Jumat, Mei 27, 2011

Judule Opo Iki..?? Hehee...

Suasana gerah! Segerah hiruk pikuk cerita yang belum jelas keasliannya. Woo... kabur wae kalo terus-terusan seperti ini? Mending cari sandaran nyaman buat mojok besok nonton final Liga Champions. Atur posisi nonton dan temukan hal menarik dari sudut pandang kenyamanan selama final berlangsung. Ehh... barangkali saja besok ada yang ajak nobar, kan lumayan ga teriak-teriak sendiri di rumah. Hmm... apa ada yang mau ngajak aku nobar yaa..? Tengah malam je..., jadwalnya 01.30, paling-paling mainnya sekitar jam 02.00 dini hari atau tanggal 29 Mei waktu Indonesia. Ngajak teman pasti mereka lebih memilih tidur. Lha wong temen-temenku udah pada ibu-ibu semua. Rata-rata mereka tidak suka nonton bola, wong yang laki aja banyak juga yang ga suka nonton bola je..?
Wess... pokoke jangan sampai kelewat ga nonton. Ini final bagus antara Barca vs MU. Besok PLN harus ditelepon dulu, pesan supaya listrik tidak dipadamkan selama final berlangsung. PLN kan payah..., pernah jam 02.30 listrik mati 2x sekitar dua hari yang lalu. Apa ga blangkemen aku yang ngerti lampu mati masih pagi buta gitu...?? Gitu koq TDL mau dinaikkan lagi tahun depan? Apa service plus-nya PLN kalo TDL naik lagi? Tetep aja pelayanan buruk..., listrik sering mati, saat ditelepon ke kantornya untuk pengaduan nadanya sibuk terus. Kalo ga gitu telepon berdering ga diangkat-angkat? Apa itu namanya pelayanan prima?? Haduuhh.... tobat tenan dah..!! Padahal aku termasuk orang yang tertib bayar listrik + tidak terlambat, pemakaian listrikku pun hemat. Kan aku sudah membantu PLN untuk berhemat energi listrik. Tapi apa imbalannya? :(

Sudah seminggu ini hujan ga turun, mungkin mulai kemarau. Mulai panas-panasan lagi, mulai debu lagi. Semoga perubahan cuaca ini tidak berdampak buruk bagiku dan bagi semua orang.
Wes yoo... ta' offline dulu.

Senin, Mei 23, 2011

Hmm....

Ga terasa bulan Mei sudah memasuki minggu ke empat. Hari-hari yang lalu tidak ada hal spesial dan aku agak malas untuk menulis. Mungkin karena ide/cerita ga ada. Rutinitas seperti biasa dan sangat monoton. Kerja, pulang ke rumah dan hanya nonton tv mengikuti sejumlah berita dan nonton olahraga favoritku.

Berita santer saat ini tentang kisruh Kongres PSSI dan dugaan suap M. Nazaruddin pada sekjen MK dan kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA GAMES.
Aduuhh..., kisruh PSSI belum juga berujung baik karena sekelompok orang memaksakan kehendak yang sudah tidak diperbolehkan FIFA. Kenapa tidak berjiwa besar untuk kepentingan sepakbola Indonesia yaa?? Egois bangeettt...!!
M. Nazaruddin bendahara umum Partai Demokrat tersandung kasus suap. Semoga Pak SBY dan partainya bisa mengambil tindakan tegas pada kadernya bila memang terbukti benar terlibat seperti yang dituduhkan.

Ahai... akhirnya Ronaldo menjadi El Pichichi (top scorer) La Liga selama satu musim 2010/2011 dengan mengemas 40 gol mengalahkan sekaligus memecahkan rekor Hugo Sanchez dan Telmo Zerra dengan koleksi 38 gol. Total gol yang dicetak Real Madrid dalam satu musim ini adalah 102 gol. Semoga kedepannya bisa meraih gelar juara lagi diberbagai liga. Aamiin.... Yang banyak yee...!! hehee...

Hmm.... apalagi ceritanya yaa?

Kamis, April 28, 2011

Ahmadiyyah, Terorisme dan NII

Ditulis oleh : Djohan Effendi*
(*Cendekiawan Muslim; Sekretaris Negara Era Gus Dur)

Dalam beberapa bulan terakhir ini masyarakat kita menyaksikan berbagai peristiwa yang sangat menghebohkan. Mulai dengan kasus pengucilan terhadap warga Jemaat Ahmadiyyah, sebuah organisasi yang mengusung prinsip “cinta bagi semua orang dan tiada kebencian bagi siapapun”, hanya karena dianggap sebagai penganut aliran sesat. Dan hal ini diamini oleh kalangan petinggi Negara, di pusat dan di beberapa daerah. Mereka dinista sebagai manusia Indonesia yang hak-hak sipil mereka seperti dijamin oleh konstitusi seolah-olah sudah tercerabut. Mereka merupakan warga negara yang tertindas yang tidak mendapatkan kedudukan setara dengan warga negara lain walaupun mereka adalah pembayar pajak yang patuh, dan nenek moyang mereka adalah penduduk asli Nusantara ini, dan sebagian mereka sudah hidup sebelum RI lahir.

Heboh Ahmadiyyah itu disusul oleh heboh terorisme, pemboman di beberapa tempat, bahkan terjadi di mesjid. Ditambah lagi oleh heboh pencucian otak oleh gerakan yang disinyalir sebagai pendukung cita-cita NII. Tapi anehnya reaksi organisasi-organisasi Islam tidak sedahsyat reaksi terhadap Ahmadiyyah. Mengapa? Pertanyaan ini mengusik pikiran kita.

Boleh jadi bagi berbagai kalangan organisasi-organisasi Islam di negeri kita “kesesatan” Ahmadiyyah Qadyan menyangkut aspek “ushuliyyah” atau aqidah terutama berkenaan dengan konsep “khatamun nabiyyin”, karena perbedaan tafsir. Padahal rukun iman mereka sama dengan rukun iman kaum Sunni, begitu juga dalam praktek ibadah. Sedangkan perbedaan organisai-organisasi Islam dengan pelaku terorisme dan kalangan NII hanyalah berkenaan dengan masalah pemahaman dalam aspek “furu’iyah” atau masalah cabang bukan aqidah agama, khususnya dalam masalah “fiqih siyasah” atau fikih politik.

Dilihat dari segi cita-cita politik agaknya ada kesamaan ideologis antara kalangan radikal yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam, pelaku terorisme dan pendukung ide NII. Bahkan, dalam perspektif ideologis, terdapat kesamaan ideologis dengan partai-partai Islam yang pada saat amandemen UUD masih menginginkan pemberlakuan kembali Piagam Jakarta khususnya menyangkut tujuh kata yang dihapuskan, “dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja kesamaan ideologis itu juga dapat dilihat dari para Pemerintah Daerah yang memprakarsai kelahiran apa yang disebut sebagai perda-perda syariah.

Berdasarkan hal di atas tidaklah mengherankan apalagi organisasi-organisasi Islam dan partai-partai Islam kelihatannya bersikap setengah hati dalam menentang tindakan kelompok radikal, ideologi organisasi Islam transnasional, dan pemahaman agama mereka yang dianggap pelaku terorisme dan kalangan NII. Padahal kelompok-kelompok ini tegas-tegas menolak ideologi negara, Pancasila, dan menolak bahkan mengkafirkan demokrasi, walaupun mereka hanya bisa hidup dan berkembang di negara-negara demokrasi. Berbeda dengan sikap mereka terhadap Ahmadiyyah yang sama sekali tidak membahayakan dan mengancam negara.

Menyimak fenomena di atas kita bisa berkesimpulan bahwa pemberantasan terorisme dan ideologi anti Pancasila tidak akan kunjung berhasil apabila tidak ada sikap tegas dari kalangan organisasi dan partai Islam. Apalagi kalau organisai semacam MUI, NU dan Muhammadiyah, tidak bersikap tegas dan bergerak secara terencana dan terorganisasi melawan faham dan tindakan yang ingin mengganti ideologi negara dan merubah RI menjadi negara yang berdasarkan agama. Kalau hal ini yang terjadi tidaklah terlalu salah kalau muncul anggapan bahwa perbedaan antara kelompok radikal, penganut faham yang mendukung terorisme dan kalangan NII dengan organisasi, partai dan pemda-pemda yang memberlakuan perda syariat hanyalah perbedaan cara, yang pertama melalui perjuangan illegal dan kekerasan sedangkan yang kedua melalui perjuangan konstitusional dan parlementer.

Sabtu, April 23, 2011

Magnum Pertamaku

Setelah sekian lama mencari, akhirnya kutemukan ice cream Magnum yang bikin penasaran itu. Produk Wall's yang baru itu tuh.., yang iklannya masih berseliweran di tv. Sayang hanya dua varian yang ada dari tiga yang ditawarkan. Kuambil kedua-duanya dan langsung kubawa pulang. Hmm.... enak juga, rasa coklatnya melekat hingga kunyahan terakhir. hahaha.... lebay! Kalo dirasa-rasa, rasanya tidak jauh beda dengan Feast produk Wall's lainnya. Hanya beda tingkat ketebalan coklatnya saja dari magnum.
Haaahhh...., habis dua magnum sekaligus! Katanya mau diet? Wah, mana betah bila lihat ice cream coklat didepan mata? Dietnya ditunda dulu saja! hehehe....

Kamis, April 21, 2011

Bravo Real Madrid

Pukul 03.00 WIB, laga Copa Del Rey dimulai. Aku sudah menunggunya sejak jam 02.00. Sambil kucek2 mata yang masih ngantuk, aku segera ke kamar mandi cuci muka dan psssttt.... (pipis! hehe...) kemudian buat kopi.
Selesai semua aku langsung nongkrong di depan tv untuk nonton suguhan menarik dari negeri nun jauh di sana.

Siap-siap!
Dan... mulai sudah pertempuran dua kubu yang saling berseteru.
Dal dul dal dul.... bola ditendang kesana kemari oleh pemain-pemain itu. Dan... akhirnya pecah kebuntuan Real Madrid selama ini untuk menumbangkan Barcelona. Final Copa Del Rey dini hari tadi menyuguhkan permainan bagus dari dua kubu tersebut. Aku senang Ozil dimainkan sejak awal laga. Tapi sayang..., Benzema, Higuain dan Kaka tidak diturunkan sama sekali hingga laga usai. Mungkin disimpan Mou (Jose Mourinho-Red!) untuk laga berikutnya melawan Valencia di La Liga (Liga BBVA) atau barangkali disimpan untuk main di semifinal Liga Champions? Ga tau ahh...!

Babak pertama Madrid bermain lebih bagus dari Barca. Berkali-kali gawang Barca terancam oleh skuad ibukota ini. Tendangan Ronaldo, Ozil dan Pepe nyaris merobek gawang Barca, tapi belum rejeki kali yaa... hingga pluit babak pertama skor masih 0-0.

Pada babak kedua, kali ini Barca lebih dominan menguasai bola. Aku sempat dag dig dug melihat Messi cs menggempur tim Ronaldo hingga beberapa kali gawang Madrid terancam. Lagi-lagi... babak kedua ini belum rejeki bagi kedua klub raksasa Spanyol untuk mencetak gol. Akhirnya perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Dan pada menit ke 102 (ini yg kulihat ditayangan tv sana) Ronaldo membuyarkan impian Barca yang ingin merebut trebel dalam musim ini. Gol lewat sundulan Ronaldo mengubah kedudukan menjadi 1-0 hingga laga berakhir untuk kemenangan Real Madrid.

Selasa, April 19, 2011

2 Raksasa Spanyol

Minggu dini hari lalu (18 April 2011) lanjutan Liga BBVA/La Liga berlangsung di stadion Santiago Bernabeu, dimana stadion ini adalah rumah klub Real Madrid.
Pukul 02.30 wib aku sudah bangun. Padahal waker yang kupasang baru bunyi 02.50. Terlalu pagi aku bangun…, sepertinya aku tidak mau ketinggalan mengikuti hajatan besar di stadion itu. Segelas kopi kuseduh untuk menemaniku nonton liga ini. Kenapa kubela2in nonton? Ini duel El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona, dua klub raksasa Spanyol. Sebetulnya, dua-duanya aku suka. Barcelona yang saat ini dinahkodai oleh Pep Guardiola terkenal dengan permainan yang mempunyai skema dan pemain handal dan sudah terbangun lama, sedangkan Real Madrid yang sekarang dalam asuhan Jose Mourinho adalah klub dengan permainan pragmatis yang mempunyai kualitas pemain-pemain handal dan berkelas. Tapi aku harus tetap memilih mana yang menjadi andalanku. Ya…betul, aku memilih Real Madrid walupun sedikit was-was karena Barcelona dalam musim ini hampir tidak pernah terkalahkan. Ingat Liga Champions 2009 lalu dimana Barcelona vs MU...? Saat itu aku memihak Barcelona yang nyatanya memang sebagai pemenang waktu itu.

Pukul 03.00 wib. Kick off…
Sedikit agak terkejut waktu melihat komposisi pemain Real Madrid. Jose Mourinho tidak memasang Mesut Ozil sebagai starter. Higuain-pun tidak diturunkan. Pepe sebagai bek harus bekerja sejak awal mengawal Xabi Alonso bersama Sami Khedira di lini tengah.
Dalam 45 menit pertama tidak terjadi gol. Barcelona bermain menekan sedangkan Real Madrid bermain bertahan sambil mengumpan balik serangan-serangan panjang.

Babak kedua dimulai. Permainan masih sama. Pada menit 52 Raul Albiol melakukan pelanggaran menjatuhkan David Villa di kotak penalti. Kartu merah diacungkan wasit untuk Albiol yang mengharuskan dia keluar dari lapangan. Otomatis Madrid bermain dengan 10 orang. Hadiah penalti pun di dapat Barca yang dieksekusi Messi dan menembus gawang Casillas. 1-0 untuk Barca.
Pada menit 57, Ozil masuk menggantikan Benzema. Kemudian menit 66 Alonso ditarik keluar dan digantikan Adebayor. Pun dari pihak Barca melakukan hal sama, penarikkan 2 pemainnya dan digantikan oleh pemain lainnya. Beberapa menit setelah itu belum juga menghasilkan gol lagi bagi kedua kubu. Dan pada menit 80, Dani Alves membuat pelanggaran di kotak penalti dengan menjegal Marcelo. Kartu kuning untuk Alves karena pelanggaran dan kartu kuning untuk Valdes (penjaga gawang Barca) karena protes berlebihan pada wasit. Kini, Madrid-lah yang mendapat hadiah penalti yang kemudian di eksekusi Ronaldo. Gol menjadi imbang 1-1 hingga peluit panjang berbunyi setelah pertambahan waktu 4 menit dibabak kedua.

Pertarungan dua raksasa itu belum berakhir. Hari Rabu malam waktu Spanyol atau Kamis 21 April 2011 dini hari waktu Indonesia, duel terjadi lagi. Kali ini final Copa Del Rey (Piala Raja). Sedangkan tanggal 27 April adalah leg pertama semifinal Liga Champions dan 3 Mei 2011 leg kedua Liga Champions. Kita tunggu siapa yang bakal jadi pemenang dan juaranya.
Yang pasti aku tetap memihak tim asal Spanyol untuk duel final Liga Champions nanti melawan pemenang semifinal MU vs Stoke 26 April (leg 1) dan 4 Mei 2011 (leg 2).
Setelah ini usai barulah aku tidur nyenyak karena praktis aku hanya mengikuti seri-seri MotoGP yang sedang berlangsung. Untung saja MotoGP banyak digelar sore/petang hari. Hanya 2 atau 3 seri saja tengah malam di Indonesia karena perbedaan waktu (di Amerika siang dan Qatar yang selalu dimulai malam hari).

Senin, April 04, 2011

Weekend Yang Kelabu

Ini postingan pertamaku di bulan April 2011.
Kemarin menjadi liburan yang menyebalkan. Niat hati menghibur diri dengan menonton sepak bola di malam minggu jadi terasa hambar saat Real Madrid mengalami kekalahan dari Sporting Gijon.
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 22.45. Sebenarnya mataku hampir tidak bisa diajak kompromi lagi. Kupaksain melek karena yang main adalah tim favoritku. Sebelumnya, dari berita yang kuperoleh bahwa tim ini menghadapi Spoting Gijon tanpa pilar andalan seperti Ronaldo, Benzema dan Marcello karena cedera. Sedikit agak pesimis aku dibuatnya, karena lawan mereka meski bukan tim unggulan setidaknya pernah mengkandaskan ambisi Barcelona yang tidak terkalahkan dengan menahan imbang 1-1 beberapa waktu lalu.
Higuain yang baru pulih pasca operasi diturunkan Jose Mourinho pada babak kedua. Tindakan ini tetap tidak membawa keberuntungan bagi Real Madrid. Sebetulnya permainan anak-anak asuhan Jose Mourinho ini tidaklah buruk. Berkali-kali menekan tim lawan dan tendangan bola dari gelandang andalan Ozil, Di Maria, Adebayor, Khedira dan Higuain pun nyaris merobek gawang lawan. Sayang tendangan mereka masih teratasi oleh yang empunya gawang, atau… kalau tidak begitu bola keluar melewati gawang. Tepat menit ke 76 gawang Iker Casillas dijebol pemain Sporting Gijon. Dan hingga menit berakhir kedudukan tetap 1-0 untuk Sporting Gijon. :(
Yah, semoga Selasa nanti atau Rabu dini hari Real Madrid bisa bangkit melawan Tottenham Hotspur dalam Liga Champions Eropa (perempat final) walau katanya Ronaldo dan Benzema (lagi2) tidak diturunkan karena cedera yang belum sembuh itu.

Kembali menikmati sport di tv. Jadwal MotoGP seri 2 digelar di Jerez. Pukul 17.00 diawali kelas Moto2. Kelas MotoGP baru digelar pada jam 19.00 WIB. Rossi yang start diposisi 12 membuatku tidak banyak berharap. Selain cedera bahunya yang belum fit 100% dan motor barunya yang belum stabil ditangannya, aku berharap Rossi dapat finish dengan baik dan bisa masuk lima besar. Eh… ternyata setelah bendera start dikibarkan Rossi membuat kejutan secara perlahan. Memperbaiki posisinya menjadi ke 9, ke 7 kemudian sedikit demi sedikit dia melewati lawan-lawannya ; Spies, Dovizioso, Pedrosa dan Lorenzo. Tetapi nasib tidak bagus dialami Rossi saat lap ke 20 dia melewati Stoner yang berada di posisi ke 2, dia melakukan kesalahan dan gubraakk..! Dia jatuh dan Stoner pun tidak dapat menghindari kecelakaan tersebut. Malang nasib Stoner tidak dapat melanjutkan balapan tersebut dan Rossi masih dapat bangkit dan memulai diurutan 15. Akhirnya Rossi finish posisi 5, podium pertama Lorenzo, kedua Pedrosa, ketiga Heyden.
Lintasan yang licin karena hujan sebelumnya membuat rider banyak yang berjatuhan. Selain Rossi, ada Toni Elias, Spies, Simoncelli, Randy De Puniet, Karel Abraham, dan tim dari Perancis (aku lupa namanya) ikut merasakan licinnya aspal Jerez. Dikelas Moto2 begitu juga, rider-ridernya banyak yang tumbang karena tidak dapat menghindari licinnya sirkuit.

Weekend yang kelabu… selain jagoanku menelan kekalahan, hari Minggu kemarin Jogja diguyur hujan seharian, dari pagi hingga malam. Aku tidak kemana-mana, hanya didalam rumah saja dan pintu rumah tidak kubuka sama sekali. Cuma satu jendela yang kubuka untuk menandakan bagi tetangga bahwa aku sudah bangun. Hehehe…

Senin, Maret 21, 2011

Postingan Maret

Hmm... menjelang akhir Maret aku belum punya postingan baru. Tidak ada hal yang menarik untuk diceritakan, tetapi seperti suatu kewajiban aku harus mengisi blog tiap bulannya. Serasa mempunyai hutang bila terlewatkan, meski hanya satu postingan saja itu sudah cukup.
Memang tidak mudah bercerita, walau terkadang khayalanku (cerita) sudah ada untuk dituangkan disini. Ada saja yang membuatku gagal "nggedabrus" disitus ini. Kalo ga masalah internet yang lelet, daya khayalku (baca : mengarang-red!) tiba-tiba saja macet yang tidak kuketahui alasannya. (Woo... si kambing hitam lagi-lagi menjadi alasan). Hehe...

Begini, (pemaksaan cerita nih). Sabtu 12 Maret lalu jam 08.00 wib aku ke Jakarta. Tiga hari di sana cukup untuk melepas kejenuhan. Ada suatu acara yang harus kuhadiri, sekalian refreshing lah karena sudah setahun setengah aku tidak cuti.

Tiba di Cengkareng jam 08.55 wib
Jakarta pagi hari di hari Sabtu, masih terasa lengang karena sebagian kantor libur. Praktis tidak ada kendala macet, taksi yang kutumpangi meluncur mulus dan tiba ditujuan masih jam 10.00 wib.
Acara jam 11.00 wib molor hingga baru mulai selepas adzan Dzuhur. Setelah acara kelar barulah sorenya aku jalan-jalan menyusuri ibukota yang macet bin bundet itu. Malam minggu ketemu teman... kita jalan rame-rame ke Blok M dan makan malam di Kebayoran Baru.
Keesokan harinya jadwal jalan-jalan masih berlanjut. Inginnya ke Dufan (tempat favoritku nih bila ke Jakarta. Hehe... Kayak anak kecil ya?), tapi tidak jadi karena siang Jakarta diguyur hujan. Akhirnya ke Mangga Dua setengah harian dilanjut ke Plaza Indonesia, EX, Grand Indonesia hingga ke Kebon Kacang makan nasi uduk. Aku yang masih penasaran ama nasi uduk yang konon kabarnya top banget itu, akhirnya kesampaian juga makan di sana. Ternyata rasanya tidak istimewa seperti yang kubayangkan. Standard saja!
Di Mangga Dua kusempet-sempetin belanja, di PI dan sekitarnya cuma lihat-lihat saja, gila pa mau belanja disitu? Harganya selangit!
Setelah jalan-jalan dan makan aku pulang ke rumah saudaraku. Hari sudah malam, tapi aku harus mandi karena badan lengket semua. Setelah selesai mandi aku diajak saudaraku ke Depok untuk melihat anaknya (keponakanku) yang buka klinik 24 jam disana. Dalam perjalanan ke Depok mataku rasanya lengket. Ngantuk banget! Tapi kupaksakan saja ikut, mumpung disana sekalian nengok keponakan.
Akhirnya sampai juga di kliniknya. Wah... ga terasa ponakanku sudah dewasa dan memulai kehidupan dengan menjadi seorang dokter. Moga-moga dia berhasil menyumbangkan ilmunya bagi masyarakat sekitar. Amien....

Hari Senin aku pulang. Mampir ke Senayan dulu sebelum ke bandara. Terpaksa pulang siang karena tiket pesawat yang kudapat jadwal keberangkatannya siang hari. Delay satu jam... membuatku harus makan siang di bandara terminal 3. Susananya agak sepi karena di situ cuma AirAsia dan keberangkatan haji saja.

Hari ini cuaca diluar begitu panas. Waktunya makan siang sekarang, tapi aku malas mau keluar. Padahal perut dah keroncongan. Mana lagi mata ngantuk karena semalam aku begadang nunggu gelaran pertama 2011 MotoGP di Losail Qatar. Rossi, Rossi... bangkitlah!
Belakangan ini aku sering bangun tengah malam, seperti ada yang ngebangunin saja. Apalagi kalo aku sudah berniat nonton sepakbola... tiba-tiba saja mataku langsung terbangun pada jam event bola itu berlangsung. Iya ya... Liga Champions Eropa sedang berlangsung dan bulan April depan sudah memasuki perempat final. Aku senang jagoanku Real Madrid bisa menundukkan Olimpique Lyon. Begitupun Barcelona bisa menghempaskan Arsenal dienambelas besar. Sama-sama maju diperempat final dan beruntung dalam undian mereka tidak bertemu dibabak tersebut.

Aku lapar. Diluar panas, mau keluar males. Tapi kalo ga keluar perutku melilit minta diisi. Moga-moga panas terik ini bukan pertanda hujan badai nantinya. Biasanya seperti itu, siang panas terik sorenya hujan lebat. Kayak Sabtu lalu... hujan angin plus petir malam harinya.

Sabtu, Februari 26, 2011

Salah Kostum

Berkaitan undangan pada tanggal 24 Februari lalu, akhirnya aku bisa juga memenuhi undangan tersebut. Aku ijin tidak masuk kerja pada hari itu.

Undangan kuterima melalui sms tanggal 22 Februari pagi. Tidak disebutkan harus memakai baju apa? Karena itu aku memilih baju sedikit santai (blus lengan panjang krem bercorak bunga dan celana panjang coklat tua) plus sepatu coklat muda dan tas kecil warna senada. Wajahku kudandani ala kadarnya tanpa blush on, eye shadow, eyeliner, ataupun pensil alis. Wajahku hanya kututupi dengan bedak yang sebelumnya dialasi pelembab dan foundation. Aku termasuk orang yang kurang suka berdandan. Ini terbukti dari lipstick yang kupunya cuma satu, bedak satu. Tidak punya blush on, eye shadow, eyeliner, dan juga pensil alis. Alisku pun tidak kucukur seperti kebanyakan wanita lain. Apa adanya, yo opo anane ngene…!? Stop sampai disitu tentang dadanan minimalisku.
Berangkat ke gedung utama UGM, ternyata aku salah kostum. Seharusnya baju yang dikenakan : wanita memakai kain panjang / sarung (semacam kebaya modern begitulah) dan pria-nya memakai stelan jas. Haah…?? Aku sudah terlanjur memakai baju yang kusebutkan tadi. Agak malu saat aku memasuki ruangan yang sudah mulai banyak tamunya itu. Kulihat sekitarnya memang memakai busana yang sudah ditentukan. Dengan muka kucuek-cuekin, aku, kakak dan istrinya duduk dibagian tengah yang sudah duluan ada adik + istrinya serta saudaraku. Aku berangkat bersama kakakku dan istrinya yang juga sama-sama salah kostum (kakakku memakai kemeja batik lengan panjang) dan istrinya memakai baju muslim gamis. Lumayanlah kakak iparku ga begitu kelihatan saltum dibanding aku memakai celana panjang.
Kulihat beberapa saudaraku yang lain sudah berada dideretan depan, kami sapa mereka sambil berjabat tangan.
Rupanya adik iparku tahu, bila busana yang harus dikenakan ada ketentuannnya. Tapi dia pikir kami sudah mengetahui hal itu. Dan geeeerrr…. Kami tertawa kecil akan kejadian tersebut.
Pukul 10.00 WIB, upacara Pengukuhan Guru Besar dimulai. Agak berbeda dari upacara wisuda S1 dan S2 yang pernah kulihat. Ini yang dikukuhkan cuma satu orang. Tidak ada sambutan pidato dari rektor ataupun dekan. Pidato satu-satunya hanyalah dari sang Guru Besar yang akan dikukuhkan itu.
Sekitar 10 menit berlalu setelah acara dibacakan para guru besar (termasuk beberapa undangan guru besar universitas dari Aceh, Kalimantan, Bandung, Semarang, Surabaya) memasuki ruangan senat.
Tiba saatnya kakak sepupuku membacakan pidatonya di depan Rapat Terbuka Majelis Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Judul pidatonya : “KEPATUHAN PENERAPAN STANDAR MUTU UNTUK MEWUJUDKAN STANDARD MINDED PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH”.
20 menit berlalu aku masih mengikuti pidatonya dengan baik. Bergeser pada menit-menit selanjutnya aku mulai mengantuk. Mungkin ini akibat bangun terlalu malam (dini hari). Dan juga aku tidak mengerti masalah teknik bangunan jalan, jembatan, bandara dan tentang transportasi, mulailah aku merasa jenuh. Ditambah suasana ruangan yang sejuk karena hembusan ac menyelimuti rungan. Kulihat beberapa tamu lainnya juga mengalami hal serupa denganku.
Hampir satu jam akhirnya pidato itu selesai juga. Para guru besar meninggalkan ruangan dilanjutkan pemberian ucapan selamat kepada kakak sepupuku yang sudah sah menyandang gelar Profesor didepan namanya dalam usia 45 tahun. Lengkap sudah gelar akademisnya hingga jenjang tertinggi. Memang layak dia menyandang gelar tersebut. Orangnya rajin, cerdas dan berkemauan keras untuk mencapai suatu tujuan. Selalu lulus berpredikat cum laude sejak S1, S2, S3.
Acara ditutup dengan jamuan makan siang ala standing party di gedung pertemuan Kagama dengan hiburan pameran batik + fashion show batik, alunan biola dan piano, serta tidak ketinggalan gamelan Jawa. Sekitar 1500 tamu undangan memadati gedung pertemuan tersebut memberi ucapan selamat pada sang empunya gawe.