Senin, April 23, 2012

Ganti Tampilan Dalam

Bingung.., "dalemannya" blog berubah ! Sempat panik karena "dalemannya" acak-acakan / ga seperti biasanya. Mana bilangnya browser anda sudah tidak didukung oleh blogger lagi :( . Wah wes kuno banget nih, lama ga ada aktivitas di sini, banyak perubahan.
Perubahan yang pernah dulu, harus memakai Gmail bagi yang belum memakai diblognya. Sedangkan blog-ku ini memang sudah pakai Gmail dari dulu. Jadi ga perlu diubah, pikirku. Tapi sekarang koq malah begini??? Mbingungi tenan. Ganti-ganti terus...

Rabu, Januari 25, 2012

2012

Masih kosoonnggg !!! Belum juga punya ide buat bercerita.

Sabtu, September 17, 2011

Munafik

Cerita teman sebut saja namanya Dodol, bercerita kepadaku.
Ringkasan ceritanya begini :
Memang tidak ada pertemanan yang abadi. Kalo ini terjadi di dunia politik lumrah. Tapi bila terjadi ditempat kerja? Mau ga mau ini merupakan sebuah petaka kecil yang lama kelamaan akan menjadi boomerang pada diri kita. Kenapa aku bilang tidak abadi? Karena teman yang kita anggap baikpun ternyata menyodok kita dari belakang. Hmm...!! Kenapa tidak ditegur atau diberitahu saja pada kita bila kita lalai atau salah dalam berucap, bersikap atau bertindak? Bukannya itu lebih enak? Dan bisa saling memperbaiki. Bukankah tidak ada orang yang sempurna di bumi ini? Atau jangan-jangan memang lebih asik ngerasani yaa? Ahh.., ga tau lah!

Kemunafikkan terjadi dimana-mana. Sehebat apapun "senjata" yang membentengi kita dalam pergaulan ternyata tidak mempan melindungi kita dari gempuran "ngerasani" (ngomongin orang -red). Apapun yang dilakukan oleh orang yang sedang menjadi sasaran, entah itu benar atau tidak, pasti akan terlihat salah dimata orang yang sedang "memerangi" kita.
Tapi apa boleh buat, gesekan-gesekan seperti itu kerap muncul dimana-mana. Ada yang pro ada yang kontra. Tapi sayangnya, orang yang cenderung grasak grusuk dibelakang kita biasanya pengecut!! Tidak berani unjuk nyali mengatakan apa yang menjadi uneg-unegnya. Tapi ya sudahlah.., tidak semua orang manis muka, manis bahasanya berhati lembut. Orang-orang seperti ini punya topeng untuk menutupi dua kepribadiannya. Bertemu kita baik, dibelakang kita macam taik kucing!!!
Begitu cerita si Dodol menutup ceritanya dengan makian taik kucingnya. Hehee....

Jumat, Agustus 19, 2011

Mesut Ozil vs David Villa

Ini terjadi pada pagi kemarin saat duel El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona memperebutkan Piala Super Spanyol. Laga kemarin pagi (waktu Indonesia) adalah leg kedua yang diadakan di Camp Nou yang merupakan markas Barcelona.
Seperti yang sudah kuduga pasti ada pertempuran sengit dilapangan yang berujung bentrok sesama pemain. Betul..., terjadi saat injury time setelah Marcello menekel Fabregas. Entah mengapa aku melihat sosok Ozil yang kuanggap sebagai pemain yang kalem, tiba-tiba terlibat pertengkaran. Dia menunjuk-nunjuk pipinya sembari marah dan berusaha membalas perlakuan David Villa. Ozil-pun dilerai oleh sejumlah pemain dan official. Sementara aku yang menonton tidak tahu apa yang sedang terjadi dengannya. Aku meraba-raba saat itu dan berfikir mungkin Ozil diserang pemain dari kubu lawan yaitu pemain Barcelona. Belum pernah aku melihat Ozil terlibat adu jotos dengan lawan selama satu musim lalu. Dia pemain bola yang kalem dan tidak suka main kasar. Begitupun semasa dia berada di timnas Jerman lalu. Jadi sungguh sangat mengejutkan saat aku melihat perkelahian itu.
Sudah sampai disitu..., akhirnya wasit mengeluarkan 3 kartu merah masing-masing untuk Marcello karena akumulasi 2 kartu kuning dan atas perbuatannya menekel keras Fabregas, Ozil dan David Villa karena terlibat perkelahian.

Oke, setelah sehari berselang yaitu hari ini, untuk menghilangkan rasa penasaranku tentang kejadian yang menimpa pesepakbola favoritku Ozil, tadi pagi aku melihat berita olahraga di ANTV (plus setelah aku browsing internet untuk cari berita tentang masalah Ozil dan Villa sebelum aku ngeblog); ternyata pemicu Ozil berkelahi dengan David Villa (katanya) adalah masalah SARA. Villa menghina agama Ozil sebagai pemeluk Islam. Pantas saja Ozil yang warga negara Jerman keturunan Turki ini marah besar dan melakukan perlawanan terhadap Villa. Menurut sumber diinternet, katanya: " I started because I was defending my religion, because David Villa has insulted Islam" (kira2 artinya gini yee.. : Saya yang mulai (memukul) karena saya membela agama saya, karena David Villa telah menghina Islam). Hmm... mana yang betul nih? Kalo aku melihat Ozil yang begitu marah dan menunjuk-nunjuk pipinya, sepertinya Villa lah yang bereaksi duluan memukul Ozil.
Ahh.... Dasar David Villa kampret !!! Ngapain agama dibawa-bawa sampai kelapangan bola segala? pikirku.
Jika berita yang beredar itu benar (wallahualam), please... jangan usik "kami" bila tak mau diganggu !!

Ingat dulu kasus Zinedine Zidane saat dia membela timnas Perancis di final Piala Dunia 2006? Bagaimana seorang pemain besar seperti dia sangat marah mendengar rivalnya memprovakasi dengan masalah SARA. Mengata-ngatain keluarganya (kalo tak salah ibunya dikatain teroris oleh Materazzi) yang nota bene Zidane dan keluarga adalah warga Perancis keturunan Aljazair dan beragama Islam.
Tak kan pernah aku menyalahkan tindakan Zidane yang menanduk Materazzi di lapangan saat pertandingan sedang berlangsung. Siapa yang tidak marah bila agama/keluarganya dihina? Hanya orang gila atau orang tak beragama saja bila agama atau keluarganya dihina orang diam saja. Akupun akan bertindak demikian bila itu terjadi padaku. Tetapi tidak menanduk, melainkan gaya Ozil saja memukul lawan. Hahahaha...

Aneh saja, kubu Barcelona kerap sekali melontarkan rasisme. Beberapa bulan lalu Marcello diejek oleh Sergio Busquets. Tapi sayang Busquets terhindar dari sangsi UEFA. Lagi-lagi pihak Barcelona diuntungkan. Ahh... semakin aku tidak mengerti kenapa pihak Madrid selalu menerima ketidakadilan.
Memang Barca sedang diatas angin saat ini karena klubnya merajai kompetisi dan berakhir kemenangan, tapi sepak terjang pemainnya yang lebay bila dilapangan selalu mendapat angin segar dari wasit. Sedangkan Madrid yang sedang kontroversi sejak dilatih oleh Mourinho kerap kali menerima ketidakadilan atas ulah pemain Barca yang "terlindungi" oleh tidak terlihatnya (atau pura-pura tidak terlihat?) sebuah pelanggaran oleh wasit? Contoh pada leg pertama Piala Super Spanyol yang berlangsung di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu beberapa hari lalu, Valdes sang penjaga gawang Barca menarik kaki Ronaldo yang menyebabkan Ronaldo jatuh, tidak diapa-apakan oleh wasit. Itu pelanggaran dan terjadi di kotak pinalti dan seharusnya hadiah tendangan pinalti untuk Ronaldo. Tapi pinalti itu tidak terjadi. Lagi-lagi dan lagi..., Madrid dirugikan. Semoga tidak terjadi kembali hal-hal seperti itu. Dan semoga tidak ada lagi hina menghina soal SARA. Ga baik, ga pantes..!!

Ayo Ozil maju terus, ciptakan prestasi yang gemilang..!!!
David Villa mampus aja ente ke neraka !!! Kami tak butuh orang-orang pengecut macam kamu.

Sabtu, Agustus 13, 2011

Mudik

Puasa baru berjalan setengah bulan. Tapi rencana mudik belum kupersiapkan. Yang tanya mau mudik sudah beberapa orang eh teman. Tapi dengan segenap hati kujawab pastilah mudik, tapi aku belum tau dengan siapa aku kesana atau naik apa? Biasanya aku mudik bareng adikku atau kakakku. Tapi tanda-tanda "angkutan" yang bisa kutebengi belum jelas, karena memang belum dibicarakan. Ahh... aku tidak terlalu ambil pusing mau mudik dengan siapa atau naik apa? Santai saja. Naik bus pun jadi seperti yang pernah kulakukan beberapa tahun yang lalu bersama adikku yang kecil.
Mudik lebaran adalah tradisi di keluarga kami. Mengapa dibilang tradisi? Karena orang tua kami tidak tinggal satu kota. Jadi wajiblah kami anak-anaknya mengunjungi mereka sekaligus bersilaturahim dengan keluarga lainnya. Sayang.., sudah dua tahun ini kami berlebaran tanpa ibu. Ibuku sudah tiada. Sungguh terasa berbeda, yang paling terasa tidak ada yang menyediakan makanan lebaran. Biasanya ibu sudah menyiapkan kue-kue kering, membuat cocktail kesukaanku atau membuat tapai ketan hitam dan beberapa makanan berat lain seperti opor ayam, sambal goreng ati, lontong/ketupat dan lain-lain. Pokoknya tinggal beres saat kita datang kesana ibu sudah menyediakan semuanya.

Ritual mudik saat aku kecil tidak begitu terasa karena masa kecilku kuhabiskan ditanah seberang nun jauh di sana. Lebaran dihabiskan berkunjung ke rumah teman-teman orang tuaku dan mereka saling berbalasan dalam mengunjungi. Lebih terasa lebaran sebenarnya, karena hingga satu minggu tamu masih berdatangan ke rumah untuk bersilaturahim.
Tapi entah kenapa lebaran sekarang jauh berbeda dengan masa lalu yang begitu indah dan terasa, menurutku. Lebaran sekarang hanya salam-salaman saat bertemu di jalan, atau dikumpulkan di musholah atau masjid untuk bersalam-salaman. Mungkin ambil praktisnya saja yaa? Jadi yang punya acara keluarga bisa segera melanjutkan acaranya. Begitupun saat aku pergi ketempat eyangku, suasananya sepi tidak seramai dulu. Yang mana sepupu-sepupuku berkumpul dan saling bertukar cerita saat bertemu. Mungkin...(mungkin lagi nih) karena saudara-saudarku sudah mempunyai urusan sendiri-sendiri (baca: berkeluarga-red!) jadi mereka ada yang tidak bisa pulang karena sesuatu hal, ada yang berlebaran dulu ditempat keluarga pasangannya dan baru bisa mudik pada hari kesekian untuk berlebaran di tempat leluhurnya.
Pada hakekatnya mudik adalah suatu tradisi yang terjadi di Indonesia pada saat lebaran. Makna yang terkandung sangat dalam, karena dengan mudik kita bisa bertemu dengan keluarga besar, saling bermaaf-maafan, bertukar cerita setelah satu tahun tidak berjumpa, nyekar ke makam orang tua, saudara dan leluhur serta melihat berkembangan kota atau desa yang mungkin saja tidak begitu jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan dapat juga jelajah kuliner khas setempat atau berwisata ketempat rekreasi yang ada di dekat sana.

Semoga aku bisa mudik lagi di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Aamiin....

Kamis, Juli 21, 2011

Siaran TV Dan Reuni Yang Kutolak

Suntuk rasanya melihat siaran tv yang itu-itu saja diulang-ulang dari pagi, siang, sore, malam dilanjut esok harinya lagi. Seolah-olah tidak ada berita lain yang pantas ditayangkan menggantikan berita yang ada. Tv sini memang senang sekali menampilkan berita politik yang isinya "huru-hara". Talkshow sana-sini dengan berbagai narasumber tanpa memecahkan masalah. Sebatas wacana atau pendapat, pemikiran, pandangan yang berujung terbatasnya waktu siaran. Selesai jam tayang, ya sudah… bubar !! Besoknya jadi bahan berita lagi dan diulang-ulang kembali, dan akhirnya menguap begitu saja.
Aku kasihan pada pemerintah. Apa yang mereka lakukan seolah-olah tidak ada benarnya. Bertindak salah, tidak bertindak salah. Bicara salah, diam juga salah. Selalu dicerca dan disalahkan. Mengapa jarang sekali pemberitaan tentang pembangunan daerah, pertanian, peternakan, pariwisata, program Keluarga Berencana dll (layaknya berita TVRI jaman dulu) yang sifatnya mendidik dan bisa menjadi contoh baik buat pemirsanya. Jangan cuma berita politisi nakal, kriminalitas atau kisruh partai, kisruh konser musik dan hal-hal tidak penting lain yang diberitakan.
Mending pindahkan channel tv pada berita olahraga. Lebih enak dilihat dan didengar saat klub/tim atau seorang olahragawan mencapai prestasi gemilang pada olahraga yang digelutinya. Atau melihat acara kuliner yang dipandu seorang host seksi dan cantik seperti Farah Quinn? Aha… sungguh sedaaap dipandang mata. Hehee

Oya, malam Minggu lalu ada undangan reuni teman-teman kuliah. Aku memastikan diri jauh hari sebelumnya untuk tidak ikut acara itu. Begitupun dua undangan yang sama tapi beda teman dan lokasi. Reuni teman kuliah di Jogja dan reuni teman SD dan SMP di Jakarta dan Anyer.
Mengapa aku tidak ikut semuanya? Supaya adil saja, satu tidak ikut yang lainnya tidak ikut juga. Dan hak-ku untuk tidak mengikutinya dengan alasan yang kupunya. Ini baru teman SD, SMP, kuliah belum teman SMA yang sengaja tidak kubuka akses jejaring sosialku pada teman-teman SMA-ku. Hehee... Tapi pernah dengar dari salah satu teman SMA (dia tidak ada disitus pertemananku - Red.) katanya, SMA-ku sudah mengadakan reuni akbar tahun 2009 di Sumedang. Syukurlah... hehee

Pagi tadi iseng aku melihat FB-ku.., ada seorang teman meng-upload foto saat mereka ketemuan disuatu mall setelah acara reuni. Dalam foto itu dia memberi judul "Teman lama yang tulus dan ikhlas". Ahaayy... menyindir aku atau yang lain? Apakah ketulusan dan keihklasan dilihat dari datang atau tidaknya orang pada saat reuni? Tidakkah dia berpikir orang yang tidak bisa datang karena suatu alasan sehingga dia mengorbankan acara tersebut? Ahh... biarkan saja.

Wes yoo.. tak mandeg sik nulise...

Kamis, Juli 07, 2011

Alhamdulillah

Tambah lagi usia, tambah lagi kegelisahaan, tambah lagi harapan, tambah lagi ubannya. Hehee... Terima kasih atas perhatian keluarga, teman-teman di fesbuk/inbox, chatting, telepon, sms maupun yang memberikan ucapan langsung.
Alhamdulillah atas segala nikmat, berkah, kemurahan yang telah diberikan Allah kepadaku. Semoga kedepannya semakin lebih baik serta dimudahkan dan dilancarkan segala urusanku dan dikabulkan permohonanku. Aamiin...

Rabu, Juni 22, 2011

Jogjakarta

Siapa yang tidak rindu pada kota yang satu ini? Kota pelajar, kota budaya dan kota gudeg. Aku yakin, hampir semua pengunjung yang pernah menjejakkan kaki di kota ini selalu rindu untuk datang kembali. Atau mungkin mereka yang pernah menjadi bagian dari kota ini, dimanapun sekarang merantau, selalu rindu pada hangatnya Jogja.

Apa yang ditawarkan Jogja? Bagiku, Jogja tak pernah mati. Renik-renik budayanya sangat beragam. Kerlip-kerlip modernitasnya juga sangat terbuka bagi semua orang. Penduduknya ramah, meski panas menyengat selalu menyapa. Belum lagi saat ini, Jogja menawarkan berbagai ragam makanan unik yang bukan hanya memanjakan lidah untuk dinikmati saat berkunjung, namun juga selalu dinanti sebagai oleh-oleh bagi kerabat. Berjubelnya tempat wisata yang seakan tak pernah bosan untuk disapa kembali. Belum lagi nuansa seni dan budaya yang kental membuat kota ini selalu punya cerita. Jogja punya daya pikat sendiri untuk memanggil siapa saja yang pernah datang kemari untuk kembali lagi.

Ada angkringan yang menyajikan makanan a la trotoar: kopi, gorengan, sego kucing. Angkringan ini sebenarnya adalah “barang lama” Jogja yang sekarang banyak dikemas menjadi “baru” dan banyak ditiru oleh kota lain. Salah satu yang menggunakan variasi baru adalah angkringan Lek Man yang lokasinya di dekat Stasiun Tugu. Lek Man menambahkan bara arang dalam kopi yang disajikannya. Menjadikan kopinya terkenal dengan nama Kopi Josssss. Dinamakan demikian karena saat bara itu dicemplungkan di kopi panas menimbulkan bunyi josssssssssss. Salah satu keunggulan angkringan adalah harganya yang murah meriah. Angkringan sungguh mengangkat budaya lokal Jogja yang senang ngopi dan harga murah.

Sebagai kontrasnya, ada cafe/club yang dipadati oleh anak-anak muda Jogja.
Ada juga diskotik entah masih trend atau tidak tempat itu, tapi bagi kalangan muda yang senang dugem pasti mereka tidak absen menginjakkan kaki ditempat-tempat seperti itu. Hampir tiap weekend, cafe/club ini selalu menampilkan ragam tema acara. Dan sejauh yang aku amati (menurut info), tempat-tempat itu tak pernah sepi pengunjung.

Di luar itu, tempat wisata, restoran, lesehan dengan sajian tradisional menu sambal, pusat oleh-oleh tak kalah asiknya untuk dikunjungi. Waktu musim liburan seperti saat ini, jalanan Jogja dilintasi berbagai kendaraan berplat luar kota. Malioboro yang selalu jadi pusat wisata kota pun tumpah ruah oleh masyarakat.
Jogja..., kota ngangeni....

Jumat, Mei 27, 2011

Judule Opo Iki..?? Hehee...

Suasana gerah! Segerah hiruk pikuk cerita yang belum jelas keasliannya. Woo... kabur wae kalo terus-terusan seperti ini? Mending cari sandaran nyaman buat mojok besok nonton final Liga Champions. Atur posisi nonton dan temukan hal menarik dari sudut pandang kenyamanan selama final berlangsung. Ehh... barangkali saja besok ada yang ajak nobar, kan lumayan ga teriak-teriak sendiri di rumah. Hmm... apa ada yang mau ngajak aku nobar yaa..? Tengah malam je..., jadwalnya 01.30, paling-paling mainnya sekitar jam 02.00 dini hari atau tanggal 29 Mei waktu Indonesia. Ngajak teman pasti mereka lebih memilih tidur. Lha wong temen-temenku udah pada ibu-ibu semua. Rata-rata mereka tidak suka nonton bola, wong yang laki aja banyak juga yang ga suka nonton bola je..?
Wess... pokoke jangan sampai kelewat ga nonton. Ini final bagus antara Barca vs MU. Besok PLN harus ditelepon dulu, pesan supaya listrik tidak dipadamkan selama final berlangsung. PLN kan payah..., pernah jam 02.30 listrik mati 2x sekitar dua hari yang lalu. Apa ga blangkemen aku yang ngerti lampu mati masih pagi buta gitu...?? Gitu koq TDL mau dinaikkan lagi tahun depan? Apa service plus-nya PLN kalo TDL naik lagi? Tetep aja pelayanan buruk..., listrik sering mati, saat ditelepon ke kantornya untuk pengaduan nadanya sibuk terus. Kalo ga gitu telepon berdering ga diangkat-angkat? Apa itu namanya pelayanan prima?? Haduuhh.... tobat tenan dah..!! Padahal aku termasuk orang yang tertib bayar listrik + tidak terlambat, pemakaian listrikku pun hemat. Kan aku sudah membantu PLN untuk berhemat energi listrik. Tapi apa imbalannya? :(

Sudah seminggu ini hujan ga turun, mungkin mulai kemarau. Mulai panas-panasan lagi, mulai debu lagi. Semoga perubahan cuaca ini tidak berdampak buruk bagiku dan bagi semua orang.
Wes yoo... ta' offline dulu.