keselamatan. Amien....
Pokoknya semua yang bisa membuatku faith kukerjakan. Termasuk tidak menyentuh internet dua minggu-an.
Hmm..., hari ini kumulai lagi petualanganku di dunia maya. Hanya untuk rileks sejenak menghilangkan kepenatan. Nengok fesbuk yang isinya cuma gitu-gitu aja (teman komen dan update status yang semakin tidak bermutu). Narsis Ndeso kuistilahkan seperti itu. Hehehe... Sorry to say-lah!!
Aku kangen blog-ku, aku buka dan mencoba untuk mengisinya walaupun sederhana.
Ini jam istirahat kerja. Kugunakan waktu yang cuma satu jam ini untuk menuangkan sedikit cerita di blogku.
Hari-hari yang lalu sampai dengan sekarang aku masih berkutat dengan pekerjaan. Rasanya seperti never ending job. Ga pa-pa, ini rejeki dari Tuhan karena aku masih diberi pekerjaan. Sok alim ya aku? :D
Hal lain, aku sudah mulai bisa untuk tidak ketergantungan pada aktivitas sms dan bertelepon. Sunyi...! Tapi aku sudah terbiasa dengan kesunyian. Semua harus bisa kuatasi dengan kemampuanku. Yang perlu kupikirkan sekarang adalah menyelesaikan "pekerjaan raksasa".
Karena teramat serius akibatnya Bapakku sudah lama tidak kutelepon (maafkan aku ya Pak?) dan hampir semua telepon yang masuk ke hp-ku missed call.
Ooh iya. I'm forgot. Aku punya janji pada seorang teman untuk menghubunginya. Teman lama, teman kuliah. Mudah-mudahan saja dia tidak protes akibat kelalaianku ini.
Acara lain, aku pengen ke Bali, jalan-jalan! Refreshing buat ganti suasana yang penat ini. Ga ke Bali, ke Jakarta lagi juga ga pa-pa. Atau jalan-jalan ke Bandung. Huuh.. aku udah lama ga ke sana. Kangen ma makanan Sunda. Kangen mau jalan-jalan dan berburu kulinernya plus belanja baju, sepatu/sandal, tas. Pokoknya wanita banget-lah belanjaannya. Hahaha....
Sebetulnya teman-teman SMP-ku pada jalan-jalan ke Bandung minggu lalu. Aku tidak ikut. Entah sudah berapa acara kumpul-kumpul yang mereka adakan tetapi aku selalu absen. Teman-temanku itu paling hobi bikin acara kumpul-kumpul. Ada saja acara dan tempat yang mereka datangi. Datang berkumpul, makan-makan dan ngobrol sambil ketawa-ketiwi. Hmm... asyiknya. Kuacungi 4 jempol buat mereka (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki). Hehehe.... kompak terus yaa & keep in contact! Ok
Wes yo..., aku offline dulu. Hampir jam satu siang. Aku mau kerja lagi.
Mwaach... See you!!
Pokoknya semua yang bisa membuatku faith kukerjakan. Termasuk tidak menyentuh internet dua minggu-an.
Hmm..., hari ini kumulai lagi petualanganku di dunia maya. Hanya untuk rileks sejenak menghilangkan kepenatan. Nengok fesbuk yang isinya cuma gitu-gitu aja (teman komen dan update status yang semakin tidak bermutu). Narsis Ndeso kuistilahkan seperti itu. Hehehe... Sorry to say-lah!!
Aku kangen blog-ku, aku buka dan mencoba untuk mengisinya walaupun sederhana.
Ini jam istirahat kerja. Kugunakan waktu yang cuma satu jam ini untuk menuangkan sedikit cerita di blogku.
Hari-hari yang lalu sampai dengan sekarang aku masih berkutat dengan pekerjaan. Rasanya seperti never ending job. Ga pa-pa, ini rejeki dari Tuhan karena aku masih diberi pekerjaan. Sok alim ya aku? :D
Hal lain, aku sudah mulai bisa untuk tidak ketergantungan pada aktivitas sms dan bertelepon. Sunyi...! Tapi aku sudah terbiasa dengan kesunyian. Semua harus bisa kuatasi dengan kemampuanku. Yang perlu kupikirkan sekarang adalah menyelesaikan "pekerjaan raksasa".
Karena teramat serius akibatnya Bapakku sudah lama tidak kutelepon (maafkan aku ya Pak?) dan hampir semua telepon yang masuk ke hp-ku missed call.
Ooh iya. I'm forgot. Aku punya janji pada seorang teman untuk menghubunginya. Teman lama, teman kuliah. Mudah-mudahan saja dia tidak protes akibat kelalaianku ini.
Acara lain, aku pengen ke Bali, jalan-jalan! Refreshing buat ganti suasana yang penat ini. Ga ke Bali, ke Jakarta lagi juga ga pa-pa. Atau jalan-jalan ke Bandung. Huuh.. aku udah lama ga ke sana. Kangen ma makanan Sunda. Kangen mau jalan-jalan dan berburu kulinernya plus belanja baju, sepatu/sandal, tas. Pokoknya wanita banget-lah belanjaannya. Hahaha....
Sebetulnya teman-teman SMP-ku pada jalan-jalan ke Bandung minggu lalu. Aku tidak ikut. Entah sudah berapa acara kumpul-kumpul yang mereka adakan tetapi aku selalu absen. Teman-temanku itu paling hobi bikin acara kumpul-kumpul. Ada saja acara dan tempat yang mereka datangi. Datang berkumpul, makan-makan dan ngobrol sambil ketawa-ketiwi. Hmm... asyiknya. Kuacungi 4 jempol buat mereka (2 jempol tangan dan 2 jempol kaki). Hehehe.... kompak terus yaa & keep in contact! Ok
Wes yo..., aku offline dulu. Hampir jam satu siang. Aku mau kerja lagi.
Mwaach... See you!!
Selasa, April 13, 2010
Aku Bisa
Aku bisa, aku pasti bisa... Ku tak mau berputus asa... dst. (Terinspirasi iklan Kalbe di tv - red).
Malam minggu yang lalu aku ikut seminar Fire Walk For Exellency. Busyeett... dari jam 14.00 - 01.30 WIB. Ngantuk tapi menyenangkan. Pas sesi jalan di atas bara api yang menyala aku sempat ragu untuk menginjaknya. Bayangkan, dengan kaki telanjang aku harus melewati bara yang menyala merah. Pasti panas! Pikirku. Tapi aku berkata dalam hati, aku bisa! Pasti aku bisa...!! Akhirnya aku jalan di atas bara yang membara itu. Ajaib! Aku tidak merasa sakit dan telapak kakiku tidak melepuh. Dengan pedenya lagi aku mencoba berjalan di atas api yang sedang menyala. Dua kali aku melakukan itu, dan akhirnya kusudahi dengan rasa bersyukur. Thanks God, aku bisa melakukan hal yang kutakuti. Aku bisa mengalahkan kelemahanku dengan kemauan dan keyakinanku.
Itu semua bukan adegan debus atau jatilan. Tidak! Tidak ada mantera-mantera dukun yang dibaca. Hanya dengan sebuah keyakinan aku melakukannya. Jadi aku sekarang mempunyai suatu keyakinan, bahwa apa yang kita yakini bisa, pasti bisa. Bukan berarti mendahului kehendak Tuhan lho..., dan tidak bermaksud melawan kekuasaanNya. Bukan, bukan...! Ini hanya sebuah keyakinan bila kita sedang menghadapi "sesuatu" kita menyakini dan meng-imaninya, pasti akan terkabul yang kita harapkan itu. Makanya mulai saat ini berpikiran yang positif-positif saja biar hasilnya baik.
Oya, sebelum sesi jalan diatas api dan bara, ada sesi menghancurkan papan dan mematahkan besi. Pokoknya ajaib.., semua bisa kulakukan dengan sukses. Persis kayak jagoan kesiangan adeganku. Hahaha.....
Pulang dari seminar langsung tidur. Eh, niat siangnya mau tidur seharian, saudara datang. Ga jadi istirahat malah ngeluyur ke Malioboro. Hmm....
Malamnya nunggu gelaran MotoGP perdana 2010 di Losail - Qatar. Karena diselenggarakan malam hari di sana, jadi di sini tengah malam menjelang subuh. Ga pa-pa, demi acara favoritku. Aku nonton, di mulai jam 24.00 rekaman kualifikasi kemudian dilanjut jam 01.00 kelas Moto2 (pengganti kelas 250 cc). Pas jam 03.00 WIB kelas MotoGP digelar. Greeng greeng..., bunyi motor di gas oleh para ridernya. Dan.... go...!!
Mataku langsung mencari motornya Rossi. Lap demi lap terlewati (ada 22 laps yang harus diselesaikan). Bla, bla, bla......
Akhirnya Rossi memenangkan balap MotoGP itu. Ahh... aku bisa tidur dengan tenang. Udah jam 04.00!
Malam minggu yang lalu aku ikut seminar Fire Walk For Exellency. Busyeett... dari jam 14.00 - 01.30 WIB. Ngantuk tapi menyenangkan. Pas sesi jalan di atas bara api yang menyala aku sempat ragu untuk menginjaknya. Bayangkan, dengan kaki telanjang aku harus melewati bara yang menyala merah. Pasti panas! Pikirku. Tapi aku berkata dalam hati, aku bisa! Pasti aku bisa...!! Akhirnya aku jalan di atas bara yang membara itu. Ajaib! Aku tidak merasa sakit dan telapak kakiku tidak melepuh. Dengan pedenya lagi aku mencoba berjalan di atas api yang sedang menyala. Dua kali aku melakukan itu, dan akhirnya kusudahi dengan rasa bersyukur. Thanks God, aku bisa melakukan hal yang kutakuti. Aku bisa mengalahkan kelemahanku dengan kemauan dan keyakinanku.
Itu semua bukan adegan debus atau jatilan. Tidak! Tidak ada mantera-mantera dukun yang dibaca. Hanya dengan sebuah keyakinan aku melakukannya. Jadi aku sekarang mempunyai suatu keyakinan, bahwa apa yang kita yakini bisa, pasti bisa. Bukan berarti mendahului kehendak Tuhan lho..., dan tidak bermaksud melawan kekuasaanNya. Bukan, bukan...! Ini hanya sebuah keyakinan bila kita sedang menghadapi "sesuatu" kita menyakini dan meng-imaninya, pasti akan terkabul yang kita harapkan itu. Makanya mulai saat ini berpikiran yang positif-positif saja biar hasilnya baik.
Oya, sebelum sesi jalan diatas api dan bara, ada sesi menghancurkan papan dan mematahkan besi. Pokoknya ajaib.., semua bisa kulakukan dengan sukses. Persis kayak jagoan kesiangan adeganku. Hahaha.....
Pulang dari seminar langsung tidur. Eh, niat siangnya mau tidur seharian, saudara datang. Ga jadi istirahat malah ngeluyur ke Malioboro. Hmm....
Malamnya nunggu gelaran MotoGP perdana 2010 di Losail - Qatar. Karena diselenggarakan malam hari di sana, jadi di sini tengah malam menjelang subuh. Ga pa-pa, demi acara favoritku. Aku nonton, di mulai jam 24.00 rekaman kualifikasi kemudian dilanjut jam 01.00 kelas Moto2 (pengganti kelas 250 cc). Pas jam 03.00 WIB kelas MotoGP digelar. Greeng greeng..., bunyi motor di gas oleh para ridernya. Dan.... go...!!
Mataku langsung mencari motornya Rossi. Lap demi lap terlewati (ada 22 laps yang harus diselesaikan). Bla, bla, bla......
Akhirnya Rossi memenangkan balap MotoGP itu. Ahh... aku bisa tidur dengan tenang. Udah jam 04.00!
Sabtu, April 03, 2010
Lagi Sakit...!
Sejak semalam terasanya. Nekat saja aku masuk kerja, toh hari ini Sabtu, biasanya pulang cepat. Ga pa-pa nahan sakit sebentar, pikirku. Eh..., sampai di kantor ternyata 6 orang temanku ga pada masuk. Baru ingat kalo hari ini hari kejepit nasional, karena Jumat kemarin abis tanggal merah/libur. Hmmm... pada kompak ya atau kebetulan? Hehehe...... (Peace! Teman-teman, becanda!)
Wah, sakitku mulai terasa banget. Tapi tanggung ini udah jam 13.00, sebentar lagi aku pulang. Mau ga mau aku harus pulang. Udah ga tahan lagi untuk berlama-lama di sini. Badan panas, lemas, kaki terasa lunglai, kepala mumet. Ahh..., ini penyakit atau teguran Allah ya? Belakangan ini aku kan ga hidup sehat. Terutama soal makanan. Itu pemacu yang kejam yang bisa mempengaruhi anggota tubuh lainnya suaak!! Kalo udah begini baru sadar, betapa pentingnya kesehatan itu kan? (Syukurin...!!)
Udah ahh..., ga kuat lagi rasanya. Dari tadi ngetik keliru terus, delete terus. Itu pertanda udah ga konsentrasi dan jangan dipaksakan untuk bekerja. Istirahat dulu supaya lusa (Senin) aku bisa kembali beraktivitas di kantor. See you...
Wah, sakitku mulai terasa banget. Tapi tanggung ini udah jam 13.00, sebentar lagi aku pulang. Mau ga mau aku harus pulang. Udah ga tahan lagi untuk berlama-lama di sini. Badan panas, lemas, kaki terasa lunglai, kepala mumet. Ahh..., ini penyakit atau teguran Allah ya? Belakangan ini aku kan ga hidup sehat. Terutama soal makanan. Itu pemacu yang kejam yang bisa mempengaruhi anggota tubuh lainnya suaak!! Kalo udah begini baru sadar, betapa pentingnya kesehatan itu kan? (Syukurin...!!)
Udah ahh..., ga kuat lagi rasanya. Dari tadi ngetik keliru terus, delete terus. Itu pertanda udah ga konsentrasi dan jangan dipaksakan untuk bekerja. Istirahat dulu supaya lusa (Senin) aku bisa kembali beraktivitas di kantor. See you...
Kamis, April 01, 2010
Intermezzo
Jam segini di kantor mulai ngatuk. Aktivitas mulai kendor dan gairah kerja tinggal 1/4 tenaga. Jelas ini sudah tidak efektif lagi buat kerja. Tapi aku tetap nekat mencoba untuk konsentrasi pada kerjaan. (Ckckck...., rajin amat? :D)
Hal pertama yang kulakukan mencari sesuatu di internet. Ini kulakukan supaya aku tidak jenuh!
Eit..., aku menemukan sesuatu, yaitu tune in radio lewat internet yang disediakan oleh sebuah radio swasta nasional. Dulu aku pernah menemukan radio Amerika yang online di YM tapi sekarang ga tau kemana radio itu. Udah ga online lagi. Padahal lagunya bagus-bagus, mulai lagu era 60an, 70an, 80an, 90an hingga lagu jaman sekarang. Dari yang jenis Pop, Rock, Jazz, reggae, dll ada.
Duluu... (lagi), jam-jam segini aku pernah chatting conference via YM bareng teman-teman dari Jakarta dan Manado, juga telepon-teleponan lewat YM. Sayang sekali, aku ga mau chatting sambil webcam-an, maluuuu... ga pede!! Hehehee....
Tapi semua itu dulu, sekarang mereka udah punya kesibukan masing-masing dengan fesbuknya. Huuhh....!!
Sebentar..., aku mau menyelesaikan satu pekerjaan yang tertunda sebelum jam istirahat tadi.
( ..............S e d a n g b e k e r j a............. Serius!!)
Oke, udah selesai! Sekarang aku online lagi.....
Aku sedang punya masalah di wajahku. Jerawat nongol (lagi). Sudah satu bulan ini jerawat mengganggu wajahku. Aku dibuat panik dengan munculnya jerawat 4 biji diwajahku, bahkan sekarang nambah satu lagi, total sekarang 5. Udah berbagai macam cara untuk mengusirnya tapi masih tetep aja ga pergi-pergi. Udah ke klinik kulit , krimnya pun udah kuolesin tiap malam. Tapi hasilnyaaa....?? Belum kelihatan juga!
Udah dulu ah..., lagi bete! Lagi ga punya cerita.
Bye..., Happy holiday......
Hal pertama yang kulakukan mencari sesuatu di internet. Ini kulakukan supaya aku tidak jenuh!
Eit..., aku menemukan sesuatu, yaitu tune in radio lewat internet yang disediakan oleh sebuah radio swasta nasional. Dulu aku pernah menemukan radio Amerika yang online di YM tapi sekarang ga tau kemana radio itu. Udah ga online lagi. Padahal lagunya bagus-bagus, mulai lagu era 60an, 70an, 80an, 90an hingga lagu jaman sekarang. Dari yang jenis Pop, Rock, Jazz, reggae, dll ada.
Duluu... (lagi), jam-jam segini aku pernah chatting conference via YM bareng teman-teman dari Jakarta dan Manado, juga telepon-teleponan lewat YM. Sayang sekali, aku ga mau chatting sambil webcam-an, maluuuu... ga pede!! Hehehee....
Tapi semua itu dulu, sekarang mereka udah punya kesibukan masing-masing dengan fesbuknya. Huuhh....!!
Sebentar..., aku mau menyelesaikan satu pekerjaan yang tertunda sebelum jam istirahat tadi.
( ..............S e d a n g b e k e r j a............. Serius!!)
Oke, udah selesai! Sekarang aku online lagi.....
Aku sedang punya masalah di wajahku. Jerawat nongol (lagi). Sudah satu bulan ini jerawat mengganggu wajahku. Aku dibuat panik dengan munculnya jerawat 4 biji diwajahku, bahkan sekarang nambah satu lagi, total sekarang 5. Udah berbagai macam cara untuk mengusirnya tapi masih tetep aja ga pergi-pergi. Udah ke klinik kulit , krimnya pun udah kuolesin tiap malam. Tapi hasilnyaaa....?? Belum kelihatan juga!
Udah dulu ah..., lagi bete! Lagi ga punya cerita.
Bye..., Happy holiday......
Jumat, Maret 19, 2010
Temanku
Bukan main! Bandara sekarang ini seperti terminal bus. Rame dan pengunjungnya dari berbagai kalangan. Kalo jaman dulu yang pergi memakai jasa pesawat hanya orang-orang tertentu dan dari kalangan menegah ke atas, sekarang hal itu sudah tidak berlaku. Bila dulu orang naik pesawat berpakaian rapi dan bersepatu, kalo sekarang tidak begitu. Ada yang cuma pakai sandal dan kaos oblong, ada pula yang tetap dengan pakaian rapinya. Semua boleh saja naik pesawat asalkan bayar dan tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk pesawat.
Hari itu Sabtu sore, aku dan temanku menunggu pesawat yang akan ke Jakarta. Sempat tergesa-gesa pulang dari kantor karena sudah jam 13.50. Sampai di rumah aku cepat-cepat mandi, dandan seperlunya dan kusempatkan sholat Ashar sebelum temanku menjemputku.
Selesai…, temanku datang menjemput dan segera kami meluncur ke bandara.
Semoga pesawatnya ga telat ya Nin, kataku pada temanku itu.
Iya Lel.., jadi kita nyampe Jakarta ga kemalaman.
Aku mengangguk setuju. Kemudian kami ngobrol sekenanya. Dari yang ngerumpiin kerjaan sampe ke hal yang ga penting dibahas macam mengomentari infotainment kasus Gary Ishak yang super pengecut itu. Huuh… laki-laki seperti itu dibuang ke laut saja. Ga perlu dipertahankan apalagi diperebutkan!!
Pukul 16.40 WIB terdengar suara dari petugas bandara untuk mempersilakan penumpang pesawat tujuan Jakarta segera boarding. Kami beranjak meninggalkan ruang tunggu menuju pesawat. Penumpangnya banyak, itu terlihat dari antrian menuju tangga pesawat.
Tiba di dalam, aku segera meletakkan tas di bagasi atas seatku. Begitupun Nina, kami cuma membawa satu tas saja.
Selama perjalanan kami ngobrol, sekali-kali diam karena mulai kehabisan bahan cerita. Tidak terasa pesawat segera landing di Cengkareng. Dan.., glerr... roda pesawat menyentuh landasan. Seperti yang sudah-sudah, sebagian penumpang mulai sibuk berbenah. Kenapa mereka tidak mau bersabar menunggu pesawat benar-benar berhenti baru melakukan itu? Belum lagi pesawat berhenti bunyi HP di on kan mulai terdengar. Wah…, ndeso tenan.
Keluar dari bandara, sepupunya Nina sudah menunggu. Kami bertiga langsung menuju ke kota. Tujuan pertama cari makan. Keliling-keliling akhirnya kami makan di La Piazza.
Selesai makan kami bertiga melanjutkan perjalanan. Jalan-jalan saja keliling Jakarta. Hehehe…, maklum temanku ini hobinya jalan. Bagi dia itu hiburan selain belanja. Nina memang boros untuk urusan yang satu ini. Dia tidak berhitung sudah berapa banyak uang yang keluar untuk hobinya itu. Termasuk perjalanan ini dia semua yang membiayainya (yang ketiban rejeki aku… :D ). Nina, Nina…. Untung saja penghasilanmu besar dan kamu belum punya banyak tanggungan. Gumamku dalam hati.
Hari Minggu kami jalan lagi. Kali ini ke Mangga Dua. Beli ini itu, macam-macam yang diborong Nina. Aku cuma beli tas dan baju. Setelah dari Mangga Dua kami pergi ke Pondok Indah Mall dan Plaza Indonesia. Oh my God, mau beli apa disini? Harganya mahal-mahal, kataku dalam hati.
Setelah capek jalan, kami cari makan, lapar!! Nina lagi pengen makan steak katanya. Kemudian sepupunya mengantarkan kami ke Sizzler. Bagus Nin…, jauh-jauh dari Jogja jangan makan makanan yang biasa-biasa saja kataku. Dua hari ini kita tidak usah diet. Kita manjakan lidah dan perut kita. Kataku ke dia. Ninapun tertawa mendengar omonganku itu.
Setelah selesai makan kita masih jalan lagi. Jam masih menunjukkan pukul 20.00 WIB. Kami ngikut aja kemana sepupu Nina ajak. Yang penting jalan! Karena Senin pagi kami harus pulang ke Jogja ikut penerbangan pertama.
Dalam perjalanan pulang menuju Jogja aku dan Nina tidur, tepatnya setelah pesawat take off. Ngantuk karena kurang tidur. Kami terbangun setelah pramugari memberitahu bahwa pesawat sebentar lagi landing.
Jogja…?? Ya Jogja, sudah sampai Jogja lagi. Berarti kerja lagi, kataku dalam hati. S.E.M.A.N.G.A.T !!! I like Monday… hehehe…
Dari pertemanan itu aku menemukan ketulusan Nina terhadapku. Seorang teman yang tidak memandang siapa aku atau siapa kamu. Tidak pelit dan suka menolong siapa saja yang butuh pertolongannya. Tidak juga ingin diperlakukan layaknya bos walaupun dia layak dikatakan bos. Berbeda dengan yang kurasakan, pertemananku dengan seseorang yang kuanggap baik ternyata tidak seperti yang kuharapkan. Banyak perhitungan, tidak setia kawan, pelit dalam menolong dan aku sangat kecewa padanya. Selama ini aku selalu berusaha baik terhadapnya, tapi yang kuterima koq sangat mengecewakan ya? Terbersit olehku ingin membalas kejahatannya, tapi aku sadar itu sama saja aku seperti dia. Melihat kasus yang terjadi pada bosku, walaupun dia kecewa membeli sesuatu yang ternyata tidak beres dan dicurangi, dia tetap baik terhadap orang yang telah membuat dia kecewa. Bukankah Nabi Muhammad SAW pun memberi contoh demikian pada umatNya? Tetap berbuat baik kepada sesama walaupun disakiti atau dijahati.
Begitulah teman, kadang membuat kita senang, kadang membuat kita kecewa. Karena itu jangan menaruh harapan pada teman, berharaplah hanya kepada Tuhan. Wah, sok nasehati ya aku? Kayak ustadjah aja. Hehehe....
Buat Nina, Good luck! Semoga kamu tetap menjadi teman yang baik bagi semua. Dan semoga di tempat yang baru nanti kamu betah, tambah sukses dan jangan lupa ma kita-kita di sini.
Hari itu Sabtu sore, aku dan temanku menunggu pesawat yang akan ke Jakarta. Sempat tergesa-gesa pulang dari kantor karena sudah jam 13.50. Sampai di rumah aku cepat-cepat mandi, dandan seperlunya dan kusempatkan sholat Ashar sebelum temanku menjemputku.
Selesai…, temanku datang menjemput dan segera kami meluncur ke bandara.
Semoga pesawatnya ga telat ya Nin, kataku pada temanku itu.
Iya Lel.., jadi kita nyampe Jakarta ga kemalaman.
Aku mengangguk setuju. Kemudian kami ngobrol sekenanya. Dari yang ngerumpiin kerjaan sampe ke hal yang ga penting dibahas macam mengomentari infotainment kasus Gary Ishak yang super pengecut itu. Huuh… laki-laki seperti itu dibuang ke laut saja. Ga perlu dipertahankan apalagi diperebutkan!!
Pukul 16.40 WIB terdengar suara dari petugas bandara untuk mempersilakan penumpang pesawat tujuan Jakarta segera boarding. Kami beranjak meninggalkan ruang tunggu menuju pesawat. Penumpangnya banyak, itu terlihat dari antrian menuju tangga pesawat.
Tiba di dalam, aku segera meletakkan tas di bagasi atas seatku. Begitupun Nina, kami cuma membawa satu tas saja.
Selama perjalanan kami ngobrol, sekali-kali diam karena mulai kehabisan bahan cerita. Tidak terasa pesawat segera landing di Cengkareng. Dan.., glerr... roda pesawat menyentuh landasan. Seperti yang sudah-sudah, sebagian penumpang mulai sibuk berbenah. Kenapa mereka tidak mau bersabar menunggu pesawat benar-benar berhenti baru melakukan itu? Belum lagi pesawat berhenti bunyi HP di on kan mulai terdengar. Wah…, ndeso tenan.
Keluar dari bandara, sepupunya Nina sudah menunggu. Kami bertiga langsung menuju ke kota. Tujuan pertama cari makan. Keliling-keliling akhirnya kami makan di La Piazza.
Selesai makan kami bertiga melanjutkan perjalanan. Jalan-jalan saja keliling Jakarta. Hehehe…, maklum temanku ini hobinya jalan. Bagi dia itu hiburan selain belanja. Nina memang boros untuk urusan yang satu ini. Dia tidak berhitung sudah berapa banyak uang yang keluar untuk hobinya itu. Termasuk perjalanan ini dia semua yang membiayainya (yang ketiban rejeki aku… :D ). Nina, Nina…. Untung saja penghasilanmu besar dan kamu belum punya banyak tanggungan. Gumamku dalam hati.
Hari Minggu kami jalan lagi. Kali ini ke Mangga Dua. Beli ini itu, macam-macam yang diborong Nina. Aku cuma beli tas dan baju. Setelah dari Mangga Dua kami pergi ke Pondok Indah Mall dan Plaza Indonesia. Oh my God, mau beli apa disini? Harganya mahal-mahal, kataku dalam hati.
Setelah capek jalan, kami cari makan, lapar!! Nina lagi pengen makan steak katanya. Kemudian sepupunya mengantarkan kami ke Sizzler. Bagus Nin…, jauh-jauh dari Jogja jangan makan makanan yang biasa-biasa saja kataku. Dua hari ini kita tidak usah diet. Kita manjakan lidah dan perut kita. Kataku ke dia. Ninapun tertawa mendengar omonganku itu.
Setelah selesai makan kita masih jalan lagi. Jam masih menunjukkan pukul 20.00 WIB. Kami ngikut aja kemana sepupu Nina ajak. Yang penting jalan! Karena Senin pagi kami harus pulang ke Jogja ikut penerbangan pertama.
Dalam perjalanan pulang menuju Jogja aku dan Nina tidur, tepatnya setelah pesawat take off. Ngantuk karena kurang tidur. Kami terbangun setelah pramugari memberitahu bahwa pesawat sebentar lagi landing.
Jogja…?? Ya Jogja, sudah sampai Jogja lagi. Berarti kerja lagi, kataku dalam hati. S.E.M.A.N.G.A.T !!! I like Monday… hehehe…
Dari pertemanan itu aku menemukan ketulusan Nina terhadapku. Seorang teman yang tidak memandang siapa aku atau siapa kamu. Tidak pelit dan suka menolong siapa saja yang butuh pertolongannya. Tidak juga ingin diperlakukan layaknya bos walaupun dia layak dikatakan bos. Berbeda dengan yang kurasakan, pertemananku dengan seseorang yang kuanggap baik ternyata tidak seperti yang kuharapkan. Banyak perhitungan, tidak setia kawan, pelit dalam menolong dan aku sangat kecewa padanya. Selama ini aku selalu berusaha baik terhadapnya, tapi yang kuterima koq sangat mengecewakan ya? Terbersit olehku ingin membalas kejahatannya, tapi aku sadar itu sama saja aku seperti dia. Melihat kasus yang terjadi pada bosku, walaupun dia kecewa membeli sesuatu yang ternyata tidak beres dan dicurangi, dia tetap baik terhadap orang yang telah membuat dia kecewa. Bukankah Nabi Muhammad SAW pun memberi contoh demikian pada umatNya? Tetap berbuat baik kepada sesama walaupun disakiti atau dijahati.
Begitulah teman, kadang membuat kita senang, kadang membuat kita kecewa. Karena itu jangan menaruh harapan pada teman, berharaplah hanya kepada Tuhan. Wah, sok nasehati ya aku? Kayak ustadjah aja. Hehehe....
Buat Nina, Good luck! Semoga kamu tetap menjadi teman yang baik bagi semua. Dan semoga di tempat yang baru nanti kamu betah, tambah sukses dan jangan lupa ma kita-kita di sini.
Jumat, Maret 12, 2010
Luwehh...!!
Kutarik napas dalam-dalam saat aku berusaha sabar menerima kelakuaan orang-orang yang sangat menjengkelkan hati. Aku diam, aku tidak mau lagi ambil pusing dengan segala sepak terjang mereka. Selalu ingin dimengerti dan minta dimengerti dan diladeni terus! Aku selalu mengalah dan mengalah tanpa harus diminta. Tapi kalo terus-terusan seperti itu, adakah yang mau ngertiin aku?
Klimaks..., akhirnya aku mengabaikan muka-muka menyebalkan yang mendiamkan aku. Dulunya aku selalu menyapa duluan supaya tidak terjadi "perang dingin" terus, tapi sekarang LUWEHH...!! Aku bersikap seperti ini salah? Mbo' ben luweh...!!
Semalam aku dan Yustin pergi ke angkringan Lek Man yang disebelah stasiun KA Tugu itu. Lama tidak nyetir mobil waktu malam ternyata membuatku tidak peka terhadap sekeliling. Mataku silau kena pantulan lampu kendaraan lain. Wah, sekarang butuh konsentrasi penuh mengemudi di malam hari. Mataku tidak setajam dulu. Tidak se-yakyak'an jaman SMA dulu. Hahaha...
Angkringan masih rame walaupun jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Aku langsung pesan kopi joss dan makan sebungkus nasi kucing plus gorengan. Tau tidak, yang ngangeni dari tempat ini adalah kopi jossnya. Uenaakkk tenan! Kopi item dicemplungi arang. Josss...!! Ga kalah enaknya ma kopi Starbucks!
Ngobrol ngalor ngidul ga taunya jam sudah menunjukkan pukul 23. 15. Koq cepet banget ya malam ini bergulir? Rasanya baru saja duduk, tau-tau udah beranjak tengah malam. Ahh.., sekarang pikiranku jauh lebih tenang. Muka-muka "tuuutt..." (sensor-red!) itu sudah kulupakan. Lebih tepatnya aku sudah masa bodoh!
Tepat pukul 23.3o kami pergi meninggalkan angkringan Lek Man. Kami menyusuri jalan Malioboro sambil melihat orang-orang yang makan di lesehan. Suasana lengang dan mengasyikkan. Inilah suasana Jogja yang tidak pernah kulupa. Jadi ingat lagunya KLA Project "Yogyakarta". Sambil bersenandung kecil aku dan temanku terus menyusuri jalanan Jogja yang sepi. Asyik, lega dan tidak se-krodit siang hari. Hmm....
Good morning Jogja..., jarum jam sudah menunjukkan pukul 24.25 WIB
Klimaks..., akhirnya aku mengabaikan muka-muka menyebalkan yang mendiamkan aku. Dulunya aku selalu menyapa duluan supaya tidak terjadi "perang dingin" terus, tapi sekarang LUWEHH...!! Aku bersikap seperti ini salah? Mbo' ben luweh...!!
Semalam aku dan Yustin pergi ke angkringan Lek Man yang disebelah stasiun KA Tugu itu. Lama tidak nyetir mobil waktu malam ternyata membuatku tidak peka terhadap sekeliling. Mataku silau kena pantulan lampu kendaraan lain. Wah, sekarang butuh konsentrasi penuh mengemudi di malam hari. Mataku tidak setajam dulu. Tidak se-yakyak'an jaman SMA dulu. Hahaha...
Angkringan masih rame walaupun jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Aku langsung pesan kopi joss dan makan sebungkus nasi kucing plus gorengan. Tau tidak, yang ngangeni dari tempat ini adalah kopi jossnya. Uenaakkk tenan! Kopi item dicemplungi arang. Josss...!! Ga kalah enaknya ma kopi Starbucks!
Ngobrol ngalor ngidul ga taunya jam sudah menunjukkan pukul 23. 15. Koq cepet banget ya malam ini bergulir? Rasanya baru saja duduk, tau-tau udah beranjak tengah malam. Ahh.., sekarang pikiranku jauh lebih tenang. Muka-muka "tuuutt..." (sensor-red!) itu sudah kulupakan. Lebih tepatnya aku sudah masa bodoh!
Tepat pukul 23.3o kami pergi meninggalkan angkringan Lek Man. Kami menyusuri jalan Malioboro sambil melihat orang-orang yang makan di lesehan. Suasana lengang dan mengasyikkan. Inilah suasana Jogja yang tidak pernah kulupa. Jadi ingat lagunya KLA Project "Yogyakarta". Sambil bersenandung kecil aku dan temanku terus menyusuri jalanan Jogja yang sepi. Asyik, lega dan tidak se-krodit siang hari. Hmm....
Good morning Jogja..., jarum jam sudah menunjukkan pukul 24.25 WIB
Jumat, Maret 05, 2010
Lanjutkan Pak SBY
Siip...!! Pidato Presiden SBY menanggapi sidang paripurna DPR RI kasus Bank Century semalam mantap dan mengena. Dengan sabar, tenang Pak SBY menyampaikan pidato setengah jam begitu elok. Walau ada yang bilang hanya itu-itu saja, ga ada hal yang baru tetapi pidato Pak SBY cukup membuat adem hati kita. Biarkan saja mereka berkoar-koar. Semakin kelihatan bodoh dan dungunya mereka yang cuma bisa mencerca, mencela dan memaki-maki. Orang-orang di negeri ini begitu pandai berkomentar tanpa mereka sadar sudah berbuat apa untuk negeri ini? Ga jelas!
Saat ini opini publik memang sedang memojokkan Pak SBY dan partai demokrat, tetapi people power saya yakin masih banyak yang mendukung Pak SBY. Lanjutkan Pak SBY. Kalo perlu Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani tidak usah diganti. Karena mereka terbukti telah menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi dan perbankan tahun 2008. Indeks harga saham yang tadinya terpuruk dan BEI sempat disuspend 3 hari, kini IHSG sudah berkibar lagi dikisaran 2.500an - 2.600an dalam waktu setahun. Kenaikan 50% dari keterpurukan tahun 2008.
Rupiah kala itu sempat melejit Rp. 12.100/US dollar sekarang bertengger di 9.200 an - 9.300 an. Kembali seperti saat sebelum krisis global melanda.
Kenapa orang-orang masih tidak berterima kasih atas kinerja pemerintahan Pak SBY? Bukankah dalam pemerintahan ini korupsi diberantas, walau belum semuanya kelar. Terorisme dihancurkan satu per satu. GAM berdamai dengan Indonesia. Anggaran pendidikan naik. Dan masih ada yang lainnya dari hasil kerja pemerintahan ini.
Eit.., yang baca blogku jangan sewot. Mungkin ada salah satu atau salah dua yang kontra pada pemerintahan SBY? Aku sarankan untuk berpikiran positif dulu pada pemerintahan ini, resapi dan rasakan bedanya. Hehehe..... Peace! :D
Saat ini opini publik memang sedang memojokkan Pak SBY dan partai demokrat, tetapi people power saya yakin masih banyak yang mendukung Pak SBY. Lanjutkan Pak SBY. Kalo perlu Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani tidak usah diganti. Karena mereka terbukti telah menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi dan perbankan tahun 2008. Indeks harga saham yang tadinya terpuruk dan BEI sempat disuspend 3 hari, kini IHSG sudah berkibar lagi dikisaran 2.500an - 2.600an dalam waktu setahun. Kenaikan 50% dari keterpurukan tahun 2008.
Rupiah kala itu sempat melejit Rp. 12.100/US dollar sekarang bertengger di 9.200 an - 9.300 an. Kembali seperti saat sebelum krisis global melanda.
Kenapa orang-orang masih tidak berterima kasih atas kinerja pemerintahan Pak SBY? Bukankah dalam pemerintahan ini korupsi diberantas, walau belum semuanya kelar. Terorisme dihancurkan satu per satu. GAM berdamai dengan Indonesia. Anggaran pendidikan naik. Dan masih ada yang lainnya dari hasil kerja pemerintahan ini.
Eit.., yang baca blogku jangan sewot. Mungkin ada salah satu atau salah dua yang kontra pada pemerintahan SBY? Aku sarankan untuk berpikiran positif dulu pada pemerintahan ini, resapi dan rasakan bedanya. Hehehe..... Peace! :D
Kamis, Maret 04, 2010
Memalukan Dan Memilukan
Sidang paripurna DPR RI kasus Bank Century yang berlangsung 2 hari ricuh. Di dalam dan di luar gedung sama kacaunya. Yang di dalam anggotanya heboh sendiri-sendiri, hujan interupsi tak terhindarkan. Sempat bersitegang dan nyaris adu jotos saat mikrofon mati. Menuduh sang pemimpin sidang otoriterlah, ga becuslah, dan lain sebagainya. Persis di pasar, teriak-teriak nawarin dagangannya. Katanya anggota dewan yang terhormat..? Koq kelakuannya tidak terhormat? Dan tidak bermartabat! Janjane sopo to sing maling?
Yang di balkonpun sama urakannya. Teriak-teriak kayak orang yang ga punya etika. Sungguh MEMALUKAN dan MEMILUKAN!!
Yang di luar gedung tak kalah seru. Demo yang digerakkan oleh beberapa orang yang kontra pemerintah unjuk gigi. Yang pro pemerintahpun ga mau ketinggalan. Rame-rame turun dijalanan, ning mbuh... do mudeng kabeh ga sih masalahe?
Yang di balkonpun sama urakannya. Teriak-teriak kayak orang yang ga punya etika. Sungguh MEMALUKAN dan MEMILUKAN!!
Yang di luar gedung tak kalah seru. Demo yang digerakkan oleh beberapa orang yang kontra pemerintah unjuk gigi. Yang pro pemerintahpun ga mau ketinggalan. Rame-rame turun dijalanan, ning mbuh... do mudeng kabeh ga sih masalahe?
Langganan:
Postingan (Atom)