Suntuk rasanya melihat siaran tv yang itu-itu saja diulang-ulang dari pagi, siang, sore, malam dilanjut esok harinya lagi. Seolah-olah tidak ada berita lain yang pantas ditayangkan menggantikan berita yang ada. Tv sini memang senang sekali menampilkan berita politik yang isinya "huru-hara". Talkshow sana-sini dengan berbagai narasumber tanpa memecahkan masalah. Sebatas wacana atau pendapat, pemikiran, pandangan yang berujung terbatasnya waktu siaran. Selesai jam tayang, ya sudah… bubar !! Besoknya jadi bahan berita lagi dan diulang-ulang kembali, dan akhirnya menguap begitu saja.
Aku kasihan pada pemerintah. Apa yang mereka lakukan seolah-olah tidak ada benarnya. Bertindak salah, tidak bertindak salah. Bicara salah, diam juga salah. Selalu dicerca dan disalahkan. Mengapa jarang sekali pemberitaan tentang pembangunan daerah, pertanian, peternakan, pariwisata, program Keluarga Berencana dll (layaknya berita TVRI jaman dulu) yang sifatnya mendidik dan bisa menjadi contoh baik buat pemirsanya. Jangan cuma berita politisi nakal, kriminalitas atau kisruh partai, kisruh konser musik dan hal-hal tidak penting lain yang diberitakan.
Mending pindahkan channel tv pada berita olahraga. Lebih enak dilihat dan didengar saat klub/tim atau seorang olahragawan mencapai prestasi gemilang pada olahraga yang digelutinya. Atau melihat acara kuliner yang dipandu seorang host seksi dan cantik seperti Farah Quinn? Aha… sungguh sedaaap dipandang mata. Hehee
Oya, malam Minggu lalu ada undangan reuni teman-teman kuliah. Aku memastikan diri jauh hari sebelumnya untuk tidak ikut acara itu. Begitupun dua undangan yang sama tapi beda teman dan lokasi. Reuni teman kuliah di Jogja dan reuni teman SD dan SMP di Jakarta dan Anyer.
Mengapa aku tidak ikut semuanya? Supaya adil saja, satu tidak ikut yang lainnya tidak ikut juga. Dan hak-ku untuk tidak mengikutinya dengan alasan yang kupunya. Ini baru teman SD, SMP, kuliah belum teman SMA yang sengaja tidak kubuka akses jejaring sosialku pada teman-teman SMA-ku. Hehee... Tapi pernah dengar dari salah satu teman SMA (dia tidak ada disitus pertemananku - Red.) katanya, SMA-ku sudah mengadakan reuni akbar tahun 2009 di Sumedang. Syukurlah... hehee
Pagi tadi iseng aku melihat FB-ku.., ada seorang teman meng-upload foto saat mereka ketemuan disuatu mall setelah acara reuni. Dalam foto itu dia memberi judul "Teman lama yang tulus dan ikhlas". Ahaayy... menyindir aku atau yang lain? Apakah ketulusan dan keihklasan dilihat dari datang atau tidaknya orang pada saat reuni? Tidakkah dia berpikir orang yang tidak bisa datang karena suatu alasan sehingga dia mengorbankan acara tersebut? Ahh... biarkan saja.
Wes yoo.. tak mandeg sik nulise...
Adalah sebuah blog yang dimiliki oleh seorang wanita biasa. Memiliki motivasi nge-BLOG yang sederhana dan menyalurkan hobi melamun dengan menuangkan hasil lamunannya dalam bentuk tulisan. Lumayan, memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif... Hehehe...
Kamis, Juli 21, 2011
Kamis, Juli 07, 2011
Alhamdulillah
Tambah lagi usia, tambah lagi kegelisahaan, tambah lagi harapan, tambah lagi ubannya. Hehee... Terima kasih atas perhatian keluarga, teman-teman di fesbuk/inbox, chatting, telepon, sms maupun yang memberikan ucapan langsung.
Alhamdulillah atas segala nikmat, berkah, kemurahan yang telah diberikan Allah kepadaku. Semoga kedepannya semakin lebih baik serta dimudahkan dan dilancarkan segala urusanku dan dikabulkan permohonanku. Aamiin...
Alhamdulillah atas segala nikmat, berkah, kemurahan yang telah diberikan Allah kepadaku. Semoga kedepannya semakin lebih baik serta dimudahkan dan dilancarkan segala urusanku dan dikabulkan permohonanku. Aamiin...
Rabu, Juni 22, 2011
Jogjakarta
Siapa yang tidak rindu pada kota yang satu ini? Kota pelajar, kota budaya dan kota gudeg. Aku yakin, hampir semua pengunjung yang pernah menjejakkan kaki di kota ini selalu rindu untuk datang kembali. Atau mungkin mereka yang pernah menjadi bagian dari kota ini, dimanapun sekarang merantau, selalu rindu pada hangatnya Jogja.
Apa yang ditawarkan Jogja? Bagiku, Jogja tak pernah mati. Renik-renik budayanya sangat beragam. Kerlip-kerlip modernitasnya juga sangat terbuka bagi semua orang. Penduduknya ramah, meski panas menyengat selalu menyapa. Belum lagi saat ini, Jogja menawarkan berbagai ragam makanan unik yang bukan hanya memanjakan lidah untuk dinikmati saat berkunjung, namun juga selalu dinanti sebagai oleh-oleh bagi kerabat. Berjubelnya tempat wisata yang seakan tak pernah bosan untuk disapa kembali. Belum lagi nuansa seni dan budaya yang kental membuat kota ini selalu punya cerita. Jogja punya daya pikat sendiri untuk memanggil siapa saja yang pernah datang kemari untuk kembali lagi.
Ada angkringan yang menyajikan makanan a la trotoar: kopi, gorengan, sego kucing. Angkringan ini sebenarnya adalah “barang lama” Jogja yang sekarang banyak dikemas menjadi “baru” dan banyak ditiru oleh kota lain. Salah satu yang menggunakan variasi baru adalah angkringan Lek Man yang lokasinya di dekat Stasiun Tugu. Lek Man menambahkan bara arang dalam kopi yang disajikannya. Menjadikan kopinya terkenal dengan nama Kopi Josssss. Dinamakan demikian karena saat bara itu dicemplungkan di kopi panas menimbulkan bunyi josssssssssss. Salah satu keunggulan angkringan adalah harganya yang murah meriah. Angkringan sungguh mengangkat budaya lokal Jogja yang senang ngopi dan harga murah.
Sebagai kontrasnya, ada cafe/club yang dipadati oleh anak-anak muda Jogja.
Ada juga diskotik entah masih trend atau tidak tempat itu, tapi bagi kalangan muda yang senang dugem pasti mereka tidak absen menginjakkan kaki ditempat-tempat seperti itu. Hampir tiap weekend, cafe/club ini selalu menampilkan ragam tema acara. Dan sejauh yang aku amati (menurut info), tempat-tempat itu tak pernah sepi pengunjung.
Di luar itu, tempat wisata, restoran, lesehan dengan sajian tradisional menu sambal, pusat oleh-oleh tak kalah asiknya untuk dikunjungi. Waktu musim liburan seperti saat ini, jalanan Jogja dilintasi berbagai kendaraan berplat luar kota. Malioboro yang selalu jadi pusat wisata kota pun tumpah ruah oleh masyarakat.
Jogja..., kota ngangeni....
Apa yang ditawarkan Jogja? Bagiku, Jogja tak pernah mati. Renik-renik budayanya sangat beragam. Kerlip-kerlip modernitasnya juga sangat terbuka bagi semua orang. Penduduknya ramah, meski panas menyengat selalu menyapa. Belum lagi saat ini, Jogja menawarkan berbagai ragam makanan unik yang bukan hanya memanjakan lidah untuk dinikmati saat berkunjung, namun juga selalu dinanti sebagai oleh-oleh bagi kerabat. Berjubelnya tempat wisata yang seakan tak pernah bosan untuk disapa kembali. Belum lagi nuansa seni dan budaya yang kental membuat kota ini selalu punya cerita. Jogja punya daya pikat sendiri untuk memanggil siapa saja yang pernah datang kemari untuk kembali lagi.
Ada angkringan yang menyajikan makanan a la trotoar: kopi, gorengan, sego kucing. Angkringan ini sebenarnya adalah “barang lama” Jogja yang sekarang banyak dikemas menjadi “baru” dan banyak ditiru oleh kota lain. Salah satu yang menggunakan variasi baru adalah angkringan Lek Man yang lokasinya di dekat Stasiun Tugu. Lek Man menambahkan bara arang dalam kopi yang disajikannya. Menjadikan kopinya terkenal dengan nama Kopi Josssss. Dinamakan demikian karena saat bara itu dicemplungkan di kopi panas menimbulkan bunyi josssssssssss. Salah satu keunggulan angkringan adalah harganya yang murah meriah. Angkringan sungguh mengangkat budaya lokal Jogja yang senang ngopi dan harga murah.
Sebagai kontrasnya, ada cafe/club yang dipadati oleh anak-anak muda Jogja.
Ada juga diskotik entah masih trend atau tidak tempat itu, tapi bagi kalangan muda yang senang dugem pasti mereka tidak absen menginjakkan kaki ditempat-tempat seperti itu. Hampir tiap weekend, cafe/club ini selalu menampilkan ragam tema acara. Dan sejauh yang aku amati (menurut info), tempat-tempat itu tak pernah sepi pengunjung.
Di luar itu, tempat wisata, restoran, lesehan dengan sajian tradisional menu sambal, pusat oleh-oleh tak kalah asiknya untuk dikunjungi. Waktu musim liburan seperti saat ini, jalanan Jogja dilintasi berbagai kendaraan berplat luar kota. Malioboro yang selalu jadi pusat wisata kota pun tumpah ruah oleh masyarakat.
Jogja..., kota ngangeni....
Jumat, Mei 27, 2011
Judule Opo Iki..?? Hehee...
Suasana gerah! Segerah hiruk pikuk cerita yang belum jelas keasliannya. Woo... kabur wae kalo terus-terusan seperti ini? Mending cari sandaran nyaman buat mojok besok nonton final Liga Champions. Atur posisi nonton dan temukan hal menarik dari sudut pandang kenyamanan selama final berlangsung. Ehh... barangkali saja besok ada yang ajak nobar, kan lumayan ga teriak-teriak sendiri di rumah. Hmm... apa ada yang mau ngajak aku nobar yaa..? Tengah malam je..., jadwalnya 01.30, paling-paling mainnya sekitar jam 02.00 dini hari atau tanggal 29 Mei waktu Indonesia. Ngajak teman pasti mereka lebih memilih tidur. Lha wong temen-temenku udah pada ibu-ibu semua. Rata-rata mereka tidak suka nonton bola, wong yang laki aja banyak juga yang ga suka nonton bola je..?
Wess... pokoke jangan sampai kelewat ga nonton. Ini final bagus antara Barca vs MU. Besok PLN harus ditelepon dulu, pesan supaya listrik tidak dipadamkan selama final berlangsung. PLN kan payah..., pernah jam 02.30 listrik mati 2x sekitar dua hari yang lalu. Apa ga blangkemen aku yang ngerti lampu mati masih pagi buta gitu...?? Gitu koq TDL mau dinaikkan lagi tahun depan? Apa service plus-nya PLN kalo TDL naik lagi? Tetep aja pelayanan buruk..., listrik sering mati, saat ditelepon ke kantornya untuk pengaduan nadanya sibuk terus. Kalo ga gitu telepon berdering ga diangkat-angkat? Apa itu namanya pelayanan prima?? Haduuhh.... tobat tenan dah..!! Padahal aku termasuk orang yang tertib bayar listrik + tidak terlambat, pemakaian listrikku pun hemat. Kan aku sudah membantu PLN untuk berhemat energi listrik. Tapi apa imbalannya? :(
Sudah seminggu ini hujan ga turun, mungkin mulai kemarau. Mulai panas-panasan lagi, mulai debu lagi. Semoga perubahan cuaca ini tidak berdampak buruk bagiku dan bagi semua orang.
Wes yoo... ta' offline dulu.
Wess... pokoke jangan sampai kelewat ga nonton. Ini final bagus antara Barca vs MU. Besok PLN harus ditelepon dulu, pesan supaya listrik tidak dipadamkan selama final berlangsung. PLN kan payah..., pernah jam 02.30 listrik mati 2x sekitar dua hari yang lalu. Apa ga blangkemen aku yang ngerti lampu mati masih pagi buta gitu...?? Gitu koq TDL mau dinaikkan lagi tahun depan? Apa service plus-nya PLN kalo TDL naik lagi? Tetep aja pelayanan buruk..., listrik sering mati, saat ditelepon ke kantornya untuk pengaduan nadanya sibuk terus. Kalo ga gitu telepon berdering ga diangkat-angkat? Apa itu namanya pelayanan prima?? Haduuhh.... tobat tenan dah..!! Padahal aku termasuk orang yang tertib bayar listrik + tidak terlambat, pemakaian listrikku pun hemat. Kan aku sudah membantu PLN untuk berhemat energi listrik. Tapi apa imbalannya? :(
Sudah seminggu ini hujan ga turun, mungkin mulai kemarau. Mulai panas-panasan lagi, mulai debu lagi. Semoga perubahan cuaca ini tidak berdampak buruk bagiku dan bagi semua orang.
Wes yoo... ta' offline dulu.
Senin, Mei 23, 2011
Hmm....
Ga terasa bulan Mei sudah memasuki minggu ke empat. Hari-hari yang lalu tidak ada hal spesial dan aku agak malas untuk menulis. Mungkin karena ide/cerita ga ada. Rutinitas seperti biasa dan sangat monoton. Kerja, pulang ke rumah dan hanya nonton tv mengikuti sejumlah berita dan nonton olahraga favoritku.
Berita santer saat ini tentang kisruh Kongres PSSI dan dugaan suap M. Nazaruddin pada sekjen MK dan kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA GAMES.
Aduuhh..., kisruh PSSI belum juga berujung baik karena sekelompok orang memaksakan kehendak yang sudah tidak diperbolehkan FIFA. Kenapa tidak berjiwa besar untuk kepentingan sepakbola Indonesia yaa?? Egois bangeettt...!!
M. Nazaruddin bendahara umum Partai Demokrat tersandung kasus suap. Semoga Pak SBY dan partainya bisa mengambil tindakan tegas pada kadernya bila memang terbukti benar terlibat seperti yang dituduhkan.
Ahai... akhirnya Ronaldo menjadi El Pichichi (top scorer) La Liga selama satu musim 2010/2011 dengan mengemas 40 gol mengalahkan sekaligus memecahkan rekor Hugo Sanchez dan Telmo Zerra dengan koleksi 38 gol. Total gol yang dicetak Real Madrid dalam satu musim ini adalah 102 gol. Semoga kedepannya bisa meraih gelar juara lagi diberbagai liga. Aamiin.... Yang banyak yee...!! hehee...
Hmm.... apalagi ceritanya yaa?
Berita santer saat ini tentang kisruh Kongres PSSI dan dugaan suap M. Nazaruddin pada sekjen MK dan kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA GAMES.
Aduuhh..., kisruh PSSI belum juga berujung baik karena sekelompok orang memaksakan kehendak yang sudah tidak diperbolehkan FIFA. Kenapa tidak berjiwa besar untuk kepentingan sepakbola Indonesia yaa?? Egois bangeettt...!!
M. Nazaruddin bendahara umum Partai Demokrat tersandung kasus suap. Semoga Pak SBY dan partainya bisa mengambil tindakan tegas pada kadernya bila memang terbukti benar terlibat seperti yang dituduhkan.
Ahai... akhirnya Ronaldo menjadi El Pichichi (top scorer) La Liga selama satu musim 2010/2011 dengan mengemas 40 gol mengalahkan sekaligus memecahkan rekor Hugo Sanchez dan Telmo Zerra dengan koleksi 38 gol. Total gol yang dicetak Real Madrid dalam satu musim ini adalah 102 gol. Semoga kedepannya bisa meraih gelar juara lagi diberbagai liga. Aamiin.... Yang banyak yee...!! hehee...
Hmm.... apalagi ceritanya yaa?
Kamis, April 28, 2011
Ahmadiyyah, Terorisme dan NII
Ditulis oleh : Djohan Effendi*
(*Cendekiawan Muslim; Sekretaris Negara Era Gus Dur)
Dalam beberapa bulan terakhir ini masyarakat kita menyaksikan berbagai peristiwa yang sangat menghebohkan. Mulai dengan kasus pengucilan terhadap warga Jemaat Ahmadiyyah, sebuah organisasi yang mengusung prinsip “cinta bagi semua orang dan tiada kebencian bagi siapapun”, hanya karena dianggap sebagai penganut aliran sesat. Dan hal ini diamini oleh kalangan petinggi Negara, di pusat dan di beberapa daerah. Mereka dinista sebagai manusia Indonesia yang hak-hak sipil mereka seperti dijamin oleh konstitusi seolah-olah sudah tercerabut. Mereka merupakan warga negara yang tertindas yang tidak mendapatkan kedudukan setara dengan warga negara lain walaupun mereka adalah pembayar pajak yang patuh, dan nenek moyang mereka adalah penduduk asli Nusantara ini, dan sebagian mereka sudah hidup sebelum RI lahir.
Heboh Ahmadiyyah itu disusul oleh heboh terorisme, pemboman di beberapa tempat, bahkan terjadi di mesjid. Ditambah lagi oleh heboh pencucian otak oleh gerakan yang disinyalir sebagai pendukung cita-cita NII. Tapi anehnya reaksi organisasi-organisasi Islam tidak sedahsyat reaksi terhadap Ahmadiyyah. Mengapa? Pertanyaan ini mengusik pikiran kita.
Boleh jadi bagi berbagai kalangan organisasi-organisasi Islam di negeri kita “kesesatan” Ahmadiyyah Qadyan menyangkut aspek “ushuliyyah” atau aqidah terutama berkenaan dengan konsep “khatamun nabiyyin”, karena perbedaan tafsir. Padahal rukun iman mereka sama dengan rukun iman kaum Sunni, begitu juga dalam praktek ibadah. Sedangkan perbedaan organisai-organisasi Islam dengan pelaku terorisme dan kalangan NII hanyalah berkenaan dengan masalah pemahaman dalam aspek “furu’iyah” atau masalah cabang bukan aqidah agama, khususnya dalam masalah “fiqih siyasah” atau fikih politik.
Dilihat dari segi cita-cita politik agaknya ada kesamaan ideologis antara kalangan radikal yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam, pelaku terorisme dan pendukung ide NII. Bahkan, dalam perspektif ideologis, terdapat kesamaan ideologis dengan partai-partai Islam yang pada saat amandemen UUD masih menginginkan pemberlakuan kembali Piagam Jakarta khususnya menyangkut tujuh kata yang dihapuskan, “dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja kesamaan ideologis itu juga dapat dilihat dari para Pemerintah Daerah yang memprakarsai kelahiran apa yang disebut sebagai perda-perda syariah.
Berdasarkan hal di atas tidaklah mengherankan apalagi organisasi-organisasi Islam dan partai-partai Islam kelihatannya bersikap setengah hati dalam menentang tindakan kelompok radikal, ideologi organisasi Islam transnasional, dan pemahaman agama mereka yang dianggap pelaku terorisme dan kalangan NII. Padahal kelompok-kelompok ini tegas-tegas menolak ideologi negara, Pancasila, dan menolak bahkan mengkafirkan demokrasi, walaupun mereka hanya bisa hidup dan berkembang di negara-negara demokrasi. Berbeda dengan sikap mereka terhadap Ahmadiyyah yang sama sekali tidak membahayakan dan mengancam negara.
Menyimak fenomena di atas kita bisa berkesimpulan bahwa pemberantasan terorisme dan ideologi anti Pancasila tidak akan kunjung berhasil apabila tidak ada sikap tegas dari kalangan organisasi dan partai Islam. Apalagi kalau organisai semacam MUI, NU dan Muhammadiyah, tidak bersikap tegas dan bergerak secara terencana dan terorganisasi melawan faham dan tindakan yang ingin mengganti ideologi negara dan merubah RI menjadi negara yang berdasarkan agama. Kalau hal ini yang terjadi tidaklah terlalu salah kalau muncul anggapan bahwa perbedaan antara kelompok radikal, penganut faham yang mendukung terorisme dan kalangan NII dengan organisasi, partai dan pemda-pemda yang memberlakuan perda syariat hanyalah perbedaan cara, yang pertama melalui perjuangan illegal dan kekerasan sedangkan yang kedua melalui perjuangan konstitusional dan parlementer.
(*Cendekiawan Muslim; Sekretaris Negara Era Gus Dur)
Dalam beberapa bulan terakhir ini masyarakat kita menyaksikan berbagai peristiwa yang sangat menghebohkan. Mulai dengan kasus pengucilan terhadap warga Jemaat Ahmadiyyah, sebuah organisasi yang mengusung prinsip “cinta bagi semua orang dan tiada kebencian bagi siapapun”, hanya karena dianggap sebagai penganut aliran sesat. Dan hal ini diamini oleh kalangan petinggi Negara, di pusat dan di beberapa daerah. Mereka dinista sebagai manusia Indonesia yang hak-hak sipil mereka seperti dijamin oleh konstitusi seolah-olah sudah tercerabut. Mereka merupakan warga negara yang tertindas yang tidak mendapatkan kedudukan setara dengan warga negara lain walaupun mereka adalah pembayar pajak yang patuh, dan nenek moyang mereka adalah penduduk asli Nusantara ini, dan sebagian mereka sudah hidup sebelum RI lahir.
Heboh Ahmadiyyah itu disusul oleh heboh terorisme, pemboman di beberapa tempat, bahkan terjadi di mesjid. Ditambah lagi oleh heboh pencucian otak oleh gerakan yang disinyalir sebagai pendukung cita-cita NII. Tapi anehnya reaksi organisasi-organisasi Islam tidak sedahsyat reaksi terhadap Ahmadiyyah. Mengapa? Pertanyaan ini mengusik pikiran kita.
Boleh jadi bagi berbagai kalangan organisasi-organisasi Islam di negeri kita “kesesatan” Ahmadiyyah Qadyan menyangkut aspek “ushuliyyah” atau aqidah terutama berkenaan dengan konsep “khatamun nabiyyin”, karena perbedaan tafsir. Padahal rukun iman mereka sama dengan rukun iman kaum Sunni, begitu juga dalam praktek ibadah. Sedangkan perbedaan organisai-organisasi Islam dengan pelaku terorisme dan kalangan NII hanyalah berkenaan dengan masalah pemahaman dalam aspek “furu’iyah” atau masalah cabang bukan aqidah agama, khususnya dalam masalah “fiqih siyasah” atau fikih politik.
Dilihat dari segi cita-cita politik agaknya ada kesamaan ideologis antara kalangan radikal yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam, pelaku terorisme dan pendukung ide NII. Bahkan, dalam perspektif ideologis, terdapat kesamaan ideologis dengan partai-partai Islam yang pada saat amandemen UUD masih menginginkan pemberlakuan kembali Piagam Jakarta khususnya menyangkut tujuh kata yang dihapuskan, “dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja kesamaan ideologis itu juga dapat dilihat dari para Pemerintah Daerah yang memprakarsai kelahiran apa yang disebut sebagai perda-perda syariah.
Berdasarkan hal di atas tidaklah mengherankan apalagi organisasi-organisasi Islam dan partai-partai Islam kelihatannya bersikap setengah hati dalam menentang tindakan kelompok radikal, ideologi organisasi Islam transnasional, dan pemahaman agama mereka yang dianggap pelaku terorisme dan kalangan NII. Padahal kelompok-kelompok ini tegas-tegas menolak ideologi negara, Pancasila, dan menolak bahkan mengkafirkan demokrasi, walaupun mereka hanya bisa hidup dan berkembang di negara-negara demokrasi. Berbeda dengan sikap mereka terhadap Ahmadiyyah yang sama sekali tidak membahayakan dan mengancam negara.
Menyimak fenomena di atas kita bisa berkesimpulan bahwa pemberantasan terorisme dan ideologi anti Pancasila tidak akan kunjung berhasil apabila tidak ada sikap tegas dari kalangan organisasi dan partai Islam. Apalagi kalau organisai semacam MUI, NU dan Muhammadiyah, tidak bersikap tegas dan bergerak secara terencana dan terorganisasi melawan faham dan tindakan yang ingin mengganti ideologi negara dan merubah RI menjadi negara yang berdasarkan agama. Kalau hal ini yang terjadi tidaklah terlalu salah kalau muncul anggapan bahwa perbedaan antara kelompok radikal, penganut faham yang mendukung terorisme dan kalangan NII dengan organisasi, partai dan pemda-pemda yang memberlakuan perda syariat hanyalah perbedaan cara, yang pertama melalui perjuangan illegal dan kekerasan sedangkan yang kedua melalui perjuangan konstitusional dan parlementer.
Sabtu, April 23, 2011
Magnum Pertamaku
Setelah sekian lama mencari, akhirnya kutemukan ice cream Magnum yang bikin penasaran itu. Produk Wall's yang baru itu tuh.., yang iklannya masih berseliweran di tv. Sayang hanya dua varian yang ada dari tiga yang ditawarkan. Kuambil kedua-duanya dan langsung kubawa pulang. Hmm.... enak juga, rasa coklatnya melekat hingga kunyahan terakhir. hahaha.... lebay! Kalo dirasa-rasa, rasanya tidak jauh beda dengan Feast produk Wall's lainnya. Hanya beda tingkat ketebalan coklatnya saja dari magnum.Haaahhh...., habis dua magnum sekaligus! Katanya mau diet? Wah, mana betah bila lihat ice cream coklat didepan mata? Dietnya ditunda dulu saja! hehehe....
Kamis, April 21, 2011
Bravo Real Madrid
Pukul 03.00 WIB, laga Copa Del Rey dimulai. Aku sudah menunggunya sejak jam 02.00. Sambil kucek2 mata yang masih ngantuk, aku segera ke kamar mandi cuci muka dan psssttt.... (pipis! hehe...) kemudian buat kopi.Selesai semua aku langsung nongkrong di depan tv untuk nonton suguhan menarik dari negeri nun jauh di sana.
Siap-siap!
Dan... mulai sudah pertempuran dua kubu yang saling berseteru.
Dal dul dal dul.... bola ditendang kesana kemari oleh pemain-pemain itu. Dan... akhirnya pecah kebuntuan Real Madrid selama ini untuk menumbangkan Barcelona. Final Copa Del Rey dini hari tadi menyuguhkan permainan bagus dari dua kubu tersebut. Aku senang Ozil dimainkan sejak awal laga. Tapi sayang..., Benzema, Higuain dan Kaka tidak diturunkan sama sekali hingga laga usai. Mungkin disimpan Mou (Jose Mourinho-Red!) untuk laga berikutnya melawan Valencia di La Liga (Liga BBVA) atau barangkali disimpan untuk main di semifinal Liga Champions? Ga tau ahh...!
Babak pertama Madrid bermain lebih bagus dari Barca. Berkali-kali gawang Barca terancam oleh skuad ibukota ini. Tendangan Ronaldo, Ozil dan Pepe nyaris merobek gawang Barca, tapi belum rejeki kali yaa... hingga pluit babak pertama skor masih 0-0.
Pada babak kedua, kali ini Barca lebih dominan menguasai bola. Aku sempat dag dig dug melihat Messi cs menggempur tim Ronaldo hingga beberapa kali gawang Madrid terancam. Lagi-lagi... babak kedua ini belum rejeki bagi kedua klub raksasa Spanyol untuk mencetak gol. Akhirnya perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Dan pada menit ke 102 (ini yg kulihat ditayangan tv sana) Ronaldo membuyarkan impian Barca yang ingin merebut trebel dalam musim ini. Gol lewat sundulan Ronaldo mengubah kedudukan menjadi 1-0 hingga laga berakhir untuk kemenangan Real Madrid.
Selasa, April 19, 2011
2 Raksasa Spanyol
Minggu dini hari lalu (18 April 2011) lanjutan Liga BBVA/La Liga berlangsung di stadion Santiago Bernabeu, dimana stadion ini adalah rumah klub Real Madrid.Pukul 02.30 wib aku sudah bangun. Padahal waker yang kupasang baru bunyi 02.50. Terlalu pagi aku bangun…, sepertinya aku tidak mau ketinggalan mengikuti hajatan besar di stadion itu. Segelas kopi kuseduh untuk menemaniku nonton liga ini. Kenapa kubela2in nonton? Ini duel El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona, dua klub raksasa Spanyol. Sebetulnya, dua-duanya aku suka. Barcelona yang saat ini dinahkodai oleh Pep Guardiola terkenal dengan permainan yang mempunyai skema dan pemain handal dan sudah terbangun lama, sedangkan Real Madrid yang sekarang dalam asuhan Jose Mourinho adalah klub dengan permainan pragmatis yang mempunyai kualitas pemain-pemain handal dan berkelas. Tapi aku harus tetap memilih mana yang menjadi andalanku. Ya…betul, aku memilih Real Madrid walupun sedikit was-was karena Barcelona dalam musim ini hampir tidak pernah terkalahkan. Ingat Liga Champions 2009 lalu dimana Barcelona vs MU...? Saat itu aku memihak Barcelona yang nyatanya memang sebagai pemenang waktu itu.
Pukul 03.00 wib. Kick off…
Sedikit agak terkejut waktu melihat komposisi pemain Real Madrid. Jose Mourinho tidak memasang Mesut Ozil sebagai starter. Higuain-pun tidak diturunkan. Pepe sebagai bek harus bekerja sejak awal mengawal Xabi Alonso bersama Sami Khedira di lini tengah.
Dalam 45 menit pertama tidak terjadi gol. Barcelona bermain menekan sedangkan Real Madrid bermain bertahan sambil mengumpan balik serangan-serangan panjang.
Babak kedua dimulai. Permainan masih sama. Pada menit 52 Raul Albiol melakukan pelanggaran menjatuhkan David Villa di kotak penalti. Kartu merah diacungkan wasit untuk Albiol yang mengharuskan dia keluar dari lapangan. Otomatis Madrid bermain dengan 10 orang. Hadiah penalti pun di dapat Barca yang dieksekusi Messi dan menembus gawang Casillas. 1-0 untuk Barca.
Pada menit 57, Ozil masuk menggantikan Benzema. Kemudian menit 66 Alonso ditarik keluar dan digantikan Adebayor. Pun dari pihak Barca melakukan hal sama, penarikkan 2 pemainnya dan digantikan oleh pemain lainnya. Beberapa menit setelah itu belum juga menghasilkan gol lagi bagi kedua kubu. Dan pada menit 80, Dani Alves membuat pelanggaran di kotak penalti dengan menjegal Marcelo. Kartu kuning untuk Alves karena pelanggaran dan kartu kuning untuk Valdes (penjaga gawang Barca) karena protes berlebihan pada wasit. Kini, Madrid-lah yang mendapat hadiah penalti yang kemudian di eksekusi Ronaldo. Gol menjadi imbang 1-1 hingga peluit panjang berbunyi setelah pertambahan waktu 4 menit dibabak kedua.
Pertarungan dua raksasa itu belum berakhir. Hari Rabu malam waktu Spanyol atau Kamis 21 April 2011 dini hari waktu Indonesia, duel terjadi lagi. Kali ini final Copa Del Rey (Piala Raja). Sedangkan tanggal 27 April adalah leg pertama semifinal Liga Champions dan 3 Mei 2011 leg kedua Liga Champions. Kita tunggu siapa yang bakal jadi pemenang dan juaranya.
Yang pasti aku tetap memihak tim asal Spanyol untuk duel final Liga Champions nanti melawan pemenang semifinal MU vs Stoke 26 April (leg 1) dan 4 Mei 2011 (leg 2).
Setelah ini usai barulah aku tidur nyenyak karena praktis aku hanya mengikuti seri-seri MotoGP yang sedang berlangsung. Untung saja MotoGP banyak digelar sore/petang hari. Hanya 2 atau 3 seri saja tengah malam di Indonesia karena perbedaan waktu (di Amerika siang dan Qatar yang selalu dimulai malam hari).
Langganan:
Postingan (Atom)