Ochin bohong lagi. Lagi lagi bohong...
Apa dikira aku ga tau ya? Ahh... pura-pura aja ga tau. Biar dia ke Ge eR-an kalo kebohongannya tidak diketahui olehku. Dasaaarrr...!! Penyakit orang yang ga mutu.
Mboh wis..., aku ora mudeng. Lama-lama isi blogku ini ikutan ga mutu kalo isinya cuma gini-gini aja.
Adalah sebuah blog yang dimiliki oleh seorang wanita biasa. Memiliki motivasi nge-BLOG yang sederhana dan menyalurkan hobi melamun dengan menuangkan hasil lamunannya dalam bentuk tulisan. Lumayan, memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif... Hehehe...
Jumat, November 13, 2009
Kamis, November 12, 2009
Puiiihhh...!!
Ga semestinya aku bertemu lagi ama anjing ras itu. Rasanya pengen nendang sejauh mungkin dari hadapanku, kalo ga aku ingat anjing juga adalah makhluk Tuhan.
Sumpah...!! Muak rasanya lihat tampang dan kelakuannya yang menyebalkan. Aku jadi berpikir, buat apa bagus kemasan tapi kelakuannya busuk! Puiihh..., sakit perutku ngeliat anjing itu.
Sumpah...!! Muak rasanya lihat tampang dan kelakuannya yang menyebalkan. Aku jadi berpikir, buat apa bagus kemasan tapi kelakuannya busuk! Puiihh..., sakit perutku ngeliat anjing itu.
Rabu, November 11, 2009
It's Not Too Late
Untuk memulai hal baru yang bisa merubah pada sesuatu yang lebih baik dari saat ini. Tapi kenapa selalu mendapat halangan yang itu-itu saja, yang bikin 'eneg' dan pengen banget nampar orang itu!! Huuh..., memang susah bicara ama orang (maaf)'budeg hati' dan ga punya nurani. Mending ngomong sama si bryan kucing penjaga rumahku yang pemalas itu. Paling enggak dia diam dan mendengarkan omonganku sambil tiduran diatas keset depan rumah.
Bryan, untung aku masih punya hati yang baik dan ga tegaan (ceilehh..!!), jadi masih bisa ketahan perbuatan brutal itu. Kalo enggak aku bisa menjadi manusia buas seperti nenek moyangmu yang di hutan itu. Ihh... amit-amit, jangan sampe!!
It's not too late. Betul ga bryan...? Mulai saat ini kita harus semangat. Semangat membangun hal-hal yang bisa membuat kita survive. Makanya, kenapa aku suka Oshin. Semangat dia yang pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan ini. Seorang gadis cilik hingga dewasa terus menerus berjuang untuk meraih yang lebih baik. Bisa ga ya aku seperti dia? Minimal semangat juangnya
Bryan, untung aku masih punya hati yang baik dan ga tegaan (ceilehh..!!), jadi masih bisa ketahan perbuatan brutal itu. Kalo enggak aku bisa menjadi manusia buas seperti nenek moyangmu yang di hutan itu. Ihh... amit-amit, jangan sampe!!
It's not too late. Betul ga bryan...? Mulai saat ini kita harus semangat. Semangat membangun hal-hal yang bisa membuat kita survive. Makanya, kenapa aku suka Oshin. Semangat dia yang pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan ini. Seorang gadis cilik hingga dewasa terus menerus berjuang untuk meraih yang lebih baik. Bisa ga ya aku seperti dia? Minimal semangat juangnya
Jumat, November 06, 2009
Hal Baru
Hal baru ga selalu tidak nyaman. Ada positifnya yang kuperoleh, paling enggak aku membiasakan mandi lebih pagi lagi, jam 06.00 udah cebar-ceburr... guyur air disekujur tubuh. Berangkat kerja lebih pagi dan mengurangi kebiasaan buruk kelamaan leyeh-leyeh di rumah. Biasanya sih jam 06.30 aku baru mandi, dan berangkatnya lebih nyantai, yang penting ga telat nyampe kantor. Kadang-kadang telat juga nyampenya. Hihihi....
Dari segi ketidak nyamanan yang kutemui dari hal baru ini : Pekerjaan rumahku keteteran, semakin amburadul karena waktu mengerjakannya terburu-buru dan waktunya sedikit. Kalo kuforsir badanku yang tidak kuat. Akhirnya..., ya sudahlah! Sekuat aku mengerjakan pekerjaan rumahku. Toh yang menghuni rumahku hanya aku sorangan, paling yang komplin adik atau kakak pas kalo mereka main ke rumah plus tetangga yang membatin. Hehehe...
No problemo!!
Dari segi ketidak nyamanan yang kutemui dari hal baru ini : Pekerjaan rumahku keteteran, semakin amburadul karena waktu mengerjakannya terburu-buru dan waktunya sedikit. Kalo kuforsir badanku yang tidak kuat. Akhirnya..., ya sudahlah! Sekuat aku mengerjakan pekerjaan rumahku. Toh yang menghuni rumahku hanya aku sorangan, paling yang komplin adik atau kakak pas kalo mereka main ke rumah plus tetangga yang membatin. Hehehe...
No problemo!!
Minggu, November 01, 2009
Hari Minggu Pagi
Good morning my day...!!
Jogja cerah, Jogja gerah. Panas buangeett...!! Sampe 37 derajat celcius katanya. Pantas cucianku cepet keringnya.
Hari ini ga ada yang istimewa untuk diceritain. Ga ada curhat, ga ada berita spektakuler yang asik buat dibahas. Berita TV pun masih berkutat soal KPK vs POLRI.
Hidup KPK!! Wuihh.. hubungannya apa? Pendukung aja, biar KPK ga dibubarin atau dikebiri. Wis, wis... aku ga mau ikut campur berkomentar. Ora mudeng.
Diary dear,
Online di internet pagi2 membuat pikiran fresh lagi. Tadi sarapan ketan + bacem koro & benguk, enak banget. Untung bacemnya ga begitu manis, jadi masih keterima ma tenggorokanku. Kalo ga pasti wis ta' lepeh bacem itu. Aku ga suka makanan yang manis-manis.
Yo wis, aku abis ini mau ke Indogrosir dulu. Mau belanja bulanan.
Have a nice Sunday
Jogja cerah, Jogja gerah. Panas buangeett...!! Sampe 37 derajat celcius katanya. Pantas cucianku cepet keringnya.
Hari ini ga ada yang istimewa untuk diceritain. Ga ada curhat, ga ada berita spektakuler yang asik buat dibahas. Berita TV pun masih berkutat soal KPK vs POLRI.
Hidup KPK!! Wuihh.. hubungannya apa? Pendukung aja, biar KPK ga dibubarin atau dikebiri. Wis, wis... aku ga mau ikut campur berkomentar. Ora mudeng.
Diary dear,
Online di internet pagi2 membuat pikiran fresh lagi. Tadi sarapan ketan + bacem koro & benguk, enak banget. Untung bacemnya ga begitu manis, jadi masih keterima ma tenggorokanku. Kalo ga pasti wis ta' lepeh bacem itu. Aku ga suka makanan yang manis-manis.
Yo wis, aku abis ini mau ke Indogrosir dulu. Mau belanja bulanan.
Have a nice Sunday
Sabtu, Oktober 31, 2009
Antara Sayang, Cinta Dan Siksaan Batin
Busyeett, aku dicurhati lagi ma si Upik. Duh Pik, aku sendiri kalo punya masalah seperti kamu, pasti nangis juga. Tapi gimana donk.., kita kan teman. Saling dengerin curhat dan saling menasehati, iya ga? (sok tua kamu Lel..!!) Hahaha…., bisa aja aku ini!? Sorry Pik, kita sama-sama wanita. Ga jauh beda kan? (Perasaan kita maksudku).
Hmm... Pik, aku upload di blog ya ceritamu? Bereslah, masalah identitas aku rahasiakan. Oke? (Upik sudah setuju-red!)
Mulai cerita nih.
Benar-benar suatu dilema. Bagaimana tidak, Upik yang tulus memberi sayang dan cintanya pada Upak ternyata menemukan hal yang pahit. Upak dengan segala kepedean dan kearoganannya merendahkan martabat Upik sebagai perempuan. Kata Upik, Upak dulu tidak seperti itu. Upak orangnya perhatian, bijaksana, sopan dan tidak menyakiti. Intinya dia orang yang baik. ( titik!)
Begini…,
Pada mulanya mereka berteman, kemudian menjalin hubungan secara baik-baik. Upak yang mengawali pernyataan sikap atas perasaannya pada Upik. Upikpun menyambutnya dengan senang hati, karena Upik memang mempunyai perasaaan yang sama seperti Upak.
Singkat kata merekapun menjalin hubungan asmara. Ditengah perjalanan cinta mereka, tanpa dinyana-nyana, Upak ber-ulah. Sikap yang ditunjukkan Upak belakangan sangat menyakitkan hati dan perasaan Upik.
Upik bertahan untuk tetap bisa menerima kelakuan Upak yang menyakitkan itu karena rasa sayangnya pada Upak, tentunya. Kebodohan yang dibuat Upik ini berulang-ulang, dan Upik menyadari itu. Jengah rasanya aku melihat ulah Upik yang stupid ini. Sudah berulang-ulang kuperingatkan, tapi Upik menerima omonganku hanya dengan menangis tanpa bisa merubah sikapnya. Abis gimana..., aku masih sayang sama Upak? Aku ga bisa pergi darinya, kata Upik sambil menangis. Tapi kamu jangan mau juga disiksa batin seperti itu! Kataku balik pada Upik.
Sekitar dua minggu kemudian,
Tidak kusangka-sangka Upik bilang ke aku, bahwa dia akan melupakan Upak. Bantu aku untuk melupakan dia, katanya padaku. Oke, aku setuju atas tekat bulatnya membuat keputusan ini. Berani mengambil resiko walaupun itu tidak mudah. Melawan perasaan sayang, cinta untuk diubah menjadi hambar dan benci! Kata Upik.
Kubilang pada Upik, jangan kamu benci dia, itu hanya semakin menyakiti hati kamu. Matikanlah perasaan sayang dan cintamu terhadapnya. Ubahlah perasaan itu sebagai hal yang hambar, datar tanpa harus membenci. Terimalah dia sebagai teman biasa, tanpa harus menyimpan dendam. Karena perasaan dendam, benci atau menjauhi dia hanya akan semakin menyiksa batinmu. Alamaak…, dalem banget!
Pik, kamu pasti bisa! Ini pernah kulakukan pada saat aku mengalami hal yang sama seperti kamu.
Alhamdulillah..., aku baik-baik saja sampai sekarang. Aku tidak punya rasa dendam pada mantan-mantanku, walaupun mereka pernah jahat terhadapku dan aku tidak pernah terlintas sama sekali untuk membalas perbuatan mereka. Satu hal yang perlu diingat, saat kita mengikhlaskan perbuatan mereka, disitulah kita memenangkan pertarungan batin yang hebat.
Kamu tahu Pik, salah satu dari mantanku mengalami kejadian yang tidak kuduga sama sekali. Awalnya kukira dia mendapatkan kesempurnaan hidup saat dia memilih pasangan hidupnya. Seorang wanita, bekerja disalah satu bank, dinikahinya. Mereka hidup bahagia, mereka sama-sama bekerja & sekarang sudah dikaruniai anak
Tahu tidak, aku dengar si-mantan sudah tidak bekerja di instansi tempat dia kerja dulu, dengar-dengar ada perampingan di tempat kerjanya. Tapi tidak masalah bagi dia karena dia punya usaha sendiri yang dikelolanya dan kakaknya. Seperti biasa, pasang surut bisnis mereka alami juga. Sudah sampai di situ….
Seiring berjalannya waktu, aku dengar kabar lagi, bahwa dia baru saja kehilangan anak. Anak keduanya meninggal karena keteledoran pengasuhnya. Dan yang terbaru dari kabar yang sama sekali ga kucari-cari ini (semua kabar kuperoleh datang dengan sendirinya), katanya dia sekarang luntang-lantung ga kerja. Sesaat aku tertegun, apa ini teguran atau balasan dari Tuhan atas perbuatannya dulu? Dia meninggalkanku demi wanita lain & bersikap sangat menyakitkan terhadapku. Dia juga masih punya hutang padaku yang hingga saat ini belum lunas. Sudah kutagih beberapa kali, sampai-sampai aku malu menagihnya. Tetap saja dia selalu mengelak dan mempermainkan perasaanku.
Hai bung…, jangan main-main dengan hutang dan janji..!! Bisa celaka bila tidak dibereskan.
Sekali lagi aku menarik napas dalam-dalam saat aku mengetahui dia dengan segala problema hidupnya.
Lagi dan lagi…,
Ada lagi mantanku yang lain, Pik. Dia sudah bercerai. Orang ini pernah menyepelekan aku. Dulunya sih dia pernah suka ma aku, pernah pacaran juga kami saat dia belum menikah. Tapi kami putus karena sikapnya yang tidak menarik dan sangat tidak gentleman.
Singkatnya,
Dari cerita yang kuperoleh (ceritanya setelah dia cerai nih), dia lagi kepingin cari pendamping hidup lagi. Kabarnya dia sudah dapat pacar baru, tapi tersandung karena ulah pacarnya itu. Dia menginginkan wanita yang punya banyak uang, tapi sayang disaat dia sudah mendapatkan wanita yang diinginkan, malah si wanita itu (pacarnya-red!) pergi meninggalkannya bersama uang yang dititipkan pada si pacar tersebut.
Haah…? Rupanya sepadan dengan perbuatannya, dia sering mempermainkan wanita dulunya. Menganggap remeh terhadap wanita yang tidak kaya dan selalu menganggap enteng untuk menaklukkan wanita.
Tapi Pik..., aku sama sekali tidak girang mendengar semua itu. Kujadikan semuanya sebagai cerminan hidup, agar aku lebih berhati-hati dalam hidup ini. Sepak terjang kita ada konsekuensinya.
Hmm... Pik, aku upload di blog ya ceritamu? Bereslah, masalah identitas aku rahasiakan. Oke? (Upik sudah setuju-red!)
Mulai cerita nih.
Benar-benar suatu dilema. Bagaimana tidak, Upik yang tulus memberi sayang dan cintanya pada Upak ternyata menemukan hal yang pahit. Upak dengan segala kepedean dan kearoganannya merendahkan martabat Upik sebagai perempuan. Kata Upik, Upak dulu tidak seperti itu. Upak orangnya perhatian, bijaksana, sopan dan tidak menyakiti. Intinya dia orang yang baik. ( titik!)
Begini…,
Pada mulanya mereka berteman, kemudian menjalin hubungan secara baik-baik. Upak yang mengawali pernyataan sikap atas perasaannya pada Upik. Upikpun menyambutnya dengan senang hati, karena Upik memang mempunyai perasaaan yang sama seperti Upak.
Singkat kata merekapun menjalin hubungan asmara. Ditengah perjalanan cinta mereka, tanpa dinyana-nyana, Upak ber-ulah. Sikap yang ditunjukkan Upak belakangan sangat menyakitkan hati dan perasaan Upik.
Upik bertahan untuk tetap bisa menerima kelakuan Upak yang menyakitkan itu karena rasa sayangnya pada Upak, tentunya. Kebodohan yang dibuat Upik ini berulang-ulang, dan Upik menyadari itu. Jengah rasanya aku melihat ulah Upik yang stupid ini. Sudah berulang-ulang kuperingatkan, tapi Upik menerima omonganku hanya dengan menangis tanpa bisa merubah sikapnya. Abis gimana..., aku masih sayang sama Upak? Aku ga bisa pergi darinya, kata Upik sambil menangis. Tapi kamu jangan mau juga disiksa batin seperti itu! Kataku balik pada Upik.
Sekitar dua minggu kemudian,
Tidak kusangka-sangka Upik bilang ke aku, bahwa dia akan melupakan Upak. Bantu aku untuk melupakan dia, katanya padaku. Oke, aku setuju atas tekat bulatnya membuat keputusan ini. Berani mengambil resiko walaupun itu tidak mudah. Melawan perasaan sayang, cinta untuk diubah menjadi hambar dan benci! Kata Upik.
Kubilang pada Upik, jangan kamu benci dia, itu hanya semakin menyakiti hati kamu. Matikanlah perasaan sayang dan cintamu terhadapnya. Ubahlah perasaan itu sebagai hal yang hambar, datar tanpa harus membenci. Terimalah dia sebagai teman biasa, tanpa harus menyimpan dendam. Karena perasaan dendam, benci atau menjauhi dia hanya akan semakin menyiksa batinmu. Alamaak…, dalem banget!
Pik, kamu pasti bisa! Ini pernah kulakukan pada saat aku mengalami hal yang sama seperti kamu.
Alhamdulillah..., aku baik-baik saja sampai sekarang. Aku tidak punya rasa dendam pada mantan-mantanku, walaupun mereka pernah jahat terhadapku dan aku tidak pernah terlintas sama sekali untuk membalas perbuatan mereka. Satu hal yang perlu diingat, saat kita mengikhlaskan perbuatan mereka, disitulah kita memenangkan pertarungan batin yang hebat.
Kamu tahu Pik, salah satu dari mantanku mengalami kejadian yang tidak kuduga sama sekali. Awalnya kukira dia mendapatkan kesempurnaan hidup saat dia memilih pasangan hidupnya. Seorang wanita, bekerja disalah satu bank, dinikahinya. Mereka hidup bahagia, mereka sama-sama bekerja & sekarang sudah dikaruniai anak
Tahu tidak, aku dengar si-mantan sudah tidak bekerja di instansi tempat dia kerja dulu, dengar-dengar ada perampingan di tempat kerjanya. Tapi tidak masalah bagi dia karena dia punya usaha sendiri yang dikelolanya dan kakaknya. Seperti biasa, pasang surut bisnis mereka alami juga. Sudah sampai di situ….
Seiring berjalannya waktu, aku dengar kabar lagi, bahwa dia baru saja kehilangan anak. Anak keduanya meninggal karena keteledoran pengasuhnya. Dan yang terbaru dari kabar yang sama sekali ga kucari-cari ini (semua kabar kuperoleh datang dengan sendirinya), katanya dia sekarang luntang-lantung ga kerja. Sesaat aku tertegun, apa ini teguran atau balasan dari Tuhan atas perbuatannya dulu? Dia meninggalkanku demi wanita lain & bersikap sangat menyakitkan terhadapku. Dia juga masih punya hutang padaku yang hingga saat ini belum lunas. Sudah kutagih beberapa kali, sampai-sampai aku malu menagihnya. Tetap saja dia selalu mengelak dan mempermainkan perasaanku.
Hai bung…, jangan main-main dengan hutang dan janji..!! Bisa celaka bila tidak dibereskan.
Sekali lagi aku menarik napas dalam-dalam saat aku mengetahui dia dengan segala problema hidupnya.
Lagi dan lagi…,
Ada lagi mantanku yang lain, Pik. Dia sudah bercerai. Orang ini pernah menyepelekan aku. Dulunya sih dia pernah suka ma aku, pernah pacaran juga kami saat dia belum menikah. Tapi kami putus karena sikapnya yang tidak menarik dan sangat tidak gentleman.
Singkatnya,
Dari cerita yang kuperoleh (ceritanya setelah dia cerai nih), dia lagi kepingin cari pendamping hidup lagi. Kabarnya dia sudah dapat pacar baru, tapi tersandung karena ulah pacarnya itu. Dia menginginkan wanita yang punya banyak uang, tapi sayang disaat dia sudah mendapatkan wanita yang diinginkan, malah si wanita itu (pacarnya-red!) pergi meninggalkannya bersama uang yang dititipkan pada si pacar tersebut.
Haah…? Rupanya sepadan dengan perbuatannya, dia sering mempermainkan wanita dulunya. Menganggap remeh terhadap wanita yang tidak kaya dan selalu menganggap enteng untuk menaklukkan wanita.
Tapi Pik..., aku sama sekali tidak girang mendengar semua itu. Kujadikan semuanya sebagai cerminan hidup, agar aku lebih berhati-hati dalam hidup ini. Sepak terjang kita ada konsekuensinya.
Senin, Oktober 19, 2009
Sebuah Paradigma Baru
Awalnya dari sebuah perselisihan kecil di pagi hari dan berlanjut ke hal yang menyebalkan!
Aku ngobrol ama teman lamaku, sebut saja namanya Pujo. Kuceritakan apa yang terjadi denganku. Dia bilang, aku harus membalik paradigmaku. Paradigma…?? Yah, kamu harus bisa melakukan itu bila ingin keluar dari masalah itu. Begitu kira-kira maksud dari kata-kata Pujo terhadapku.
Awalnya memang susah Lel, tapi lama-lama pasti kamu bisa. Begitu kata Pujo, kepadaku. Oke, akan aku coba.
Pagi ini, hampir saja aku membuat kebodohan lagi untuk mengirim sms. Tapi aku ingat kata-kata si Pujo, bahwa aku harus membalik paradigmaku.
Batalin, batalin ngirim sms bodoh ini! Gumamku dalam hati. Cepat-cepat kuhapus sms itu dan aku bergegas pergi kerja. Lebih cepat lebih baik, kata Pak JK waktu berkampanye dulu. Hehehe….
Benar saja, sesampai di kantor aku merasa enjoy dengan paradigma baru yang kubalik. Ditambah lagi ada teman yang menelponku dan bercerita panjang lebar tentang kehidupan. Klop sudah keyakinanku untuk mempraktekkan paradigma baruku. Thanks Pujo, semoga Tuhan selalu memberkati hidupmu. Amien….
Eit…, ada sms dari teman lama masuk. Hiiihh… seneng sekali. Ternyata Tuhan memberiku hiburan lewat mereka. Bos yang satu ini rupanya sedang ga sibuk. Makanya bisa sms-an ama aku. Biasanya kalo ga meeting ama manager bulenya, dia sibuk ngurusin pesawat. Dan….
Ngobrol punya ngobrol ternyata teman-teman Manadoku pada mau buat acara gathering di Lembang. Aduh, pengen sekali aku ikut. Tapi…? Bisa ga’ ya aku ikutan acara mereka? Aku kan ga libur kalo Sabtu. Hmm…??
Awan mendung di kota Jogja tidak membuatku berduka. Meskipun hari ini aku memakai baju hitam-hitam. Kenapa? Karena baju kerjaku lainnya belum kering alias baru pagi tadi kucuci. Penyakit malasku kambuh beberapa hari ini, cucian kutumpuk begitu saja di ember. Baru sadar setelah mau kerja, ternyata stok sudah menipis.
Lelly, Lelly…. Ck ck ck…!!
Semoga hari esok cerah dan hangatnya mentari pagi menyinari bumi ini.
Untuk Pujo, sukses buat band kamu. Kapan bawain lagu-lagunya The Police lagi?
Oya, kamu tau group band TOTO kan? Lagunya bagus-bagus, tapi ada satu lagu yang pengen aku dengar lagi, judulnya AFRICA. Kaset TOTO-ku udah rusak. Aku ingat sekali lagu itu pernah aku dengar waktu di Hard Rock CafĂ© Jakarta tahun 1996. Jadul banget ya? Bawain donk…, special buat aku. Hehehe….
Aku ngobrol ama teman lamaku, sebut saja namanya Pujo. Kuceritakan apa yang terjadi denganku. Dia bilang, aku harus membalik paradigmaku. Paradigma…?? Yah, kamu harus bisa melakukan itu bila ingin keluar dari masalah itu. Begitu kira-kira maksud dari kata-kata Pujo terhadapku.
Awalnya memang susah Lel, tapi lama-lama pasti kamu bisa. Begitu kata Pujo, kepadaku. Oke, akan aku coba.
Pagi ini, hampir saja aku membuat kebodohan lagi untuk mengirim sms. Tapi aku ingat kata-kata si Pujo, bahwa aku harus membalik paradigmaku.
Batalin, batalin ngirim sms bodoh ini! Gumamku dalam hati. Cepat-cepat kuhapus sms itu dan aku bergegas pergi kerja. Lebih cepat lebih baik, kata Pak JK waktu berkampanye dulu. Hehehe….
Benar saja, sesampai di kantor aku merasa enjoy dengan paradigma baru yang kubalik. Ditambah lagi ada teman yang menelponku dan bercerita panjang lebar tentang kehidupan. Klop sudah keyakinanku untuk mempraktekkan paradigma baruku. Thanks Pujo, semoga Tuhan selalu memberkati hidupmu. Amien….
Eit…, ada sms dari teman lama masuk. Hiiihh… seneng sekali. Ternyata Tuhan memberiku hiburan lewat mereka. Bos yang satu ini rupanya sedang ga sibuk. Makanya bisa sms-an ama aku. Biasanya kalo ga meeting ama manager bulenya, dia sibuk ngurusin pesawat. Dan….
Ngobrol punya ngobrol ternyata teman-teman Manadoku pada mau buat acara gathering di Lembang. Aduh, pengen sekali aku ikut. Tapi…? Bisa ga’ ya aku ikutan acara mereka? Aku kan ga libur kalo Sabtu. Hmm…??
Awan mendung di kota Jogja tidak membuatku berduka. Meskipun hari ini aku memakai baju hitam-hitam. Kenapa? Karena baju kerjaku lainnya belum kering alias baru pagi tadi kucuci. Penyakit malasku kambuh beberapa hari ini, cucian kutumpuk begitu saja di ember. Baru sadar setelah mau kerja, ternyata stok sudah menipis.
Lelly, Lelly…. Ck ck ck…!!
Semoga hari esok cerah dan hangatnya mentari pagi menyinari bumi ini.
Untuk Pujo, sukses buat band kamu. Kapan bawain lagu-lagunya The Police lagi?
Oya, kamu tau group band TOTO kan? Lagunya bagus-bagus, tapi ada satu lagu yang pengen aku dengar lagi, judulnya AFRICA. Kaset TOTO-ku udah rusak. Aku ingat sekali lagu itu pernah aku dengar waktu di Hard Rock CafĂ© Jakarta tahun 1996. Jadul banget ya? Bawain donk…, special buat aku. Hehehe….
Senin, Agustus 03, 2009
Budi, Teruslah Bermain Bola
Tersenyum, itu kesanku pertama saat membaca iklan sebuah produk seluler yang terpampang besar di jalan. Apa maksud dari iklan tersebut, aku tidak tahu. Yang pasti gara-gara bom meledak di kawasan Mega Kuningan 17 Juli 2009 lalu, klub sepak bola raksasa dari Inggris Manchester United (MU) batal datang ke Indonesia. Sama-sama kita ketahui, iklan seluler itu udah wira-wiri di TV sebelum kedatangan klub itu. Budi bermain bola....
Mungkin saja maksudnya agar MU tetap bermain bola (sudah pasti itu), atau si Budi yang senang main bola tetap bermain bola walaupun ancaman bom masih mengintai.
Yang pasti aku sebagai salah satu warga Indonesia sangat kecewa atas tindakan bodoh yang tidak berperi kemanusiaan itu. Kecewa bukan karena MU tidak datang, tapi aku kecewa karena bangsa ini tercabik-cabik lagi atas ulah orang yang menganggap dirinya paling benar. Tidakkah mereka berpikir, banyak dampak yang terjadi karena perbuatan mereka? Banyak saudara-saudara kita bahkan keluarga mereka yang terkena imbasnya? Atau bagaimana seandainya yang terkena bom itu anggota keluarga mereka sendiri? Masih maukah mereka berbuat hal yang konyol itu?
Rasanya tidak perlu dijabarkan disini, dampak negatif apa yang terjadi atas ulah mereka ini.
Semoga saja mereka insyaf atas perbuatannya yang banyak merugikan banyak orang itu. Amien...
The End....
Awal Agustus 2009 ini hampir memasuki bulan Ramadhan. Tepatnya sekitar tanggal 20 nanti (kalo tidak meleset penghitungannya). Alhamdulillah aku sudah merasakan indahnya suasana Ramadhan. Semoga aku masih diberi kesempatan lagi untuk bisa menjalani Ramadhan nanti dengan khusuk. Amien... (lagi)
Waduh, aku posting tulisan ini di warnet yang suara musiknya gedebag-gedebug. Pastinya selera musiknya udah jauh. Yang diputer ini kelasnya boys band jaman sekarang. Aku udah ga kenal siapa mereka. Berisik, dan yang jelas aku ga bisa berpikir secara optimal. Ide jadi kacau, karena ga bisa nyusun kalimat dengan benar. Dasar amatiran...
Mungkin saja maksudnya agar MU tetap bermain bola (sudah pasti itu), atau si Budi yang senang main bola tetap bermain bola walaupun ancaman bom masih mengintai.
Yang pasti aku sebagai salah satu warga Indonesia sangat kecewa atas tindakan bodoh yang tidak berperi kemanusiaan itu. Kecewa bukan karena MU tidak datang, tapi aku kecewa karena bangsa ini tercabik-cabik lagi atas ulah orang yang menganggap dirinya paling benar. Tidakkah mereka berpikir, banyak dampak yang terjadi karena perbuatan mereka? Banyak saudara-saudara kita bahkan keluarga mereka yang terkena imbasnya? Atau bagaimana seandainya yang terkena bom itu anggota keluarga mereka sendiri? Masih maukah mereka berbuat hal yang konyol itu?
Rasanya tidak perlu dijabarkan disini, dampak negatif apa yang terjadi atas ulah mereka ini.
Semoga saja mereka insyaf atas perbuatannya yang banyak merugikan banyak orang itu. Amien...
The End....
Awal Agustus 2009 ini hampir memasuki bulan Ramadhan. Tepatnya sekitar tanggal 20 nanti (kalo tidak meleset penghitungannya). Alhamdulillah aku sudah merasakan indahnya suasana Ramadhan. Semoga aku masih diberi kesempatan lagi untuk bisa menjalani Ramadhan nanti dengan khusuk. Amien... (lagi)
Waduh, aku posting tulisan ini di warnet yang suara musiknya gedebag-gedebug. Pastinya selera musiknya udah jauh. Yang diputer ini kelasnya boys band jaman sekarang. Aku udah ga kenal siapa mereka. Berisik, dan yang jelas aku ga bisa berpikir secara optimal. Ide jadi kacau, karena ga bisa nyusun kalimat dengan benar. Dasar amatiran...
Selasa, Juli 28, 2009
Kembali Lagi Ke Blog
Lama ga eksis di blog ternyata membuat aku kangen. Kangen berinspirasi, kangen utak-atik blog & kangen nulis yang jelas! Setelah sempat nyasar di facebook, akhirnya aku kembali lagi ke dunia blogku.
Banyak hal yang terlewat ga ku upload disini, karena malas & juga kemampuan menulisku menurun setelah terkena "virus facebook", hehehe.... tapi ternyata aku sadar juga, facebook bukanlah duniaku. Aku yang ga senang narsis seperti orang bego aja tetep bertahan disitu. Dan kuputuskan, aku harus kembali ke blog saja. Jadi seorang blogger amatiran masih lebih terhormat daripada jadi seorang facebooker yang bego. Hahaha....
Hmm..., sedikit sakit hati atas tindakan stupid seseorang yang menyebalkan!! Tapi sudahlah, ga penting untuk dibahas. Yang penting aku bisa memahami apa maunya, dan aku bisa mengalah itu lebih baik. Baik untuk kondisi kejiwaanku, karena aku bisa cuek akan hal ini. Minimal wajahku ga merengut dibuatnya.
Apalagi yah?
Mulai nih..., macet inspirasinya.
Kan udah kubilang tadi, ini akibat kelalaianku lama ninggalin blog. Jadi tidak terasah kemampuan menulisku, kemampuan berimajinasiku dan kurang sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarku. Egois...!!
Oke, udah dulu. Balik lagi mau kerja nih, masih numpuk kerjaanku di meja
Banyak hal yang terlewat ga ku upload disini, karena malas & juga kemampuan menulisku menurun setelah terkena "virus facebook", hehehe.... tapi ternyata aku sadar juga, facebook bukanlah duniaku. Aku yang ga senang narsis seperti orang bego aja tetep bertahan disitu. Dan kuputuskan, aku harus kembali ke blog saja. Jadi seorang blogger amatiran masih lebih terhormat daripada jadi seorang facebooker yang bego. Hahaha....
Hmm..., sedikit sakit hati atas tindakan stupid seseorang yang menyebalkan!! Tapi sudahlah, ga penting untuk dibahas. Yang penting aku bisa memahami apa maunya, dan aku bisa mengalah itu lebih baik. Baik untuk kondisi kejiwaanku, karena aku bisa cuek akan hal ini. Minimal wajahku ga merengut dibuatnya.
Apalagi yah?
Mulai nih..., macet inspirasinya.
Kan udah kubilang tadi, ini akibat kelalaianku lama ninggalin blog. Jadi tidak terasah kemampuan menulisku, kemampuan berimajinasiku dan kurang sensitif terhadap apa yang terjadi disekitarku. Egois...!!
Oke, udah dulu. Balik lagi mau kerja nih, masih numpuk kerjaanku di meja
Langganan:
Postingan (Atom)