Jumat, Agustus 07, 2015

Test...test...test...

Kenapa blogku jadi susah untuk diakses gini yaa? Melalui mesin pencari google pun susah. Seakan2 jaringan internetnya bermasalah, yang tertulis setiap kali akses ke blogku "The connection was reset", sedangkan untuk mengakses lainnya gak ada masalah. Apa kena hack yaa blogku ini? Duuh... :(

Jumat, Mei 15, 2015

Curhat Seorang Madridista

Liga-liga Eropa musim 2014/15 segera usai. UEFA Champions League sudah memasuki babak final yang akan digelar pada 6 Juni 2015 yang mempertemukan wakil Spanyol dan wakil Italy, Barcelona vs Juventus.
Klub kesayanganku Real Madrid tersisih dibabak semifinal saat melawan Juventus dengan agregat 2 - 3. Menyakitkan memang, saat piala UCL lepas dari genggaman Madrid setelah musim lalu berhasil diraihnya. Kutukan juara bertahan masih berlaku rupanya, dimana pemegang juara sebelumnya tidak bisa meraihnya kembali dimusim setelahnya (secara berturut-turut).
Banyak spekulasi yang muncul setelah kegagalan Madrid maju ke final UCL musim ini. Mulai dari pemain, pelatih, ketatnya jadwal tanding termasuk jadwal laga persahabatan saat libur paruh waktu Desember lalu, masalah cedera pemain, dan sebaginya. Yang membuatku sedikit tidak terima saat sebagian fans menyalahkan Bale sebagai salah satu biang kegagalan Madrid. Bale memang banyak disorot atas penampilannya yang menurun setelah kritikan padanya sebagai pemain yang egois. 
Atmosfir sepak bola Spanyol dan Inggris rupanya berbeda. Bagi Bale yang sebelumnya adalah pemain klub Tottenham Hotspur (Inggris), hal yang dilakukan seorang pemain seperti Bale, menggiring bola sendiri untuk menembus gawang lawan (mungkin) dianggap biasa karena tujuan bermain bola salah satunya adalah mencetak gol sebanyak-banyak ke gawang lawan dan menang. Tetapi tidak bagi gaya sepakbola Spanyol khususnya Madrid, para suporter Madrid akan bereaksi keras bila ada pemain yang egois dan tidak membuahkan gol. Apalagi pada saat Bale bermain "sendiri" bola yang digiringnya meleset keluar gawang padahal disaat bersamaan di posisi sama-sama di depan gawang ada rekan se-tim yang bisa mengambil alih bola bila Bale mau mengoper bola kepada pemain lain itu.
Seorang pemain mahal akan dituntut bermain bagus dan mencetak gol sebanyak-banyaknya, apalagi dia seorang striker atau gelandang serang. Bagi Bale dan pemain lainnya, bila dia tidak agresif di lapangan dan tidak menunjukkan performa bagus, otomatis dia akan dipaksa hengkang dari klub. Karena sebuah klub sepak bola seperti Real Madrid menuntut hasil gemilang pada setiap pemain atau pelatih yang bekerja di sana. Untuk itu gaji mahal bayarannya dan bagi klub akan menuntut hasil yang sebagus mungkin.
Kemudian hal lain, ngomong-ngomong soal pelatih Carlo Ancelotti yang diisukan bakal dipecat Madrid rasa-rasanya kok sayang yaa..? Pelatih siapa yang sekaliber Ancelotti yang bakal menggantikan bila dia benar-benar dipecat? Jose Mourinho? Dia masih melatih Chelsea. Zinedine Zidane? Selain masih menangani Real Madrid Castilla dia belum berpengalaman menangani klub besar sebagai pelatih kepala. Musim lalu Zidane menjadi asisten Ancelotti menangani Real Madrid dan sukses mempersembahkan 4 trofi bergengsi diajang Eropa dan dunia. Atau sebaiknya Ancelotti kembali bersama Zidane menangani Real Madrid di musim depan. Aku berharap demikian, karena secara pribadi aku tidak suka bila Ancelotti diganti hanya karena musim ini penampilan Madrid tidak konsisten dan terancam tanpa gelar. Mengapa tidak memberi kepercayaan kembali pada Ancelotti yang masih punya kontrak hingga 2016 menangani Madrid. Apalagi Ancelotti mengaku masih senang berada di Real Madrid dan dia suka pada pemain-pemain Real Madrid. Daripada membangun kesinambungan lagi dari awal, bukankah meneruskan yang sudah ada lebih baik? Apalagi kesalahan bukan hanya dari pelatih saja karena memang Ancelotti senang bereksperimen dengan mengganti formasi dan posisi pemain untuk menemukan formula ampuh bagi skuad Real Madrid, yang sayangnya belum membuahkan hasil positif di musim ini. Layak dicoba kembali mempertahankan sang pelatih di musim depan. Semoga presiden Real Madrid, Florentino Perez masih berbaik hati mempertahankan Carlo Ancelotti tetap melatih klub. 

Rabu, Mei 13, 2015

Jogja, Wajahmu Kini




Kesederhanaan Jogja perlahan semakin terkikis dengan bertambahnya mall-mall yang semakin menjamur dibeberapa belahan kota. Tidak bermaksud menolak pembangunan bisnis, tapi mall-mall yang ditanam oleh para pengembang raksasa ini perlahan-lahan merubah wajah kota yang sederhana menjadi sebuah kota yang hedonis. Kota yang tidak begitu besar ini sudah ditumbuhi enam mall yang sudah beroperasional, dari skala mall kecil, menengah dan besar (untuk ukuran Jogja). Masih ada enam mall lagi yang akan dibuka pada tahun ini hingga tahun 2018.
Bulan Mei ini mall baru kabarnya siap menyusul beroperasional di kawasan ring road utara. Menurut promosi yang digembar gemborkan (katanya) terbesar di Jogja bahkan Jawa Tengah. Yang menjadi pertanyaan saya dalam hati, siapakah yang akan berbelanja tiap hari di pusat belanja modern ini? Dari amatan saya sewaktu jalan-jalan di mall, kebanyakan pengunjung hanya sight seeing, window shopping alias cuma lihat-lihat saja. Apa lama-lama gak bangkrut tuh mall?
Jogja istimewa, begitu tagline yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu. Kalo sudah begini apanya lagi yang istimewa? Mall, hotel, papan reklame dimana-mana membuat pemandangan Jogja semakin aneh dimataku.
Hotel-hotel tumbuh bak jamur dimusim hujan. Banyak banget! Saya gak tau pasti jumlahnya ada berapa? Tingkat hunian tinggi hanya waktu tertentu saja, saat liburan sekolah atau liburan hari raya. Kenapa tidak diperbanyak pusat kebudayaan, tempat rekreasi, buat taman kota yang indah dan asri yang bisa dijadikan tempat bersantai warga Jogja. Tempat-tempat wisata yang sudah ada hendaknya dipelihara. Jangan cuma senang didatangi tetapi tidak dirawat. Nantinya orang akan malas untuk kembali lagi ke situ.
Kawasan Malioboro dibenahi, ditertibkan, dibersihkan dan dirapikan agar lebih aman, nyaman lagi bagi orang-orang yang jalan-jalan kesana. Bila perlu jadikan Malioboro kawasan pejalan kaki (kendaraan dilarang melintas disana). Buat kafe-kafe jalanan sepanjang Malioboro. Kan asik tuh, kalo kita capek jalan-jalan bisa langsung duduk santai di kafe jalanan sambil menikmati suasana Jogja sembari mencicipi jajanan atau minuman yang dijual.
Sejujurnya, eksploitasi Jogja yang berlebihan ini membuat saya sebagai warga Jogja bertanya dalam hati, benarkah Jogja tak lagi istimewa sebagai kota yang sederhana? Apakah wajah Jogja yang “lugu” masih ada? Ataukah saya salah masih mengharapkan kota sederhana seperti dulu ditengah gempuran kemajuan jaman?

Selasa, April 14, 2015

Halo Hola

Piye kabare..? Udah lama gak posting tulisan di blog ini. Masih banyak yang wara wiri di blog gak sih? Kok kayaknya udah sepi-sepi aja yaa.., akupun malas untuk nulis lagi. Gak serajin dulu emang. Duuhhh... :)
Udah ah.., lain waktu nulis lagi. Cari inspirasi dulu yaaaaa...
Yang seneng nonton bola dan MotoGP ayo jangan lupa nonton yak ?!
Hala Madrid ! HalaMadridYNadaMas !
Forsa VR 46 !
Eng ing eeennggg... :)

Rabu, Desember 31, 2014

Postingan Akhir Tahun 2014

Semalam laga persahabatan antara Real Madrid vs AC Milan diselenggarakan di Dubai. 
Tidak seperti biasanya performa Madrid kurang greget dan sangat terlihat mereka bermain santai, ga ngotot dan cenderung membosankan. Mungkin ini hanya sebuah pertandingan uji coba saja dan ga ada napsu untuk meraih kemenangan. Menang syukur, kalah ya udah. Toh ini bukan partai hidup mati yang memperebutkan gelar juara atau trofi, kira-kira begitu yang terbaca olehku atas penampilan Madrid yang mengecewakan. Kalah 2 - 4 dari Milan dianggap biasa saja. Don Carlo (pelatih Real Madrid) hanya mengawasi dari pinggir lapangan tanpa bersusah payah mengarahkan anak-anak asuhnya supaya lebih bermain agresif atau apalah instruksi lainnya sebagai seorang pelatih yang biasa dilakukan. Dari pengamatanku Ancelotti lebih fokus memperhatikan pada pemain-pemain Madrid yang jarang dimainkan, sepertinya dia mempelajari skill anak-anak asuhnya itu agar dapat dimainkan kelak sesuai kemampuan mereka. Termasuk nyetel tidaknya seorang pemain A dan B bila ditempatkan disebuah posisi untuk menambah daya gedor lini belakang, tengah ataupun depan dstnya. Kira-kira itu yang ada dalam pikiranku melihat Carlo Ancelotti tidak banyak memberi instruksi pada pemainnya. Dia lebih sering berdiri, duduk sambil mengamati saja.
Babak 1, permainan Milan lebih oke dibanding Madrid. Lebih semangat dan serius dalam menggiring bola dan semaksimal mungkin meredam permainan Madrid. Pertahanan Milan pun cukup tangguh dan ketat. Gerak-gerik pemain Madrid selalu berada dalam jangkauan mereka, apalagi bila seorang Cristiano Ronaldo sudah menggocek bola bisa dipastikan disekelilingnya adalah pemain lawan untuk memblok gerakan Ronaldo.
Dibabak 1, skuad Madrid menurunkan Ronaldo, Isco dll dan sebagai kiper Keylor Navas. Babak ke 2, permaianan Madrid tampak lebih baik dibanding babak 1. Benzema, Bale dengan kiper Casillas dimasukkan dibabak ini. 
Uji coba pemain yang dipakai Ancelotti kurang berhasil, terbukti permainan mereka tidak seperti biasanya dan mengalami kekalahan. Ini pernah terjadi dipertengahan tahun ini saat liburan musim kompetisi usai. Madrid mengalami kekalahan dari MU saat melakoni laga persahabatan. Trend negatif sempat menjalar di La Liga awal musim ini dan mengalami kekalahan saat Piala Super Spanyol lalu dari Atletico Madrid. 
Alhamdulillah hal negatif itu dapat dilalui Madrid dengan kebangkitan performa moncer di laga-laga dikemudian hari dengan menyabet beberapa gelar juara dan membawa trofi kemenangan.
Semoga tahun depan ini Real Madrid dapat mempertahankan trend positifnya di semua kompetisi yang diikutinya. Aamiin... Hala Madrid !

Selasa, Desember 30, 2014

Sementara Waktu

Kecewa ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Itu terjadi untuk kesekian kalinya dan hari ini adalah pembuktian yang tertunda sejak beberapa waktu lalu. Capek juga sih, berjalan kemudian berlari, jalan lagi, lari lagi... terus begitu silih berganti dan sepertinya aku harus berhenti mencari "pos pemberhentian" yang nyaman demi kenyamanan diriku sendiri. Ga ada yang bisa membenahi jika aku tidak berbenah sendiri, dan mulai saat ini, hari ini, aku akan menempati pos pemberhentianku itu untuk sementara waktu.

Rabu, Oktober 29, 2014

Pro Kontra Merokok "Sang Dewi"

Saat ini sedang ramai dibicarakan seorang wanita yang baru saja dilantik menjadi menteri karena merokok di depan umum dan sedang diwawancarai wartawan. Pro kontra terjadi terutama di medsos dan berita online. Masalah wanita merokok sebetulnya sudah bukan hal baru lagi terutama kehidupan di kota-kota besar. Di negeri ini, dimana masih banyak orang berpikiran negatif apabila melihat wanita merokok apalagi di depan umum dan ini terjadi pada seorang pejabat selevel menteri. Apa jadinya bila seorang pejabat wanita merokok di depan publik? Pasti banyak orang heran dan bahkan risih melihatnya apalagi di sini masih menjunjung tinggi adat istiadat, etika ketimuran yang sangat kental. Jangankan seorang pejabat wanita, seorang pejabat pria pun akan melihat situasi dan kondisi apabila dia akan merokok. Pasti yang bersangkutan akan mencari tempat yang lebih private atau lebih tertutup dari pandangan publik. Bagaimanapun juga seorang pejabat publik pasti akan menjadi panutan masyarakatnya. 
Sama halnya orangtua kepada anaknya, orangtua pasti akan memberi contoh, mengajari hal-hal baik terhadap anak-anaknya. Orangtua pasti punya keinginan anak-anaknya tumbuh kembang menjadi anak-anak yang pintar, sopan dan dapat membanggakan orangtuanya suatu saat kelak. Kalo orangtua tidak bisa memberi contoh kebaikan pada anak-anaknya bagaimana anak-anaknya akan berperilaku baik terhadap orang lain? Demikian halnya guru-guru atau pendidik mereka akan mengajarkan ilmu pengetahuan dan etika kepada anak-anak didiknya agar kelak mereka menjadi orang-orang yang sukses dan bermartabat serta dapat membanggakan guru-gurunya dan almamaternya.

Kembali lagi ke hal tadi, ini soal hak asasi, merokok atau bertato adalah pilihan seseorang. Disamping hak ada kewajiban orang untuk tetap menghormati sekitarnya, apa saja yang masih dijunjung tinggi dimana orang tersebut bertempat tinggal. Hak dan kewajiban berjalan beriringan, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Tidak bisa suka-suka, karena pasti akan melukai salah satu pihak.
Betul, kinerja atau kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dengan apakah dia merokok atau tidak, bertato atau tidak. Tetapi di sini masalah etika saja. Sepatutnyalah kita menghormati kebiasaan setempat, bukankah ada peribahasa yang mengatakan, "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". 
Jadi, tidak usah berdebat masalah merokok dan bertato yang penting adalah kita saling mengingatkan demi kepentingan bersama. Yang ditegur tidak usah gusar dan yang menegur tidak perlu merasa paling benar. Sama-sama maju demi kepentingan bangsa Indonesia.
Selamat bekerja ibu menteri.., sukses!

Selasa, Oktober 28, 2014

Halo Blog...

Lima bulan ga nulis blog kangen juga. Tapi jujur cukup bingung mau nulis apa? Menulis itu gampang-gampang susah, saat semua ide dan jalan cerita ada di kepala segeralah tuangkan dalam bentuk tulisan; jangan nunggu sebentar, besok atau nanti dulu setelah semua urusan kelar baru nulis. Dijamin semua yang sudah ada di kepala hilang dan yang paling parah mood ikutan hilang. Sebetulnya dalam lima bulan ini banyak hal yang asik untuk dibuat tulisan, mulai dari pilpres, libur lebaran hingga Piala Dunia 2014 - Brasil, dimana yang jadi jurdun adalah timnas Jerman. Horeee... timnas kesayanganku menang!  Tapi itu dia.., mood kagak nongol-nongol juga.
Beginilah penulis amatiran tanpa dibayar. Hehehee...
Oya, hari ini Hari Sumpah Pemuda yaa... Selamat bagi pemuda-pemudi Indonesia.., tetap berkarya dan menjadi pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh, bermartabat dan membanggakan Indonesia. Tetap jaya dan berkarya yaa...!!!

Senin, Mei 26, 2014

Real Madrid - La Decima

Akhirnya Real Madrid memenuhi ambisinya meraih La Decima (gelar ke 10) Liga Champions dini hari kemarin. Setelah cukup panjang penantian selama 12 tahun usaha tersebut terwujud dalam perpanjangan waktu di Stadion Da luz Portugal.
Dari awal pertandingan kedua belah pihak, Real Madrid vs Atletico Madrid saling serang. Penguasaan bola Madrid membuat kubu Atletico menekan terus selama pertandingan berlangsung. Gaya permainan anak asuh Simeone yang cenderung bertahan membuat aku agak frustasi melihatnya. Wah kalo begini sampai selesai pertandingan alamat bisa sampai adu pinalti, gumamku dalam hati. Dan... hal yang tak diduga terjadi, Godi melesakkan bola kearah gawang Casillas yang kosong dan gol terjadi dimenit 36. Casillas blunder!!
Sontak aku mulai lemas, kaki kiriku serasa menginjak jurang sementara kaki kananku berusaha untuk menyeimbangkan badan yang mulai lunglai. Persis seperti orang lebay aku ini manakala klub kesayangan terancam kekalahan. Ahh..., masih cukup banyak waktu untuk membalas, kataku menghibur dalam hati. Tetapi melihat permainan Atletico yang lebih mengedepankan bertahan aku pesimis. Madrid harus lebih bersabar menunggu kelengahan pihak lawan untuk mencetak gol, dan itu tidaklah mudah. Beberapa kali usaha Bale, Benzema dan lainnya tetapi kurang beruntung. Bola seakan menjauh terus dari gawang lawan. Hingga menit 88 aku semakin pesimis dan rasanya mau menangis saat waktu normal (menit 90) semakin dekat dan itu pertanda pertandingan segera usai. 
Mulai terlintas dalam pikiranku perjalanan Madrid dari babak penyisihan grup yang tidak mudah juga dilalui harus mengalahkan beberapa lawan dari klub-klub negara lain, termasuk Juventus dari Serie A Italia. Lolos babak penyisihan grup Real Madrid berhadapan dengan Borrussia Dortmund. Salah satu raksasa Jerman ini musim lalu mengalahkan Madrid pada babak semifinal. Alhamdulillah musim ini Madrid berhasil menyingkirkan mereka. Masuk semifinal kembali Real Madrid harus berhadapan dengan raksasa Jerman lagi, kali ini Bayern Munchen yang nota bene mereka saat masuk semifinal sudah menjadi juara di liga domestik Jerman - Bundesliga. Nyaliku semakin ciut manakala banyak orang memprediksi bahwa Munchen lah yang bakal menang melawan Madrid. Ponakanku sendiri menyebutkan demikian. Aku tidak mau kalah, bahwa prediksi itu belum tentu benar, kataku. Betul, Munchen adalah jawara liga champions musim lalu, dan mereka punya banyak pemain hebat ditambah lagi saat ini mereka dilatih oleh Pep Guardiola mantan pelatih Barcelona yang fenomenal itu. Selama 90 menit di lapangan banyak hal tak terduga akan terjadi. Prediksi bisa benar dan juga bisa meleset 1000 persen. Dan itu terbukti prediksi yang beredar yang banyak mengunggulkan Munchen, patah!! Madrid yang beberapa kali berhadapan dengan klub Jerman sering menemukan kesulitan dan berujung kekalahan kali ini bermain luar biasa !! Leg pertama di Bernabeu Real Madrid unggul atas Bayern Munchen 2 - 0. Saat leg kedua di Allianz kandang Munchen, Madrid berhasil dengan gemilang mencukur Munchen 3 - 0 tanpa balas. Real Madrid-pun berhak atas tiket final melawan klub sekotanya Atletico Madrid yang sebelumnya mendepak Barcelona dibabak semifinal. 
Demikian kilasan-kilasan peristiwa perjalanan Real Madrid yang bermain dalam pikiranku saat menit-menit akhir babak kedua final liga champions kemarin. Akupun tak henti-hentinya berdoa memohon sebuah keajaiban agar Real Madrid dapat memenangi final ini. Andai sekarang gagal sangat disayangkan sekali. Padahal sudah final, La Decima sudah di depan mata, berkali-kali aku bergumam dalam hati. Laga tetap berjalan mendebarkan bagi kami pendukung Madrid. Lantas aku mulai mempertanyakan apakah doaku tidak dikabulkan Tuhan? Pikirku. Sementara pertandingan masih berjalan terus dan menit ke 90 sudah terpampang dilayar tv tiba-tiba ada tulisan add time 5. Itu berarti ada tambahan waktu 5 menit lagi untuk babak kedua. Harapan sangat tipis melihat pertahanan Atletico yang tangguh. Hampir terucap dari bibir ini, aku akan mengeluarkan kata-kata "percuma berdoa kalo Tuhan tidak mengabulkan", belum sempat kata-kata itu keluar dari mulutku sebuah keajaiban terjadi, sundulan bola Ramos ke gawang Atletico berbuah gol. Kedudukan imbang 1 - 1. Sontak aku dan semua pendukung Madrid yang tersorot kamera tv bersorak sorai. Bahkan terdengar olehku tetanggaku ikutan bersorak ketika Ramos membuat gol. Terlihat senyum dibibir Ancelotti sang pelatih dan Zidane menghiasi wajah mereka. Yah, masih ada harapan, masih ada harapan teriakku berulang-ulang. Extra time, extra time dalam hati aku berteriak kegirangan. Betul, usai add time babak kedua selesai perpanjangan waktu tiba. Dari menit 95 - 105 tidak ada gol terjadi. Sama-sama kuat hingga pada menit ke 100 Bale membuat gol kedua Madrid atas assist Di Maria 2 - 1. Aku semakin bersemangat sambil terus berdoa agar Atletico tidak membuat gol balasan. Menit demi menit terus berjalan, lama sekali rasanya pertandingan ini usai. Jujur aku khawatir pihak lawan mencetak gol penyeimbang. Dan tak disangka-sangka Marcelo membuat tambahan gol pada menit ke 118. RMA 3 - 1 ATM. Dimenit-menit akhir extra time Ronaldo dijatuhkan pihak lawan di kotak pinalti dan berujung hadiah penalti untuk Real Madrid. Pada menit ke 120 Ronaldo mengeksekusi sendiri penalti tersebut dan gol bertambah satu lagi. Skor 4-1.
Setelah penalti tiba-tiba terjadi keributan antara bek Madrid - Varane dan pelatih Atletico - Simeone. Aku ga tahu penyebabnya apa Simeone marah-marah pada Varane. Terlihat Varane sedikit bingung melihat kemarahan Simeone yang meluap-luap. Dan kabar terakhir beredar bahwa Simeone tidak suka selebrasi Varane menendang bola ke arah bench Atletico. Oooohhhh.... begitu to masalahnya.
Peluit panjang ditiup dan kemenangan bagi Real Madrid dengan skor 4 - 1. La Decima, Hala Madrid ! This I why we love football. Drama and joy.., kata Gullit.
Sebuah DOA dapat mengubah yang mustahil. Itu yang aku rasakan dimenit-menit akhir final Liga Champions dini hari kemarin waktu Indonesia bagian barat, tanggal 25 Mei 2014.  Alhamdulillah...
Dan satu lagi pesta sepakbola yang wajib ditunggu Juni nanti, Piala Dunia - Brazil. Seruuu... Sambil puasa sambil nonton sepakbola :)