Jumat, Januari 02, 2009

Tahun Baru 2009


Postingan pertamaku di tahun 2009. Pendek, karena masih pemanasan.
Semoga lebih rajin dan kreatif untuk meng- update blog. Dan....
Semoga di tahun 2009 ini membawa keberuntungan bagi hidupku. Amiiiiin......

Rabu, Desember 31, 2008

Jogjakarta, 31 Desember 2008

Hari ini, hari terakhir di tahun 2008. Banyak harapan terkubur sia-sia tanpa aku sempat memperbaiki harapan-harapan itu. Semua berjalan di tempat, dimana aku merasa bimbang untuk melanjutkan kesempatan yang ada. Semua kubiarkan tanpa aku harus melawan. Percuma melawan bila akhirnya aku menemukan kekecewaan. Aku sengaja melarikan diri meninggalkan asa itu yang sebenarnya bisa kuraih. Aku menyakiti diriku sendiri, aku sadar itu…!! Aku memilih diam kembali dalam keheninganku.
Lagi-lagi, itu salahku sendiri…!!

Tahun 2008,
Aku belajar movie maker. Masih amatiran tapi lumayan buat tambah pengetahuan. Hasilnya sudah ada, mau ku up load ke blog tapi masih ga pede. Btw…, bisa ga hasil movie maker di up load ke blog…? Instingku bilang sih bisa. ( Sok tau yaa…?! ) Thanks ya Om Vic atas ilmu yang diajarkan ke aku & thanks juga atas pinjeman laptop mungilnya.

Tahun 2008,
Pertengahan bulan September lalu aku ke Jakarta. Disana bertemu dengan teman lamaku. Teman sekolah & teman main masa kecilku. Namanya, Oral, Cliff & Boy. Wah.., mereka sudah jadi bapak-bapak semua, sudah gendut dan beruban. Hihihi….. Ketemu juga dengan teman lainnya, seperti Ros, Ida, Anne, Rio. Makan bersama saat buka puasa ketika aku baru sampai di Jakarta. Setelah itu ngobrol sampai restaurant tutup dan keesokkan harinya kami jalan-jalan tanpa lupa aku dikawal ketat Ida sang Ibu Komandan. Hehehe…. (Sorry Da, aku sekedar ikut-ikutan teman panggil istilah ini).

Tahun 2008,
Krisis keuangan melanda beberapa negara dunia. Tak luput Indonesia terkena dampak krisis ini. Bursa saham mengalami guncangan hebat akibat krisis tsb. Dan yang aneh harga minyak mentah dunia pada bulan Juli lalu sempat mencapai 147 dolar/barel kini melorot tajam ke level 40 an dolar/barel. Semoga krisis ini cepat berakhir. Amien.....

Tahun 2008,
Di hari-hari akhir tahun ini, saat umat Islam menyongsong Tahun Baru 1430 H, Israel menyerang Palestina. Banyak warga sipil berjatuhan menjadi korban kebiadaban mereka. Puiihh…!! Muak rasanya melihat arogansi Israel yang keterlaluan itu.

Tahun 2008,
It’s only few hours to go…. Much hope, love & may our dreams be come true.
Happy New Year 2009. Tet.. tet…tet….

Selasa, Desember 30, 2008

Aku Juga Bisa Menyebalkan..!

Liburan selama lima hari kemarin banyak waktu luang. Bagiku, ini waktu yang tepat untuk istirahat dan melakukan hal-hal yang tak sempat aku lakukan di hari-hari penuh aktivitas. Salah satunya bersih-bersih kamar sekaligus bongkar isi lemari pakaian yang amburadul. Tapi ternyata hingga hari ke lima liburku banyak waktu luang yang terbuang sia-sia. Seperti hari ini aku sedang berperan jadi orang yang menyebalkan.

Selasa, Desember 23, 2008

Game Lempar Sepatu

Kasus lempar sepatu wartawan TV Al Baghdadia, Muntazer al-Zaidi ke Presiden AS George W Bush beberapa waktu yang lalu dijadikan permainan baru di dunia maya. Dalam permainan dengan durasi 30 detik ini, pemain bisa melempar sepatu sepuasnya ke wajah Bush. Kunjungi situs www.sockan-dawe.com,dan mainkan sesukanya.
Berdasarkan data di situs tsb, permainan ini sedang ngetop di 25 negara & AS menduduki rangking pertama.

Sabtu, Desember 13, 2008

Ga Ada Ide

Lama juga ya aku ga meng-update blog.
Bulan Desember ini belum punya ide mau nulis apa dalam blogku ini. Tadinya mau nulis tentang krisis global yang sedang terjadi, tapi ternyata ga gampang. Beritanya selalu up to date dan aku bisa kewalahan plus ngos-ngosan buat meng up load info-infonya. Selain itu terlalu berat kalo aku mengangkat tema itu ke dalam blogku. Kan udah kubilang blogku ini isinya yang enteng-enteng aja, yang ringan dan yang lucu kalo emang dianggap lucu. Bisa juga dianggap wagu kalo ada orang yang ga seneng mbacanya. Yaahh... tergantung masing-masing orangnya kan...?!
Btw..., mending aku lho dibanding om Victor yang selalu kebingungan buat ngisi blognya. Hehehe.... Sorry ya om..., becanda koq.

Senin, November 17, 2008

Penantian Panjangku

Ini penantian panjangku mencari jodoh. Apalagi sekarang sudah memasuki bulan-bulan akhir tahun yang notabene berarti tahun depan Insya Allah usiaku bertambah lagi. Bukannya aku tidak berusaha mencarinya, tetapi rutinitasku sebagai seorang pegawai swasta yang menuntutku bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore, bahkan terkadang lebih (bila ada lembur) membuatku malas untuk bersosialisasi setelah bekerja. Setiba di rumah badan terasa capek dan akhirnya aku hanya di rumah saja sambil menunggu malam tiba sembari nonton tv atau membaca. Sesekali ngobrol ditelpon kulakukan karena ada teman yang baik hati mau menemaniku ngobrol hingga larut malam. Begitu dan begitu saja kegiatanku bila berada di rumah. Kesempatan bertemu dengan orang sangat kecil. Pun bila hari Minggu atau hari libur nasional sering kulewati (lagi-lagi) hanya di rumah dengan kegiatan bersih-bersih atau mencuci. Mau keluar rumah rasanya malas, apalagi kalo cuma jalan-jalan di mall, ahh... malasnya!! Mau ke rumah teman ga enak, takut mengganggu waktu santai mereka.
Hiburan lainnya adalah dengan datangnya keponakan-keponakanku membuat suasana rumah yang sepi mendadak menjadi rame karena polah tingkah mereka yang lucu, ribut dan ngangeni. Setelah mereka pulang kembali rumah menjadi sepi lagi.
Selain itu ke warnet adalah hiburanku yang lainnya bila aku merasa bosan di rumah. Sekedar browsing atau menambah postingan di blog pribadiku plus chatting YM kalo ada teman yang sedang online. Memang dunia tidak selebar daun seledri. Aktivitas diluar rutinitas masih banyak. Aku saja yang kurang gaul karena kemalasanku.
I am serious to find someone to accompany me for the rest of my life.

Minggu, November 09, 2008

10 Kesalahan Yang Diargumenkan Para Penolak RUU Pornografi

Sorry Vic, t'paksa aku posting tulisan yang kamu kasih keaku. Aku juga ga tau sumbernya dari mana, tapi aku minta maaf tulisannya kupublikasikan di blogku. Karena beberapa temanku yang b'nada sinis tentang RUUP bikin aku t'usik mengambil langkah ini.
Oke, ini tulisannya (sebagian tulisan ada yang kuganti, cuma sedikit, tetapi tidak mengurangi makna dari isi tulisannya).

1. RUUP bertentangan dengan HAM.
Coba ketik wikipedia, lalu ketik pornografi maka akan muncul puluhan negara2 sekuler maju yang memiliki UU Pornografi ( UUP). Bahkan Jepang negara produsen pornografi terbesar di dunia pun memilikinya. Dan sebaliknya negara2 miskin dunia ketiga justru belum mengatur pornografi. Jadi dengan b'senjatakan HAM seperti yang sudah2, agar tampak demokratis, sekuler layaknya negara maju justru membuat kita tampak kampungan, kikuk tak b'wawasan.

2. RUUP memiliki agenda penegakan syariah.
Silahkan cek negara2 Islam manakah yang memiliki UUP. Mereka tidak memiliki karena merasa tidak perlu diatur. Jelas hukumnya taken as granted. RUUP justru dinilai masih sangat permisif bagi banyak kalangan Islam di Indonesia.

3. RUUP bentuk kriminalisasi perempuan.
Kalimat yang aneh, tinggi dan b'usaha cerdas. Kriminal dari mana ya. Mau dilindungi koq malah berontak..!?

4. Definisi pornografi dalam RUU tidak jelas dan multi tafsir.
Mau cari definisi ala negara barat manapun gak akan jauh dari : "membangkitkan hasrat seksual". Menafsirkan kalimat ini memang akan b'beda2. Misalnya, aku tidak akan "serr..." bila melihat gambar Brad Pitt bugil, malah sebaliknya akan terasa "gimana gitu.." kalo lihatDonnie Sibarani nyanyi di panggung dengan pakaian sederhananya. Padahal dia berpakaian lengkap dan sopan.

5. RUU ini mengancam kebhinekaan.
Silahkan baca kembali bab 2 pasal 14. Aku ga ngerti darimana mereka berpikiran kebhinekaan akan terancam dengan susahnya BF didapat, mahalnya majalah BF, diblokirnya situs2 porno.

6. RUU ini mengatur cara berpakaian.
Pemikiran yang dangkal..!!! Cuma orang2 yang bodoh yang berpikiran dengan adanya RUU ini maka orang Asmat akan dipaksa berjilbab, wanita Bali mandi di kali harus pakai kimono dan helm, mbok2 pakai kemben di pasar Beringharjo Jogja harus pakai kaos black metal yang lengan panjang.

7. RUU ini berpotensi mendorong lahirnya aksi2 anarkis masyarakat.
Masa' sih...? Mau dibenerin akhlaknya koq mau anarkis2an. Yang punya akal sehat pasti tidak mau berbuat aksi2 anarkis gitu.

8. RUU ini tidak perlu karena sudah ada perangkat hukum lain untuk mengerem pornografi.
KUHP itu terlalu general lagi pula usang dan tua sejak jaman Belanda, saking terlalu luasnya banyak pasalnya sangat multi tafsir. Itulah gunanya UU pendukung untuk diterapkan. Sama saja UU anti korupsi padahal juga sudah dibahas di KUHP.

9. RUU Pornografi tidak perlu karena yang diperlukan adalah mendidik masyarakat.
Bahkan Amerika, negara yang sudah begitu maju, pintar dengan 8 dari 10 universitas terbaik di planet bumi pun masih membutuhkan UU ini. What's wrong with you people? Kita ini seperti orang miskin tapi sok kaya, orang bodoh tapi sok pintar.

10. RUU mengancam para seniman.
Baca lagi bab 2 pasal 14.


Aku lihat banyak masyarakat yang menolaknya karena informasi keliru seperti patung/lukisan Bali akan dilarang. Padahal di pasal 14 ada perkecualiannya. Ada juga yang demo karena kalau UU Pornografi diberlakukan maka perempuan dilarang pakai lipstik dan main futsal. Ini jelas tidak benar karena RUU Pornografi tidak melarang hal itu. Sebagian penolakan terjadi justru karena ketidak-tahuan pendemo tentang isi RUU Pornografi.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

2.Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.

3.Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

4.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.

5.Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

6.Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2

Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebhinnekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.

Pasal 3

Pengaturan pornografi bertujuan:

a.mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;

b.memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;

c.memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan

d.mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

BAB II

LARANGAN DAN PEMBATASAN

Pasal 4

(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:

e.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;

f.kekerasan seksual;

g.masturbasi atau onani;

h.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau

i.alat kelamin.

(2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:

a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;

b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;

c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau

d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

Pasal 5

Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

Pasal 6

Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.

Pasal 7

Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

Pasal 8

Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 9

Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 10

Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Pasal 11

Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.

Pasal 12

Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.

Pasal 13

(1) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi yang memuat selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undangan.

(2) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.

Pasal 14

Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:

a.seni dan budaya;

b.adat istiadat; dan

c.ritual tradisional.

Pasal 15

Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB III

PERLINDUNGAN ANAK

Pasal 16

Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.

Pasal 17

1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.

2) Ketentuan mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB IV

PENCEGAHAN

Bagian Kesatu

Peran Pemerintah

Pasal 18

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 19

Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah berwenang:

a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;

b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan

c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 20

Untuk melakukan upaya pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah Daerah berwenang:

a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet di wilayahnya;

b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya;

c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya; dan

d.mengembangkan sistem komunikasi, informasi, dan edukasi dalam rangka pencegahan pornografi di wilayahnya.

Bagian Kedua

Peran Serta Masyarakat

Pasal 21

Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 22

(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:

a.melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;

b.melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;

c.melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan

d.melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 23

Masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a berhak mendapat perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

BAB V

PENYIDIKAN, PENUNTUTAN, DAN PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN

Pasal 24

Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap pelanggaran pornografi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini.

Pasal 25

Di samping alat bukti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, termasuk juga alat bukti dalam perkara tindak pidana meliputi tetapi tidak terbatas pada:

a.barang yang memuat tulisan atau gambar dalam bentuk cetakan atau bukan cetakan, baik elektronik, optik, atau bentuk penyimpanan data lainnya; dan

b.data yang tersimpan dalam jaringan internet dan saluran komunikasi lainnya.

Pasal 26

(1) Untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang membuka akses, memeriksa, dan membuat salinan data elektronik yang tersimpan dalam fail komputer, jaringan internet, media optik, serta bentuk penyimpanan data elektronik lainnya.

(2) Untuk kepentingan penyidikan, pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik berkewajiban menyerahkan dan/atau membuka data elektronik yang diminta penyidik.

(3) Pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik setelah menyerahkan dan/atau membuka data elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berhak menerima tanda terima penyerahan atau berita acara pembukaan data elektronik dari penyidik.

Pasal 27

Penyidik membuat berita acara tentang tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan mengirim turunan berita acara tersebut kepada pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan komunikasi di tempat data tersebut didapatkan.

Pasal 28

(1) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dilampirkan dalam berkas perkara.

(2) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dapat dimusnahkan atau dihapus.

(3) Penyidik, penuntut umum, dan para pejabat pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib merahasiakan dengan sungguh-sungguh atas kekuatan sumpah jabatan, baik isi maupun informasi data elektronik yang dimusnahkan atau dihapus.

BAB VI

PEMUSNAHAN

Pasal 29

(1) Pemusnahan dilakukan terhadap produk pornografi hasil perampasan.

(2) Pemusnahan produk pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penuntut umum dengan membuat berita acara yang sekurang-kurangnya memuat:

a.nama media cetak dan/atau media elektronik yang menyebarluaskan pornografi;

b.nama, jenis, dan jumlah barang yang dimusnahkan;

c.hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan; dan

d.keterangan mengenai pemilik atau yang menguasai barang yang dimusnahkan.

BAB VII

KETENTUAN PIDANA

Pasal 30

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar-luaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 31

Setiap orang yang menyediakan jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 32

Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 33

Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 34

Setiap orang yang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp7.500.000.000,00 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah).

Pasal 35

Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 36

Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 37

Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 38

Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai obyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.

Pasal 39

Setiap orang yang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 40

(1) Dalam hal tindak pidana pornografi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.

(2) Tindak pidana pornografi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang‑orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut, baik sendiri maupun bersama‑sama.

(3) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu korporasi, korporasi tersebut diwakili oleh pengurus.

(4) Pengurus yang mewakili korporasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diwakili oleh orang lain.

(5) Hakim dapat memerintahkan pengurus korporasi agar pengurus korporasi menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula memerintahkan pengurus korporasi supaya pengurus tersebut dibawa ke sidang pengadilan.

(6) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi, maka panggilan untuk menghadap dan penyerahan surat panggilan tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal pengurus atau di tempat pengurus berkantor.

(7) Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan maksimum pidana dikalikan 3 (tiga) dari pidana denda yang ditentukan dalam setiap pasal dalam Bab ini.

Pasal 41

Selain pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (7), korporasi dapat dikenakan pidana tambahan berupa:

a.pembekuan izin usaha;

b.pencabutan izin usaha;

c.perampasan kekayaan hasil tindak pidana; dan/atau

d.pencabutan status badan hukum.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 42

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setiap orang yang memiliki atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) harus memusnahkan sendiri atau menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk dimusnahkan.

Pasal 43

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini.

Pasal 44

Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

PENJELASAN:

Pasal 4

Ayat (1)

Huruf a

Yang dimaksud dengan “persenggamaan yang menyimpang” antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat dan binatang, oral seks, anal seks, lesbian, homoseksual.

Huruf b

Yang dimaksud dengan ”kekerasan seksual” antara lain persenggamaan yang didahului dengan tindakan kekerasan (penganiayaan) atau mencabuli dengan paksaan, pemerkosaan.

Huruf d

Yang dimaksud dengan “mengesankan ketelanjangan” adalah penampakan tubuh dengan menunjukkan ketelanjangan yang menggunakan penutup tubuh yang tembus pandang.

Pasal 5

Yang dimaksud dengan “mengunduh” adalah mengalihkan atau mengambil fail (file) dari sistem teknologi informasi dan komunikasi.

Pasal 6

Yang dimaksud dengan “yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan” misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya.

Kegiatan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan barang pornografi dalam ketentuan ini hanya dapat digunakan di tempat atau lokasi yang disediakan untuk tujuan lembaga dimaksud.

Pasal 10

Yang dimaksud dengan “mempertontonkan diri” adalah perbuatan yang dilakukan atas inisiatif dirinya atau inisiatif orang lain dengan kemauan dan persetujuan dirinya. Yang dimaksud dengan “pornografi lainnya” antara lain kekerasan seksual, masturbasi atau onani.

Pasal 13

Ayat (1)

Yang dimaksud dengan “pembuatan” termasuk memproduksi, membuat, memperbanyak, atau menggandakan.

Yang dimaksud dengan “penyebarluasan” termasuk menyebarluaskan, menyiarkan, mengunduh, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, meminjamkan, atau menyediakan.

Yang dimaksud dengan “penggunaan” termasuk memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan.

Frasa “selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)” dalam ketentuan ini misalnya majalah yang memuat model berpakaian bikini, baju renang, pakaian olahraga pantai, yang digunakan sesuai dengan konteksnya.

Ayat (2)

Yang dimaksud dengan “di tempat dan dengan cara khusus” misalnya penempatan yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi.

Pasal 14

Yang dimaksud dengan “materi seksualitas” adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.

Pasal 16

Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah sedini mungkin pengaruh pornografi terhadap anak dan ketentuan ini menegaskan kembali terkait dengan perlindungan terhadap anak yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 19

Huruf a

Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.

Pasal 20

Huruf a

Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi. (nrl/nrl)


Jumat, Oktober 24, 2008

Hai Joewy....

Lama ga ngobrol ama kamu yaa. Semalam aku ngobrol ama teman dari jam 11.00 pm s/d 01.30 am. Biasalah Joe..., ngerumpi dan curhat ditengah malam orang-orang kesepian.
Gimana, permintaan tolongku yang lalu udah kamu follow up? Aku tunggu kabarnya yaa. Ntar aku konfirmasi lagi lho.

Wah... lama ga ngisi blog ternyata bikin otakku beku Joe. Inspirasi macet, konsentrasi bubar dan bener-bener tumpul ide. Padahal nulis kayak gini kan ga perlu kerja keras buat mikir. Lha wong tulisanku ini cuma omong-omong kosong alias sama sekali ga berbobot apalagi penting buat dibaca, disimak atau dicermati isinya. Waaahh... sama sekali ga penting!!
Tapi bagiku nulis di blog ini selain ada unsur.... (ssstt...narsisme, hehehe....) ada baiknya juga untuk mengasah kemampuan dalam mengarang. Yaa... walaupun bukan mengarang indah kayak SD dulu.
Seperti sekarang ini, tulisanku ga ada tema. Pokoknya hajar aja bleehh...!! Yang penting nulis dan kemudian kuposting supaya kamu bisa baca tulisanku yang ga mutu ini Joe.

Joewy, kemarin sore aku lihat seorang ibu tua jualan pisang rebus, ubi rebus, kacang rebus dan krupuk di trotoar jalan. Kasihan banget aku ngeliatnya. Sambil terkantuk-kantuk dia nungguin dagangannya. Aku dekati ibu itu kemudian dengan agak kaget dia terbangun karena kedatanganku. Sambil berkata dan tersenyum dia mempersilakan aku untuk memilih dagangannya dalam bahasa Jawa yang halus. Ramah sekali dia bertutur bahasa, sangat bersahaja dan sangat menyentuh perasaanku. Aku jadi berpikir sejenak saat itu, kemana anak-anak ibu ini? Hidup sebatang karakah dia? Seharusnya usia seibu ini sudah selayaknya di rumah saja, tidak berdagang di pinggir jalan di atas trotoar seperti ini. Dagangannya tidak banyak, hanya setampa saja, tapi ibu ini harus menunggu berjam-jam untuk menghabiskan dagangannya laku terjual. Duuhh... Bu, begitu besar perjuanganmu untuk meneruskan hidup ini. Kamu tidak mengeluh walaupun keuntungan yang kamu dapatkan tidak seberapa dibanding perjuanganmu berjualan di jalanan yang sungguh keras dan panas ini.
Tidak sedikitpun terlihat kamu mengeluh karena beban hidupmu yang begitu sulit. Begitu pasrah, begitu nrimo.... Begitulah yang aku tangkap dari apa yang aku lihat tentang ibu ini. Dia tidak bercerita tentang kehidupannya padaku memang, tapi dari keramahannya dan ketulus ikhlasannya melayani aku membeli dagangannya yang membuat aku berkesimpulan demikian.
Ahh... Bu, besok aku datang lagi untuk membeli ubi rebus kesukaanku itu yaa (ucapku dalam hati) sambil berlalu meninggalkan ibu itu sendirian lagi.

Ini ada cerita lain lagi Joewy. Aku bertemu dengan seorang lelaki paruh baya sewaktu aku membuang sampah tadi pagi. Dengan bersepeda lelaki paruh baya tersebut membawa keranjang bambu dan karung plastik, dia berhenti di tempat pembuangan sampah yang ada dipinggir jalan itu. Dia menyandarkan sepedanya lalu dia mulai mengorek-ngorek sampah yang ada. Botol-botol bekas, kaleng bekas, dos bekas dia kumpulkan. Lalu aku iseng bertanya kepadanya, untuk apa semua itu? Dia bilang dijual kembali. Kemudian aku bertanya lagi, apa bapak punya pekerjaan lain selain ini? Ada katanya, sebagai pemotong rumput dan bila ada orang yang membutuhkan tenaganya untuk bersih-bersih halaman rumah. Oohh..., sahutku kemudian tanda aku mengerti apa yang baru saja dia bilang. Betapa tegar bapak satu ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia rela melakukan semua pekerjaannya dengan ikhlas. Seperti apa yang dikatakannya padaku pagi itu, pantang bagi dia menadahkan tangannya untuk meminta-minta di jalanan. Aku mengangguk-angguk lagi pertanda aku menyetujui sikap yang dipilihnya itu.
Pagipun mulai beranjak, berangsur-angsur matahari semakin tinggi menyinari bumi Jogjakarta tercinta ini. Terasa hangat di kulit, sehangat obrolan singkatku dengan lelaki paruh baya itu.

Hmm..... Morning is a wonderful blessing..., either stormy or sunny, it stands hope... giving us another start of what we call - LIFE -
Have a lovely day...!!

Senin, Oktober 06, 2008

Mom and Dad

Aku udah pulang dari mudik lebaran. Kali ini aku ga langsung pulang ke Jogja tetapi mampir ke Semarang dulu ke rumah Mas Onny. Tadinya mau hari ini pulang ke Jogja tapi Mas Onny dan Mbak Atiek bilang besok pagi saja. Oke kusetujui penawaran mereka, karena kupikir pulang ke Jogja sore-sore takutnya sampai disananya kemalaman karena macet. Aku menginap semalam lagi di Semarang.

Mom and Dad..., kemarin malam kita sekeluarga makan malam di Lombok Idjo. Bujubune.., yang namanya orang antri makan banyak sekali. Rombongan kita dapat nomer 48. Setelah nunggu kira-kira15-20 menit rombongan kita dapat tempat untuk makan malam. Sekalian malam itu ngerayain ultah Aldo dan Dhea.

Mom and Dad..., hari ini aku, mbak Atiek dan Dhea jalan-jalan ke mall seharian. Dua mall yang kita kunjungi. Capek juga, tapi it's okay lah ga terasa banget capeknya koq karena kita tadi jalan-jalan dan full jajan makanan. Selain itu aku dibeliin mbak Atiek tempat hp dan tempat kacamata yang lucu plus dibeliin juga celana pendek kotak-kotak warna merah dan diongkosin pulang ke Jogja. Hehehe.... Enak juga ya jadi adik walaupun udah gede masih diperhatiin. Tengkyu ya mbak....

Mom and Dad..., walaupun libur lebaran sudah usai rasanya ga enak ninggalin kalian berdua. Pastinya kalian merasa kesepian kan?!
Rasanya kami ingin kumpul-kumpul lagi, ngobrol-ngobrol lagi dan masak bareng lagi meskipun anak perempuan kalian satu-satunya ini ga bisa masak. Tapi lumayanlah untuk urusan goreng menggoreng, ngupas bawang merah, putih dan potong sayuran bisa. Masak nasi juga bisa, apalagi cuci piring..., sangat mahir.
Aku kenyang banget hari ini, usai santap malam + makan donat J.CO tadi sore, aku dan Aldo keponakanku ke warnet. Buka-buka e-mail dan blog serta posting tulisan ini diblogku.

Mom and Dad..., aku mau pulang ke Jogja besok pagi. Rencananya mau naik Joglosemar saja yang nyaman. Apalagi tiap dua jam sekali ada trayek Semarang-Jogja pp. Aku udah kangen rumah dan kota Jogja yang sudah seminggu kutinggalkan untuk berlebaran ke Probolinggo.
Hari Rabu aku harus kembali bekerja lagi. Kembali kerutinitas yang selama seminggu ini diliburkan.

Mom and Dad..., semoga lebaran tahun depan kita dapat berkumpul lagi yaa... Amien...!!
We miss both of you....