Sabtu, April 23, 2011

Magnum Pertamaku

Setelah sekian lama mencari, akhirnya kutemukan ice cream Magnum yang bikin penasaran itu. Produk Wall's yang baru itu tuh.., yang iklannya masih berseliweran di tv. Sayang hanya dua varian yang ada dari tiga yang ditawarkan. Kuambil kedua-duanya dan langsung kubawa pulang. Hmm.... enak juga, rasa coklatnya melekat hingga kunyahan terakhir. hahaha.... lebay! Kalo dirasa-rasa, rasanya tidak jauh beda dengan Feast produk Wall's lainnya. Hanya beda tingkat ketebalan coklatnya saja dari magnum.
Haaahhh...., habis dua magnum sekaligus! Katanya mau diet? Wah, mana betah bila lihat ice cream coklat didepan mata? Dietnya ditunda dulu saja! hehehe....

Kamis, April 21, 2011

Bravo Real Madrid

Pukul 03.00 WIB, laga Copa Del Rey dimulai. Aku sudah menunggunya sejak jam 02.00. Sambil kucek2 mata yang masih ngantuk, aku segera ke kamar mandi cuci muka dan psssttt.... (pipis! hehe...) kemudian buat kopi.
Selesai semua aku langsung nongkrong di depan tv untuk nonton suguhan menarik dari negeri nun jauh di sana.

Siap-siap!
Dan... mulai sudah pertempuran dua kubu yang saling berseteru.
Dal dul dal dul.... bola ditendang kesana kemari oleh pemain-pemain itu. Dan... akhirnya pecah kebuntuan Real Madrid selama ini untuk menumbangkan Barcelona. Final Copa Del Rey dini hari tadi menyuguhkan permainan bagus dari dua kubu tersebut. Aku senang Ozil dimainkan sejak awal laga. Tapi sayang..., Benzema, Higuain dan Kaka tidak diturunkan sama sekali hingga laga usai. Mungkin disimpan Mou (Jose Mourinho-Red!) untuk laga berikutnya melawan Valencia di La Liga (Liga BBVA) atau barangkali disimpan untuk main di semifinal Liga Champions? Ga tau ahh...!

Babak pertama Madrid bermain lebih bagus dari Barca. Berkali-kali gawang Barca terancam oleh skuad ibukota ini. Tendangan Ronaldo, Ozil dan Pepe nyaris merobek gawang Barca, tapi belum rejeki kali yaa... hingga pluit babak pertama skor masih 0-0.

Pada babak kedua, kali ini Barca lebih dominan menguasai bola. Aku sempat dag dig dug melihat Messi cs menggempur tim Ronaldo hingga beberapa kali gawang Madrid terancam. Lagi-lagi... babak kedua ini belum rejeki bagi kedua klub raksasa Spanyol untuk mencetak gol. Akhirnya perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Dan pada menit ke 102 (ini yg kulihat ditayangan tv sana) Ronaldo membuyarkan impian Barca yang ingin merebut trebel dalam musim ini. Gol lewat sundulan Ronaldo mengubah kedudukan menjadi 1-0 hingga laga berakhir untuk kemenangan Real Madrid.

Selasa, April 19, 2011

2 Raksasa Spanyol

Minggu dini hari lalu (18 April 2011) lanjutan Liga BBVA/La Liga berlangsung di stadion Santiago Bernabeu, dimana stadion ini adalah rumah klub Real Madrid.
Pukul 02.30 wib aku sudah bangun. Padahal waker yang kupasang baru bunyi 02.50. Terlalu pagi aku bangun…, sepertinya aku tidak mau ketinggalan mengikuti hajatan besar di stadion itu. Segelas kopi kuseduh untuk menemaniku nonton liga ini. Kenapa kubela2in nonton? Ini duel El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona, dua klub raksasa Spanyol. Sebetulnya, dua-duanya aku suka. Barcelona yang saat ini dinahkodai oleh Pep Guardiola terkenal dengan permainan yang mempunyai skema dan pemain handal dan sudah terbangun lama, sedangkan Real Madrid yang sekarang dalam asuhan Jose Mourinho adalah klub dengan permainan pragmatis yang mempunyai kualitas pemain-pemain handal dan berkelas. Tapi aku harus tetap memilih mana yang menjadi andalanku. Ya…betul, aku memilih Real Madrid walupun sedikit was-was karena Barcelona dalam musim ini hampir tidak pernah terkalahkan. Ingat Liga Champions 2009 lalu dimana Barcelona vs MU...? Saat itu aku memihak Barcelona yang nyatanya memang sebagai pemenang waktu itu.

Pukul 03.00 wib. Kick off…
Sedikit agak terkejut waktu melihat komposisi pemain Real Madrid. Jose Mourinho tidak memasang Mesut Ozil sebagai starter. Higuain-pun tidak diturunkan. Pepe sebagai bek harus bekerja sejak awal mengawal Xabi Alonso bersama Sami Khedira di lini tengah.
Dalam 45 menit pertama tidak terjadi gol. Barcelona bermain menekan sedangkan Real Madrid bermain bertahan sambil mengumpan balik serangan-serangan panjang.

Babak kedua dimulai. Permainan masih sama. Pada menit 52 Raul Albiol melakukan pelanggaran menjatuhkan David Villa di kotak penalti. Kartu merah diacungkan wasit untuk Albiol yang mengharuskan dia keluar dari lapangan. Otomatis Madrid bermain dengan 10 orang. Hadiah penalti pun di dapat Barca yang dieksekusi Messi dan menembus gawang Casillas. 1-0 untuk Barca.
Pada menit 57, Ozil masuk menggantikan Benzema. Kemudian menit 66 Alonso ditarik keluar dan digantikan Adebayor. Pun dari pihak Barca melakukan hal sama, penarikkan 2 pemainnya dan digantikan oleh pemain lainnya. Beberapa menit setelah itu belum juga menghasilkan gol lagi bagi kedua kubu. Dan pada menit 80, Dani Alves membuat pelanggaran di kotak penalti dengan menjegal Marcelo. Kartu kuning untuk Alves karena pelanggaran dan kartu kuning untuk Valdes (penjaga gawang Barca) karena protes berlebihan pada wasit. Kini, Madrid-lah yang mendapat hadiah penalti yang kemudian di eksekusi Ronaldo. Gol menjadi imbang 1-1 hingga peluit panjang berbunyi setelah pertambahan waktu 4 menit dibabak kedua.

Pertarungan dua raksasa itu belum berakhir. Hari Rabu malam waktu Spanyol atau Kamis 21 April 2011 dini hari waktu Indonesia, duel terjadi lagi. Kali ini final Copa Del Rey (Piala Raja). Sedangkan tanggal 27 April adalah leg pertama semifinal Liga Champions dan 3 Mei 2011 leg kedua Liga Champions. Kita tunggu siapa yang bakal jadi pemenang dan juaranya.
Yang pasti aku tetap memihak tim asal Spanyol untuk duel final Liga Champions nanti melawan pemenang semifinal MU vs Stoke 26 April (leg 1) dan 4 Mei 2011 (leg 2).
Setelah ini usai barulah aku tidur nyenyak karena praktis aku hanya mengikuti seri-seri MotoGP yang sedang berlangsung. Untung saja MotoGP banyak digelar sore/petang hari. Hanya 2 atau 3 seri saja tengah malam di Indonesia karena perbedaan waktu (di Amerika siang dan Qatar yang selalu dimulai malam hari).

Senin, April 04, 2011

Weekend Yang Kelabu

Ini postingan pertamaku di bulan April 2011.
Kemarin menjadi liburan yang menyebalkan. Niat hati menghibur diri dengan menonton sepak bola di malam minggu jadi terasa hambar saat Real Madrid mengalami kekalahan dari Sporting Gijon.
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 22.45. Sebenarnya mataku hampir tidak bisa diajak kompromi lagi. Kupaksain melek karena yang main adalah tim favoritku. Sebelumnya, dari berita yang kuperoleh bahwa tim ini menghadapi Spoting Gijon tanpa pilar andalan seperti Ronaldo, Benzema dan Marcello karena cedera. Sedikit agak pesimis aku dibuatnya, karena lawan mereka meski bukan tim unggulan setidaknya pernah mengkandaskan ambisi Barcelona yang tidak terkalahkan dengan menahan imbang 1-1 beberapa waktu lalu.
Higuain yang baru pulih pasca operasi diturunkan Jose Mourinho pada babak kedua. Tindakan ini tetap tidak membawa keberuntungan bagi Real Madrid. Sebetulnya permainan anak-anak asuhan Jose Mourinho ini tidaklah buruk. Berkali-kali menekan tim lawan dan tendangan bola dari gelandang andalan Ozil, Di Maria, Adebayor, Khedira dan Higuain pun nyaris merobek gawang lawan. Sayang tendangan mereka masih teratasi oleh yang empunya gawang, atau… kalau tidak begitu bola keluar melewati gawang. Tepat menit ke 76 gawang Iker Casillas dijebol pemain Sporting Gijon. Dan hingga menit berakhir kedudukan tetap 1-0 untuk Sporting Gijon. :(
Yah, semoga Selasa nanti atau Rabu dini hari Real Madrid bisa bangkit melawan Tottenham Hotspur dalam Liga Champions Eropa (perempat final) walau katanya Ronaldo dan Benzema (lagi2) tidak diturunkan karena cedera yang belum sembuh itu.

Kembali menikmati sport di tv. Jadwal MotoGP seri 2 digelar di Jerez. Pukul 17.00 diawali kelas Moto2. Kelas MotoGP baru digelar pada jam 19.00 WIB. Rossi yang start diposisi 12 membuatku tidak banyak berharap. Selain cedera bahunya yang belum fit 100% dan motor barunya yang belum stabil ditangannya, aku berharap Rossi dapat finish dengan baik dan bisa masuk lima besar. Eh… ternyata setelah bendera start dikibarkan Rossi membuat kejutan secara perlahan. Memperbaiki posisinya menjadi ke 9, ke 7 kemudian sedikit demi sedikit dia melewati lawan-lawannya ; Spies, Dovizioso, Pedrosa dan Lorenzo. Tetapi nasib tidak bagus dialami Rossi saat lap ke 20 dia melewati Stoner yang berada di posisi ke 2, dia melakukan kesalahan dan gubraakk..! Dia jatuh dan Stoner pun tidak dapat menghindari kecelakaan tersebut. Malang nasib Stoner tidak dapat melanjutkan balapan tersebut dan Rossi masih dapat bangkit dan memulai diurutan 15. Akhirnya Rossi finish posisi 5, podium pertama Lorenzo, kedua Pedrosa, ketiga Heyden.
Lintasan yang licin karena hujan sebelumnya membuat rider banyak yang berjatuhan. Selain Rossi, ada Toni Elias, Spies, Simoncelli, Randy De Puniet, Karel Abraham, dan tim dari Perancis (aku lupa namanya) ikut merasakan licinnya aspal Jerez. Dikelas Moto2 begitu juga, rider-ridernya banyak yang tumbang karena tidak dapat menghindari licinnya sirkuit.

Weekend yang kelabu… selain jagoanku menelan kekalahan, hari Minggu kemarin Jogja diguyur hujan seharian, dari pagi hingga malam. Aku tidak kemana-mana, hanya didalam rumah saja dan pintu rumah tidak kubuka sama sekali. Cuma satu jendela yang kubuka untuk menandakan bagi tetangga bahwa aku sudah bangun. Hehehe…

Senin, Maret 21, 2011

Postingan Maret

Hmm... menjelang akhir Maret aku belum punya postingan baru. Tidak ada hal yang menarik untuk diceritakan, tetapi seperti suatu kewajiban aku harus mengisi blog tiap bulannya. Serasa mempunyai hutang bila terlewatkan, meski hanya satu postingan saja itu sudah cukup.
Memang tidak mudah bercerita, walau terkadang khayalanku (cerita) sudah ada untuk dituangkan disini. Ada saja yang membuatku gagal "nggedabrus" disitus ini. Kalo ga masalah internet yang lelet, daya khayalku (baca : mengarang-red!) tiba-tiba saja macet yang tidak kuketahui alasannya. (Woo... si kambing hitam lagi-lagi menjadi alasan). Hehe...

Begini, (pemaksaan cerita nih). Sabtu 12 Maret lalu jam 08.00 wib aku ke Jakarta. Tiga hari di sana cukup untuk melepas kejenuhan. Ada suatu acara yang harus kuhadiri, sekalian refreshing lah karena sudah setahun setengah aku tidak cuti.

Tiba di Cengkareng jam 08.55 wib
Jakarta pagi hari di hari Sabtu, masih terasa lengang karena sebagian kantor libur. Praktis tidak ada kendala macet, taksi yang kutumpangi meluncur mulus dan tiba ditujuan masih jam 10.00 wib.
Acara jam 11.00 wib molor hingga baru mulai selepas adzan Dzuhur. Setelah acara kelar barulah sorenya aku jalan-jalan menyusuri ibukota yang macet bin bundet itu. Malam minggu ketemu teman... kita jalan rame-rame ke Blok M dan makan malam di Kebayoran Baru.
Keesokan harinya jadwal jalan-jalan masih berlanjut. Inginnya ke Dufan (tempat favoritku nih bila ke Jakarta. Hehe... Kayak anak kecil ya?), tapi tidak jadi karena siang Jakarta diguyur hujan. Akhirnya ke Mangga Dua setengah harian dilanjut ke Plaza Indonesia, EX, Grand Indonesia hingga ke Kebon Kacang makan nasi uduk. Aku yang masih penasaran ama nasi uduk yang konon kabarnya top banget itu, akhirnya kesampaian juga makan di sana. Ternyata rasanya tidak istimewa seperti yang kubayangkan. Standard saja!
Di Mangga Dua kusempet-sempetin belanja, di PI dan sekitarnya cuma lihat-lihat saja, gila pa mau belanja disitu? Harganya selangit!
Setelah jalan-jalan dan makan aku pulang ke rumah saudaraku. Hari sudah malam, tapi aku harus mandi karena badan lengket semua. Setelah selesai mandi aku diajak saudaraku ke Depok untuk melihat anaknya (keponakanku) yang buka klinik 24 jam disana. Dalam perjalanan ke Depok mataku rasanya lengket. Ngantuk banget! Tapi kupaksakan saja ikut, mumpung disana sekalian nengok keponakan.
Akhirnya sampai juga di kliniknya. Wah... ga terasa ponakanku sudah dewasa dan memulai kehidupan dengan menjadi seorang dokter. Moga-moga dia berhasil menyumbangkan ilmunya bagi masyarakat sekitar. Amien....

Hari Senin aku pulang. Mampir ke Senayan dulu sebelum ke bandara. Terpaksa pulang siang karena tiket pesawat yang kudapat jadwal keberangkatannya siang hari. Delay satu jam... membuatku harus makan siang di bandara terminal 3. Susananya agak sepi karena di situ cuma AirAsia dan keberangkatan haji saja.

Hari ini cuaca diluar begitu panas. Waktunya makan siang sekarang, tapi aku malas mau keluar. Padahal perut dah keroncongan. Mana lagi mata ngantuk karena semalam aku begadang nunggu gelaran pertama 2011 MotoGP di Losail Qatar. Rossi, Rossi... bangkitlah!
Belakangan ini aku sering bangun tengah malam, seperti ada yang ngebangunin saja. Apalagi kalo aku sudah berniat nonton sepakbola... tiba-tiba saja mataku langsung terbangun pada jam event bola itu berlangsung. Iya ya... Liga Champions Eropa sedang berlangsung dan bulan April depan sudah memasuki perempat final. Aku senang jagoanku Real Madrid bisa menundukkan Olimpique Lyon. Begitupun Barcelona bisa menghempaskan Arsenal dienambelas besar. Sama-sama maju diperempat final dan beruntung dalam undian mereka tidak bertemu dibabak tersebut.

Aku lapar. Diluar panas, mau keluar males. Tapi kalo ga keluar perutku melilit minta diisi. Moga-moga panas terik ini bukan pertanda hujan badai nantinya. Biasanya seperti itu, siang panas terik sorenya hujan lebat. Kayak Sabtu lalu... hujan angin plus petir malam harinya.

Sabtu, Februari 26, 2011

Salah Kostum

Berkaitan undangan pada tanggal 24 Februari lalu, akhirnya aku bisa juga memenuhi undangan tersebut. Aku ijin tidak masuk kerja pada hari itu.

Undangan kuterima melalui sms tanggal 22 Februari pagi. Tidak disebutkan harus memakai baju apa? Karena itu aku memilih baju sedikit santai (blus lengan panjang krem bercorak bunga dan celana panjang coklat tua) plus sepatu coklat muda dan tas kecil warna senada. Wajahku kudandani ala kadarnya tanpa blush on, eye shadow, eyeliner, ataupun pensil alis. Wajahku hanya kututupi dengan bedak yang sebelumnya dialasi pelembab dan foundation. Aku termasuk orang yang kurang suka berdandan. Ini terbukti dari lipstick yang kupunya cuma satu, bedak satu. Tidak punya blush on, eye shadow, eyeliner, dan juga pensil alis. Alisku pun tidak kucukur seperti kebanyakan wanita lain. Apa adanya, yo opo anane ngene…!? Stop sampai disitu tentang dadanan minimalisku.
Berangkat ke gedung utama UGM, ternyata aku salah kostum. Seharusnya baju yang dikenakan : wanita memakai kain panjang / sarung (semacam kebaya modern begitulah) dan pria-nya memakai stelan jas. Haah…?? Aku sudah terlanjur memakai baju yang kusebutkan tadi. Agak malu saat aku memasuki ruangan yang sudah mulai banyak tamunya itu. Kulihat sekitarnya memang memakai busana yang sudah ditentukan. Dengan muka kucuek-cuekin, aku, kakak dan istrinya duduk dibagian tengah yang sudah duluan ada adik + istrinya serta saudaraku. Aku berangkat bersama kakakku dan istrinya yang juga sama-sama salah kostum (kakakku memakai kemeja batik lengan panjang) dan istrinya memakai baju muslim gamis. Lumayanlah kakak iparku ga begitu kelihatan saltum dibanding aku memakai celana panjang.
Kulihat beberapa saudaraku yang lain sudah berada dideretan depan, kami sapa mereka sambil berjabat tangan.
Rupanya adik iparku tahu, bila busana yang harus dikenakan ada ketentuannnya. Tapi dia pikir kami sudah mengetahui hal itu. Dan geeeerrr…. Kami tertawa kecil akan kejadian tersebut.
Pukul 10.00 WIB, upacara Pengukuhan Guru Besar dimulai. Agak berbeda dari upacara wisuda S1 dan S2 yang pernah kulihat. Ini yang dikukuhkan cuma satu orang. Tidak ada sambutan pidato dari rektor ataupun dekan. Pidato satu-satunya hanyalah dari sang Guru Besar yang akan dikukuhkan itu.
Sekitar 10 menit berlalu setelah acara dibacakan para guru besar (termasuk beberapa undangan guru besar universitas dari Aceh, Kalimantan, Bandung, Semarang, Surabaya) memasuki ruangan senat.
Tiba saatnya kakak sepupuku membacakan pidatonya di depan Rapat Terbuka Majelis Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Judul pidatonya : “KEPATUHAN PENERAPAN STANDAR MUTU UNTUK MEWUJUDKAN STANDARD MINDED PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH”.
20 menit berlalu aku masih mengikuti pidatonya dengan baik. Bergeser pada menit-menit selanjutnya aku mulai mengantuk. Mungkin ini akibat bangun terlalu malam (dini hari). Dan juga aku tidak mengerti masalah teknik bangunan jalan, jembatan, bandara dan tentang transportasi, mulailah aku merasa jenuh. Ditambah suasana ruangan yang sejuk karena hembusan ac menyelimuti rungan. Kulihat beberapa tamu lainnya juga mengalami hal serupa denganku.
Hampir satu jam akhirnya pidato itu selesai juga. Para guru besar meninggalkan ruangan dilanjutkan pemberian ucapan selamat kepada kakak sepupuku yang sudah sah menyandang gelar Profesor didepan namanya dalam usia 45 tahun. Lengkap sudah gelar akademisnya hingga jenjang tertinggi. Memang layak dia menyandang gelar tersebut. Orangnya rajin, cerdas dan berkemauan keras untuk mencapai suatu tujuan. Selalu lulus berpredikat cum laude sejak S1, S2, S3.
Acara ditutup dengan jamuan makan siang ala standing party di gedung pertemuan Kagama dengan hiburan pameran batik + fashion show batik, alunan biola dan piano, serta tidak ketinggalan gamelan Jawa. Sekitar 1500 tamu undangan memadati gedung pertemuan tersebut memberi ucapan selamat pada sang empunya gawe.

Senin, Februari 21, 2011

Kondangan Dan Film Hollywood

Intermezzo :
Pergi kondangan kemarin siang. Waktunya dandan ribet dan siap-siap jawab pertanyaan yang itu-itu saja. Kenapa? Apalagi kalo bukan pertanyaan : "Kapan nih?" - Maksudnya, kapan undangannya? Yang berarti, kapan aku menikah?
Sejujurnya aku malas pergi kondangan. Malas dengan basa-basi bila bertemu orang yang menanyakan seperti yang kukatakan diatas. Tapi apa mau dikata, undangan kemarin dari seorang teman. Tidak datang ga enak. Ntar kalo ketemuan pasti nanyain, "koq ga datang waktu nikahanku?"
Begitulah, akhirnya aku melangkahkan kaki pergi memenuhi undangan temanku itu. Benar saja, ketika aku bertemu teman di sana mereka menanyakan hal itu. Jawaban yang sudah ada di kepala kukeluarkan. "Tunggu aja, tinggal tulis nama mempelai laki-lakinya diundangannya", jawabku santai sambil tersenyum...
------ tanggal 24 Februari 2011, undangan upacara pengukuhan kakak sepupu sebagai Guru Besar UGM - Fakultas Teknik (Tek. Sipil), di Balai Senat UGM, gedung pusat UGM, sayap utara lantai 2 - UGM. Semoga aku dapat menghadiri acara tersebut.

Daaag.... Hollywood !!

Ribut-ribut ngomongin Hollywood mau boikot Indonesia dari import film-nya. Kenapa takut? Kenapa harus ngomel-ngomel? Emang bisa mati kalo ga nonton film dari sana? Udah saatnya kita punya sikap atas arogansi Hollywood selama ini. Kita telah didikte, diatur oleh mereka! Kesenjangan antara industri film dalam negeri yang tidak imbang. Pajak industri film dalam negeri lebih besar dibanding pajak film Hollywood / film import.



Inilah penyebab pemerintah menaikkan pajak impor film :

Pajak film impor lebih murah daripada pajak film nasional. Pajak impor cuma dibebani per satu kopi film, yakni Rp 1 juta per kopi. Rata-rata film impor menyetor lebih kurang Rp 15 juta per judul untuk 15 kopi film. Dalam 12 tahun terakhir, film asing yang diimpor rata-rata 180 judul dengan total kopi sekitar 2.500 kopi sehingga rata-rata hanya 15 kopi per judul.

Sementara itu, film nasional harus membayar pajak untuk beberapa hal, mulai dari bahan baku, peralatan produksi, pajak atas artis, karyawan, pajak saat proses produksi, pajak pasca-produksi, dan untuk penggandaan kopi film. Jadi, jika dihitung, maka produser film nasional harus menyiapkan 10 persen lebih untuk pajak. Film seperti Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta yang biaya produksinya Rp 5 miliar harus mengeluarkan pajak senilai Rp 500 juta.

Di Thailand, pajak film menggunakan sistem per meter panjang film tersebut. Angkanya 1 dollar AS per meter. Rata-rata setiap kopi film impor mengeluarkan 3.000 dollar AS per kopi atau lebih kurang Rp 30 juta. Itu artinya 30 kali lipat lebih besar dari pajak yang dipungut oleh Pemerintah Indonesia.

So..., sadarlah!! Jangan cengeng hanya karena Hollywood ga ngedarin filmnya di sini.

Senin, Februari 14, 2011

Palentinan...?? :(

Ga semestinya menanyakan hal bodoh!
Sebeeeeeeeeeeeeeelllllllllll.....!! Kepancing ma manusia GeNit... Hahaha





Jadwal Liga Champions (16 besar) :
AS Roma vs Shakhtar Donetsk, AC Milan vs Tottenham Hotspur, Valencia vs Schalke 04, Inter Milan vs Bayern Munich, Olympique Lyon vs Real Madrid, Arsenal vs Barcelona, Olympique Marseille vs Manchester United, dan FC Copenhagen vs Chelsea.

Leg pertama tanggal 15-16 dan 22-23 Februari 2011. Leg kedua pada 8-9 dan 15-16 Maret 2011. Pertandingan menggunakan sistem home and away.

Kamis, Februari 10, 2011

Negeri Barbar

Beberapa hari lalu kita lagi-lagi dikejutkan aksi anarkis sekelompok orang di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Bentrokan antara warga dan jamaah Ahmadiyah mengakibatkan 3 orang tewas, rumah jamaah Ahmadiyah dihancurkan sekelompok manusia yang mengatas namakan agama. Begitu beringas dan menyeramkan kulihat wajah-wajah mereka tersorot kamera tv. Tangan mengacung keatas membawa pentungan, golok, leher berkalung sorjan, kepala/wajah ditutupi sorjan, ada pula yang tanpa atribut seperti itu, mereka seraya melafadzkan nama Tuhan sambil menghajar kaum lawan tanpa peri kemanusiaan. Ckckck… sungguh pemandangan yang amat menakutkan!
Keesokkan harinya, tanpa sengaja aku membaca berita disebuah surat kabar online bahwa terjadi lagi aksi kekerasan di Temanggung. Pemicunya adalah seorang yang bernama Antonius Richmon Baweyang pria Manado yang datang dari Jakarta mengedarkan selebaran yang menyinggung umat Muslim setempat. Oleh Pengadilan setempat dia hanya dihukum 5 tahun penjara. Warga merasa kurang puas atas putusan hakim dan terjadilah amuk massa yang anarkis. Sasarannya kantor Pengadilan, rumah ibadah, sekolah, dan kendaraan warga, mobil polisi dihancurkan. Persis ulah para bar-bar ; anarkis, kejam dan beringas.
Mulailah aku gelisah melihat berita-berita itu sambil ngedumel…. Dasar malu-maluin agama saja perbuatan mereka!? Brutal, tidak mencerminkan seorang yang beragama. Apa bedanya mereka dengan seorang pembunuh? Benarkah Tuhan mengajarkan demikian? TIDAK !! Mereka saja yang keblinger merasa paling suci, paling benar atas tindakannya. Apa yang mereka buat seolah-olah sudah direstui Tuhan? TIDAK !!
Tidak adakah cara-cara yang lebih halus, sopan, cara-cara yang lebih bermartabat sebagai manusia yang beragama?

Sangat disayangkan mengapa pihak kepolisian tidak bisa meredam amuk massa yang demikian beringas?? Kalah beranikah mereka? Atau sekelompok orang beringas itu (katanya) mendapat dukungan dari orang penting di negeri ini? Semoga saja tidak yaa…
Aku tidak mengerti orang-orang itu. Begitu cepat tersulut amarah mereka dan begitu tololnya orang yang memprovokasi kaum yang berseberangan dengannya.

Pernah suatu ketika (beberapa tahun lalu), seorang temanku yang beda keyakinan makan siang lauk rica-rica babi di depanku. Dengan basa-basi dia minta maaf kepadaku tanpa bergeser dari hadapanku. Kubiarkan saja dia makan makanannya dan aku bergeser dari hadapannya. Hal-hal kecil seperti itu kuabaikan saja karena aku sadar aku hidup dalam lingkungan yang berbeda. Yang penting temanku tidak mengganggu / mempengaruhi / menghina keyakinanku. Akupun tidak lantas emosi karena temanku makan daging babi dihadapanku, kuanggap dia masih sopan dan meminta maaf terlebih dahulu terhadapku.

Lain lagi cerita (masih cerita masa lalu),
Seorang teman lainku yang kebetulan beda keyakinan juga denganku. Dia seorang laki-laki, entah karena dia punya hati terhadapku atau karena alasan lain, sadar atau tidak, dia beberapa kali mengirim sms renungan hariannya kepadaku. Dia sangat tahu, aku ini pemeluk Islam. Awalnya aku membalas dengan hal-hal netral saja karena aku menghormati dia dan agama yang dipeluknya. Tapi lama kelamaan dia seperti tidak tahu diri, tetap mengirim sms sejenis terhadapku. Aku merasa mulai terganggu…, kubilang sama temanku itu kalo dia salah tujuan mengirim sms-sms tersebut, dan aku tekankan kepadanya bahwa aku seorang Muslim! Seketika itu dia tidak menjawab smsku dan langsung menghilang bak ditelan bumi. Salahkah aku bersikap tegas terhadapnya?
Kenapa dia memaksakan diri mencari perhatianku dengan hal seperti itu? Tidakkah dia bisa bersikap arif seperti yang ditunjukkan teman-temanku yang lain yang non Muslim juga? Mereka sama sekali tidak mempengaruhi atau menyinggung hal-hal yang berkaitan tentang agama. Kadang-kadang aku lupa bila bicara dengan mereka, aku merasa seperti bicara dengan orang yang sama keyakinan denganku. Inilah yang kumaksud... indahnya kebersamaan dalam perbedaan. Saling mengerti, menghormati, menghargai dan tidak saling mempengaruhi.

Semoga saja negeri ini bisa aman, damai. Wong berteman ama yang berbeda itu enak juga koq. Nyatanya aku aman-aman saja berdampingan dengan yang berbeda.